Sheila Marcia terlibat narkoba Shabu-shabu

12 08 2008

Sheila MarciaPada hari Kamis,7 Agustus 2008 Sheila Marcia tertangkap polisi saat sedang pesta shabu-shabu di apartement Golden Sky, Pluit. Polisi juga membantah jika disitu juga ada pesta seks yang seperti dikabarkan. Sheila ditangkap bersama dua teman wanita dan 1 teman laki-lakinya, total yang menjadi tersangka sebanyak 6 orang.

Sheila Marcia yang sering tampil mesra dengan Roger Danuarta ini dan menurut kabar dari mereka hubungan sepasang kekasih ini makin hari makin mesra tidak ada apa-apa alias baik-baik saja. Tapi setelah Roger Danuarta mendengar kabar mengenai Sheila Marcia tertangkap dari pemberitaan televisi pada malam hari Roger Danuarta justru tak pernah menjenguk kekasihnya itu, Roger pergi ke puncak, Bogor untuk menenangkan diri menurut kabar dari ayahnya Jhonny Danuarta yang saat itu masih berada di Hongkong.

Orang tua Sheila Marcia tidak bisa langsung datang ke Jakarta karena orangtuanya tinggal di Bali dan pada saat itu tidak bisa mendapatkan tiket sehingga datangnya tidak bisa secepatnya. Namun paman Sheila Marcia yang bernama Rolf, bisa menjenguk lebih dulu di kantor kepolisian Pejaringan.

Sheila Marcia menunjuk Rihat Hutabarat sebagai pengacaranya. Menurut Rihat kondisi Sheila Marcia tampak syok dan wajahnya nampak pucat karena hal ini merupakan pertama Sheila Marcia berurusan pihak yang berwajib.

Kemudian tanggal 11 Agustus mamanya Maria Caecilla Joseph baru tiba di Jakarta kemudian menjenguk putrinya di kantor kepolisian yang sudah empat hari menginap di tahanan.

Maria Caecilla justru bangga dengan Sheila Marcia dan berterima kasih dengan kepolisian karena sudah menangkap dan menahan putrinya yang masih berumur 18 tahun itu.

Ternyata menurut Maria, Sheila Marcia kenal dengan dunia dugem juga dikenalkan oleh orang tuanya ketika berumur 17-18 tahun, dengan maksud supaya tidak coba-coba. Namun bimbingan itu tidak berlanjut karena Sheila Marcia ke Jakarta sehingga orang tua tak bisa mengawasi. Dengan perkenalan dunia dugem cuman sekejab membuat penasaran sang gadis yang beranjak dewasa ini untuk lebih mengenal dunia tersebut.

Walaupun Maria juga meneteskan air mata, Maria merasa bangga dengan Sheila, mungkin pola pendidikan yang diterapkan pada Sheila Marcia tidak sama dengan masyarakat pada umumnya. Marian menerapkan pendidikan dengan cara Sheila harus melakukan sendiri kehidupannya dan menerima segala konsekuensinya sebagai akibat perbuatannya. Maria berterima kasih dengan kepolisian karena Maria merasa tingkat kecanduan putrinya belum begitu parah kemudian kedahuluan ditangkap polisi yang nantinya diharapkan ada efek jera pada putrinya itu.

Iklan

Aksi

Information

One response

28 09 2008
ryan haris

marsya sabar yah kami TB crew turut perihatin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: