Inul dituntut Rp. 5 Milyar akhirnya dilawan balik

11 11 2008

Inul ViztaInul Vizta“, bisnis karaoke miliki Inul Daratista dituntut oleh PT SPAINDO (Swara Perjuangan Artis Indonesia) yang dipimpin Deddy Dores dan memberikan kuasa hukumnya kepada Andar M. Situmorang akan tetapi secara tiba-tiba posisi Andar M. Situmorang sebagai kuasa hukum PT SPAINDO diganti oleh M. Vilusi Ardiansyah dan mengganti Inul sebagai yang dituntut Rp.5 Milyar diganti menjadi PT KODI selaku penjual mesin karaoke yang berisi ribuan lagu.

Inul Vizta” yang sempat dituntut oleh PT. SPAINDO mengalami penurunan omzetnya hingga 40%. Dan Inul Daratista merasa telah dituduh melakukan pelanggaran hak cipta padahal Inul sudah mempelajari peraturan agar bisnis karaokenya tidak melanggar hukum. Inul sudah membayar royalti hak cipta lagu kepada organisasinya bukan secara personal seperti Karya Cipta Indonesia, Royal Musik Indonesia, Asosiasi Himpunan Pencipta Dangdut Indonesia, dan Kammi.

Sebelum buka karaoke, sudah saya pelajari semuanya. Bukan cuma perkara bayar royalti, juga bayar gedung. Saya mengikuti semua aturan. Memang, manusia tidak ada yang sempurna, tapi semua saya lakukan secara sempurna,” kata Inul.

Inul dan karyawan yang merasa dirugikan karena penurunan omzet akhirnya melakukan perlawan tentang somasi dan tuntutan  milyaran tersebut.

Saya sangat dirugikan. Pekerjaan dan aktivitas saya terganggu. Karyawan saya gelisah. Omzet turun drastis, 40 persen,” beber Inul

Inul kemudian sudah menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum untuk melawan tuntutan Rp.5 Milyar pada dirinya.

Mulai hari ini, saya ditunjuk sebagai pengacara Inul untuk melawan laporan juga surat somasi yang mengaku-aku kuasa hukum Deddy Dores, yakni tentang pembajakan lagu dan melanggar hak cipta. Tidak ada pembajakan karena Inul tidak melakukan. Haram hukumya bagi inul,” jelas pengacara Inul, Hotman Paris Hutapea.

Dan tuduhan Inul Daratista melakukan pembajakan atau penggandaan, menurut Hotman hal itu tidak pernah dilakukan karena Inul beli putus dari PT. Kodi dan tidak pernah menggandakannya.

Seperti Inul bayar 1 outlet karaoke di Kelapa Gading Rp6 juta untuk royalti. Di Lebak Bulus town Square Inul bayar Rp11 juta kepada Karya Cipta Indonesia. Inul tidak pernah menggandakan apapun karena beli putus dari PT Kodi, PT Elektronik Indonesia. Jadi, kalau ada kuasa hukum minta Rp5 miliar, akan kita lawan!” tegas Hotman.

Deddy Dores sebagai pimpinan PT SPAINDO yang melimpahkan kuasa hukumnya yang sempat mengobral kalimat yang tidak sopan seperti Inul selain suka goyang ngebor Inul juga suka ngibul. Rupanya Andar M. Situmorang ada emosi tersendiri terhadap Inul. Kemudian Deddy Dores melakukan penggantian kemungkinan bakal ada ribut-ribut sendiri secara internal antara pimpinan dan kuasa hukum yang ditunjuk.

wah….wah….gimana neeh caranya cari-cari tambahan duit dari hasil tuntutannya, emang gak ada kerjaan lain atau kurang koordinasi (PT. SPAINDO, Deddy Dores, Andar M. Situmorang) ?

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: