Suara Ricky Harun yang juga tidak setuju UU APP

11 11 2008

Ricky HarunUndang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi yang telah disahkan itu mengundang pro kontra di masyarakat. Bagi orang yang profesinya berkaitan dengan busana, artis, penari, dan banyak lagi yang berhubungan dengan sisi yang menampilkan keindahan akan seksinya seorang wanita yang dianggap porno oleh sebagian orang yang melihatnya akan merasa terbatasi gerak-geriknya dalam berbusana ataupun lenggak-lenggok tubuhnya.

Kali ini Ricky Harun, anaknya peragawati Donna Harun juga mengeluarkan suaranya untuk menolak undang-undang APP yang dianggap telah membatasi karya seseorang. Ricky Harun ini pernah membintangi film “Pulau Hantu” yang kemudian hadir untuk ikut jumpa pers film yang dibintanginya “Kawin Kontrak Lagi” di Apartemen Beleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan (11/11/2008).

Saya tidak setuju karena membatasi tiap karya orang,” kata Ricky Harun.

Mengenai kata porno yang artinya memiliki keragaman  persepsi/ pendapat/opini dari tiap-tiap orang menjadi perdebatan sendiri mengenai mana yang porno dan mana yang tidak. Ketidakjelasan itulah yang membuat Ricky Harun tidak setuju dengan UU APP.

Mungkin yang melihat itu tidak mengerti mana yang porno mana yang tidak,” Tutur Ricky Harun.

Sedangkan kata seksi menurut Ricky Harun mengenai seorang perempuan dari cara berbicaranya.

Menurut saya cewek seksi itu dari cara berbicaranya,” ujarnya

Awas lho bagi para perempuan yang bicaranya seksi akan ditangkap polisi.

———

Makanya wanita yang sopan dan beradab suaranya pelan banget supaya lawan bicaranya tidak terangsang. Wajahnya perempuan harus ditutupi supaya tidak terangsang bagi orang/pria yang melihatnya.

Terus wanita jangan berulah macam-macam karena engkau tidak ada harganya, karena engkau tugasnya hanya melahirkan dan melayani nafsu lelaki didunia (jangan dimasukkan hati karena kalimat itu hanyalah perumpamaan).

Misalkan profesi seperti peragawati yang sedang memperagakan busana yang dirancang oleh desainer.

Desainer akan merasa dibatasi ketika mendesain baju karena takut melanggar UU APP dan tidak tahu batas-batasnya mengenai porno itu sendiri. Bisa saja seorang desainer menganggap hal itu karya busananya masih wajar dan bukan termasuk porno TAPI yang melihat itu termasuk vulgar. Kemudian modelnya yang berlenggak-lenggok di catwalk mengenakan busana yang dianggap vulgar oleh sebagian orang akan divonis UU APP pasal 1 ayat 1.

Mereka (desainer dan model ) ditangkap polisi melanggar UU APP seperti tiga dancer yang ditangkap oleh polisi di Jakarta.

Itu adalah contoh pembatasan kreasi,karya, dan profesi dinegara kita.

Semua dituntut untuk tidak miskin karena orang miskin dilarang hidup di Indonesia (Pedagang Kaki Lima), orang miskin digusur, orang gila, gembel, pengemis diusir dari kota untuk memperoleh Adipura, Pasar dibakar dirubah jadi Mall, atau lokasi yang lebih bagus dan pedagang ditarik pajak lebih tinggi dari sebelumnya(pasar tradisional), pengangguran harus kreatif mencari solusi mencari penghasilan, artis jelek tidak laku, pelawak tidak berani mengeluarkan lawakan yang berbau porno, seniman lukisan tidak bisa melukis yang dianggap porno, tarian tradisional yang dianggap mengundang birahi dilarang.

Jadi kesimpulannya apakah negara ini bisa mencarikan pekerjaan kepada rakyatnya, mengentas kemiskinan dengan memberikan pekerjaan yang lebih sopan dan lebih beradab ?

Rakyat yang tahunya berprofesi seperti diatas harus  ganti pekerjaan apa supaya tidak melanggar UU APP apakah anda bisa memberikan pekerjaan itu bagi yang pro UU APP ?

Anda akan mengatakan masih banyak pekerjaan lain yang lebih sopan dan lebih beradab.

Memang kalimat itu akan mudah sekali untuk dicerna dan diungkapkan tapi ketika kita dihadapkan pada kenyataan hidup pastinya akan merasa sulit untuk mendapatkan solusi (yang tidak kuat akan frustasi , menimbulkan penyakit hingga ada yang bunuh diri karena tidak mendapatkan penghasilan untuk keluarganya atau terbelit hutang).

Untuk contoh kasus diatas tidak usah saja karena banyak banget dan bermacam-macam pula permasalahannya rakyat untuk bisa mendapatkan penghasilan untuk sekedar hidup.

Pola hidup cukup/sederhana memiliki perbedaan pada  setiap orang.
Lihat saja uang senilai 100 ribu akan sangat berharga bagi orang miskin tapi bagi artis itu hanyalah uang sakunya didompet apalagi 100 ribu bagi menteri atau anggota DPR-RI.  Penulis blog ini akan lebih setuju jika negara mengurusi kemiskinan rakyatnya dan negara kita menjadi terkaya didunia. Setelah harta tidak ada harganya, semua bisa dibeli, kelaparan tidak ada pada setiap rakyatnya  kemudian baru mengurusi moral, dan semua perilaku rakyatnya yang nyeleneh dihukum secara tegas. Memperkosa wanita hukuman langsung MATI, korupsi langsung hukuman MATI, pelecehan seksual terhadap sesama rakyat, hartanya disita negara (dibuat miskin)

Itu semua kalo sudah menjadi negara yang sukses, lha wong kita ini miskin banyak hutang cari makan susah kok masih diatur ini itu. Jualan makanan ketika bulan Ramadhan aja disweeping  diobrak-abrik padahal itu adalah pekerjaan utamanya daripada maling/rampok. Mereka yang brutal juga tidak jelas apakah mereka menjalani hukuman.

Memangnya negara apa sih ini ?

Apa sih yang sedang dikejar ?

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: