Kronologis pertikaian anak buah Maia-Dhani versi Dhani

12 09 2008

Apok, pembantu Ahmad DhaniPertikaian anak buah Maia-Dhani versi pihak Maia langsung ditangkap oleh media tidak lama setelah kejadian, dan sekarang versi pihak Dhani mulai angkat bicara karena Apok saat ini ditahan oleh Polres Jakarta Utara. Padahal sebelumnya Dhani tak ingin terlibat dengan kasus ini dan akhirnya melibatkan diri dengan menjamin dirinya dan kuasa hukum untuk Apok tapi Apok tetap ditahan.

Apok pembantu Ahmad Dhani yang pernah menantang Maia Estianty dengan “Sumpah Pocong“, kini menceritakan sepenggal mengenai pertikaian di rumah Dhani, tapi karena takut salah omong maka penjelasan ke media diserahkan oleh kuasa hukumnya Arie Pujianto, SH.

Saya cuma menjaga kehormatan rumah kok! Apalagi ini di bulan suci Ramadhan. Jadi maaf saya kurang tahu siapa Pipit, sebab mereka tidak memperkenalkan diri saat masuk,” ungkap Apok yang ditemui usai pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan, Kamis (11/9) malam.

Sepenggal omongan saja sudah ada celah untuk dicari kesalahannya Apok. Sudah tahu dia datang dengan Maia Estianty, sudah pasti temannya Maia. Seharusnya dia tanya ke Maia kalau tidak diperkenalkan oleh Maia untuk tahu siapa Pipit itu. Dan juga Maia kok diam saja Pipit diperlakukan seperti itu.

Saya cuma nangkis aja, Mohon maaf saya belum bisa ngomong apa-apa. Biar Pak Arie saja yang ngomong,” ujar Apok yang takut salah omong.

Kemudian penjelasan berikutnya diceritakan ulang oleh kuasa hukum Apok, Arie Pujianto, SH mengenai kronologisnya.

Kami datang ke sini memenuhi panggilan. Selain Apok, ada Slamet sama Surip. Mereka dituduh atas tuduhan tindakan tidak menyenangkan dengan penganiayaan. Dan tidak ada indikasi pasal 107, pengeroyokan,” paparnya.

Seperti yang diketahui, Maia datang dengan supir dan Pipit. Sedangkan mereka bertiga (tiga pembantu Dhani yang dijadikan saksi yaitu Apok, Slamet, dan Surip) hanya menjalankan fungsinya, ada yang sebagai keamanan lingkungan, dan keamanan rumah, jadi sebenarnya tidak ada pengeroyokan,” terang Arie Pujianto saat berada di Polres Jakarta Selatan.

Pihak Apok intinya tetap menolak tuntutan Pipit adanya pengeroyokan yaitu Pasal 107 dan pasal 351 mengenai penganiayaan terhadap Pipit.

Ini baru dilakukan penyidikan, perkara ini masih panjang, masih belum putusan, baru dugaan,” tutur kuasa hukum Apok, Arie Pujianto, SH.

Apok masih ditahan setelah diperiksa dengan menjawab sebanyak 20  pertanyaan, walaupun Dhani dan Arie mengajukan diri sebagai penjamin.

Sedangkan keterangan dari Surip anak buah Dhani yang menjadi Satpam dirumah Dhani menuturkan juga kalau dirinya sudah menyuruh Pipit untuk keluar. Tapi Pipit tidak mau keluar karena sebelumnya dimintai Maia untuk menemaninya. Maia ini kok diam saja pada Surip berada disampingnya Maia.

Tapi, dia nggak mau keluar. Slamet datang, saya tinggalin, tapi Pipit nggak mau keluar juga. Terus datang Apok. Ditarik tangan si Pipit, Pipit berontak. Tangannya mencakar kena muka Apok. Tidak ada pengeroyokan. Pada saat itu, saya berdiri di samping Mbak Maia. Itu laporan palsu,” jelas Surip.

Sebaiknya pihak polisi segera memeriksa luka yang ada pada kepala Pipit, untuk mengetahui seperti apa lukanya. Luka memar karena terbentur atau luka memar dipukul, atau sobek karena diseret. Bekas luka bisa dijadikan acuan penyelidikan dan luka pencakaran pada wajah Apok itu merupakan kesengajaan atau pembelaan.

Rupanya ada skenario tersendiri yang belum terlaksana neeh dan pada akhirnya tidak berjalan sesuai dengan rencana karena ada masalah antar batur. Ini bulan Ramadhan ngapain usir orang, mana tali silaturahimnya ? ajak duduk kek ngobrol-ngobrol sendiri atau ngerumpi sendiri gitu khan enak.

Hal ini karena Maia lolos bisa masuk rumah dan bertemu dengan Dhani sedangkan Pipit kok tidak lolos dan tertangkap oleh bala batur. Kalaupun Apok tidak kenal dengan Pipit kok teganya langsung mengusir seorang perempuan yang tak dikenalnya (maling?) tanpa ba bi bu lagi.

INI RUMAH PRESIDEN POKOKNYA USIIIIIRR….

Iklan

Aksi

Information

One response

13 09 2008
Loepie Alexandra

Jiss….gila jg nih manusia yah. Keknya sama si embe suruh makan tai jg dimakan kali. Kayak ga pernah ngerasain aja jd seorang anak yang kangen ama ibunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: