Anjasmara tentang UU APP

15 11 2008

Anjasmara akhir-akhir memang sudah jarang sekali tampil dalam sinetron ataupun di film-film. Hal ini dikarenakan Anjasmara saat ini menjadi seorang produser, akan tetapi Anjasmara suatu saat nanti tidak menutup kemungkinan akan bermain lagi untuk berakting menjadi aktornya.

Sebagai produser yang sudah sukses, Anjasmara mencoba untuk tidak takut dengan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi dengan membuat film baru lagi yang berjudul “SIAPA BERANI JADI JANDA?“. Dalam film tersebut juga menampilkan wanita-wanita yang berpakaian seksi-seksi dan Anjasmara berharap tidak ingin terkekang dengan adanya UU APP tersebut yang telah disahkan oleh DPR-RI.

Jangan sampai seni itu terkekang. Dan sesuai dengan undang-undang, kan setiap warga negara bebas berpendapat. Yang pasti sih dari Multivision, timnya selalu menjaga jangan sampai kelewatan,” kata Anjas.

Anjasmara juga setuju dengan adanya undang-undang tersebut, akan tetapi Anjasmara juga mengharapkan kepada semua pihak agar tidak keterlaluan ketika mengklarfikasi suatu masalah yang dianggap telah melanggar hukum.

Namanya manusia kan ada proses pembelajaran. Jangan sampai ditentukan salah atau benar. Jangan langsung di-judge salah,” ujarnya.

Anjasmara memiliki prinsip hidup untuk tidak takut terlebih dahulu ketika akan menjalani sesuatu, akan tetapi Anjasmara juga mengetahui batas-batasnya agar tidak kelewatan.

Kalau dalam hidup sudah takut duluan, ya mending jangan hidup aja. Pokoknya kita selalu perhatikan undang-undang itu, jangan sampai kelewatan,” pungkas Anjasmara.

——————

Dinginkan kepala anda ketika membaca dibawah ini dan  jangan terbawa emosi karena semuanya ingin yang terbaik untuk negara bukan lain-lainnya dan apapun itu yang menjadi tujuan anda.

Yang putih belum tentu putih dan yang hitam belum tentu hitam karena semuanya bisa saja menjadi hitam dan menjadi putih karena yang bisa menyebut paling benar/tepat adalah …… (semoga anda tahu jawabannya)

Anjasmara memiliki keberanian untuk mencoba-coba dengan membuat film yang menyenggol hal-hal yang masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Tabu yang sangat-sangat setabu-tabunya hingga membicarakan dengan menyerempet saja sudah tidak boleh (gambaran kasarnya begitu, dan kemungkinan orang seperti inipun pastinya ada ). Untungnya masih doyan seks dengan istrinya hingga memiliki istri banyak dan anak yang banyak (tidak ada hubungannya … tauuuuu….. )

Kalau melihat negeri arab yang memiliki hukum ketat ternyata tidak menjamin dinegara tersebut bebas dari hal-hal yang berhubungan dengan kepornoan. Masih adakan ? Anda pasti akan menanggapi hukum yang diperketat aja masih ada, apalagi jika tidak ada hukum pastinya akan lebih parah.

Contoh kasus : TKW kita di arab mengalami pemerkosaan yang dilakukan oleh majikannya, padahal TKW itu berasal dari negara lain yaitu Indonesia dan negara tersebut juga memiliki hukum yang sangat ketat sekali mungkin melebihi UU APP kita. Tapi hasilnya ?

Mereka tidak takut dengan hukum itu terbukti masih  ada video porno, pemerkosaan  yang dilakukan oleh orang arab juga.

Sedangkan masyarakat kita dapat diakui moralnya masih baik daripada mereka, masyarakat kita akan berpikir lebih dari dua kali jika ingin memperkosa orang luar negeri.

Jadi kesimpulannya, secara lahiriah yang namanya manusia tetap saja akan melakukan hal yang tidak senonoh itu walaupun sudah diatur-atur apapun itu cara mengaturnya. Semuanya kembali ke personal dari manusianya  untuk mengontrol dirinya masing-masing.

Kemudian kalau diatur dengan peraturan yang sangat ketat hingga tidak bisa untuk bernafas, masyarakat kita akan seperti mati ide dalam berkarya dan pengangguran makin banyak. Perempuan tidak boleh keluar dari rumah, hanya mengurusi rumah tangga dan prianya saja yang keluar.

Pengen gitu tidak boleh, pengen gini tidak boleh (bagi orang yang normal, bukan pro dan kontra soal UU APP)

Kalau topik bahasan ini dibalik, akan seperti masalahnya Wine yang ingin memakai jilbab (hanya mata yang terlihat ) di tempat kerjanya.

Pengen gitu tidak boleh, pengen gini tidak boleh (bagi orang yang meyakininya)

Kedua topik bahasan diatas memiliki kesamaan dalam kekawatiran yang menjadi tujuannya.

Apakah ingin membahas kekhawatiran/ketakutan perusahaan jika…. dan kekhawatiran/ketakutan suatu kelompok tertentu mengenai porno jika …. ?

Sebaiknya jangan dan ambillah keputusan jalan tengahnya merupakan keputusan yang terbaik untuk bersama. Kurangi kekhawatiranmu/ketakutanmu tentang suatu hal, apapun itu jangan sampai terlalu keterlaluan.

Semua yang sangat keterlaluan, sangat berlebihan, sangat kekurangan  tidak diperbolehkan, IYA KHAAN ?

Sulit sebenarnya membahas tentang hal-hal yang mengandung sensitif, opini, prinsip, emosi, dan tidak mau diperlunak dari kedua belah pihak yang berseberangan.

SEMUANYA MENGAKU DIRINYA PALING BENAR (PD yaaach dengan kebenarannya)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: