Susahnya berbisnis di negara yang katanya makmur

6 11 2008

Uang"Ulasan kali ini berbeda dengan sebelumnya yang biasanya mengenai infotainment, tapi hal ini muncul karena adanya keprihatinan dari berita selebritis mengenai bisnis Inul Daratista apabila dikaitkan dengan bisnis bukan seorang Inul Daratista melainkan rakyat biasa yang semua modalnya dicurahkan ke bisnisnya.

Mungkin sebagian besar akan merasakan perasaan susahnya berbisnis di Indonesia yang katanya berkeinginan memakmurkan bangsanya. Dan mungkin ada yang mengatakan biasa saja dan bisa merasakan kesuksesannya.

Tapi ketika seorang pengusaha bisa dikatakan sukses ternyata pengusaha tersebut memiliki hutang yang sangat tinggi sekali. Kalau tidak begitu pengusaha sukses akan menjadi incaran bagi orang-orang yang merasa ikut andil dalam kesuksesan pengusaha tersebut atau bahkan terang-terangan langsung minta bagian jika tidak begitu bisnisnya akan dikacaukan.

Berdasarkan kasusnya Inul Daratista ini bisa dilihat sisi-sisi lain yang menyebabkan orang yang melihat merasa tidak mampu atau tidak berani lagi untuk mendirikan bisnis hal yang serupa ataupun bisnis bidang lain yang nantinya juga sama yaitu dijatuhkan atau digerogoti secara pelan-pelan, baik yang dianggap bisnisnya melanggar hukum ataupun yang jalannya lurus sesuai hukum.

Coba saja sebutkan bidang usaha yang sekiranya nanti bisa berjalan dengan mulus hingga mencapai taraf internasional misalnya (sebagai ukuran maksimal kesuksesan suatu bisnis) ?

Kita ambil contoh bisnisnya Inul saja, mungkin Inul tidak tahu telah melanggar hukum dengan menggunakan lagu-lagu yang tidak memiliki ijin ke penciptanya. Kalau dituntut Rp. 5 Milyar dan asetnya juga disita berarti bisnisnya sudah bakalan akan mati dan pegawainya juga menjadi khawatir juga. Kalau Inul mungkin masih punya simpanan dana lagi. Dengan hitungan ganti rugi Rp. 1 juta/lagu/tahun dan Inul memiliki lagu sekitar 30 ribu lagu. Berapa duit yang harus dikeluarkan per tahun hanya untuk urusan lagu, padahal ada biaya lain seperti biaya operasional seperti gaji pegawai, listrik, pemeliharaan alat yang rusak dan biaya tak terduga lainnya.

Bagaimana jika yang berbisnis bukan Inul melainkan orang biasa dan hanya punya modal dana itu saja?
Sudah bisa dipastikan si pemilik akan memilih ditahan saja menjalani hukuman.

Bagaimana nasib keluarga dan karyawannya ?

Perasaan tidak mampu memang tidak boleh menghinggapi dibenak kita yang ingin memiliki bisnis, karena hal itu akan memicu kemunduran dalam hal semangat.

Kita ambil contoh lagi misalkan yang paling aman itu membuat warung makanan dan minuman.

Bisa tidak menjamin bisnis itu akan lancar-lancar saja ?

Dari warung kecil sedikit lebih sukses/besar menjadi rumah makan/restaurant mulai mengurus ijin-ijin yang banyak prosedur dan segala macam pungli misalnya (karena sebagian orang masih mengalaminya).

Setelah menjadi restaurant ternama membuat cabang atau menggunakan sistem waralaba. Mulai orang-orang yang merasa berkepentingan ingin melirik untuk mendapatkan keuntungan dari kesuksesan restaurant tersebut. Salah satu misalnya dari nama yang tidak dipatentkan kemudian ada orang lain yang telah mematenkan, kemudian muncul tuntutan yang akhirnya meludeskan aset perusahaan.

Nah, itu merupakan salah satu misal kasus dan masih banyak cara yang lainnya lagi orang lain yang ingin menyerang bisnis kita.

Secara garis besar memang kurang nyaman berbisnis di negeri sendiri ketika dianggap sudah mencapai kesuksesan dalam berbisnis, negeri lain sudah menganggap musuh besar bisnisnya adalah orang luar negeri tapi dinegeri kita musuh besarnya adalah orang-orang kita sendiri dan pemerintah tidak bisa menjadi penengah/wasit yang bagus.

Pemerintah tidak bisa menjadi wasit yang bagus karena komponen dari pemerintah masih belum berjalan dengan baik, seperti kepolisian, pejabat tinggi dan Pegawai Negerinya, Kejaksaan dan lembaga-lembaga di bawah pemerintah lainnya. Kalau semua komponen itu berjalan dengan baik baru bisa menjadi penengah antar rakyat yang berbisnis dan diarahkan untuk bersaing dengan pebisnis orang luar negeri. Penengah bisnisnya antar rakyat, pemerintah sudah membuatkan KPPU (sudah besih belum?) tapi komponen pemerintah lainnya juga mempengaruhi kesehatan bisnis rakyatnya.

Kapan negara ini komponen pemerintahnya bisa benar-benar bersih dan semua rakyat bisa mencoba untuk mandiri berbisnis tanpa ada rintangan, dan rakyat lainnya mudah mencari pekerjaan, pemerintah sebagai pengatur/tukang merintah yang bersih, jujur kepada rakyatnya dan bisa diandalkan untuk melawan ekonomi negara lain ?

Apakah KPPU bisa ikut campur membantu menyelesaikan kasus persaingan bisnis seperti kasus membunuh atau dibunuh dalam hal berbisnis antara Inul Vista, PT. SPAINDO, PT. KODI ?

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: