Marcella Zalianty mengalami rugi jadi produser “Lastri”

21 11 2008

Marcella ZaliantyMarcella Zalianty yang baru saja mencoba untuk menjadi produser film, sudah mendapatkan masalah yang mengakibatkan harus menanggung rugi banyak. Masalah tersebut datang dari beberapa masyarakat Solo yang kurang setuju film yang diproduserinya itu dilanjutkan penyelesaiannya karena berbau komunis.

Dikarenakan film “Lastri” yang bernuansakan jaman tahun 65-an, masyarakat yang tidak tahu cerita sebenarnya langsung memprotes untuk tidak meneruskan proses produksi film “Lastri” itu.

Saya sangat menyayangkan adanya kejadian ini karena apa yang kami lakukan murni karya seni. Adanya kejadian ini telah melecehkan kami sebagai insan seni dan hukum di Indonesia. Karena film ini belum dibuat dan masih proses pembuatan,” kata Marcella.

Protes dari masyarakat Solo itu muncul dikarenakan telah menggunakan buku yang berjudul “Suara Perempuan Korban Tragedi 65” karangan Ita F Nadia sebagai referensi film tersebut. Marcella juga menjelaskan bahwa buku tersebut hanya merupakan salah satu referensi yang dipakai, padahal terdapat 20 buku yang digunakan sebagai referensi.

Setelah diadakan pertemuan dengan masyarakat yang kurang setuju dengan film tersebut akhirnya untuk menyelamatkan film “Lastri” ini, proses produksi dihentikan bukan karena takut tapi merasa terganggu.

Karena merasa terganggu, kami khususkan untuk berhenti. Kami bukan takut tapi kami akan buat rencana baru agar film ini bisa diselamatkan,” kata Marcella.

Dugaan bahwa yang memprotes proses produksi film “Lastri” ini sebenarnya hanya sebagian orang saja, sehingga nantinya film ini akan diterus dilokasi syuting lainnya.

Masyarakat Solo sebenarnya mendukung film ini. Cuma segelintir orang saja yang tidak suka, jadi kemungkinan kami tidak akan syuting di sana lagi. Mungkin kami ilfil (hilang rasa),” katanya.

Ketika pertemuan dengan masyarakat, salah satu warga sempat memberikan komentar yang cukup pedas kepada Eros Jarot sebagai sutradara dari film “Lastri”. Pernyataan itu bisa dikatakan sebagai pelecehan, atau bisa membuat malu seorang Eros Jarot didepan banyak orang.

Walaupun sama-sama masih belum tahu jalan cerita film “Lastri”, sepertinya secara perkiraan jalan cerita film “Lastri” bukan menceritakan secara detail mengenai partai komunis itu.

Tapi memang beberapa masyarakat ada yang sudah mengalami paranoid dengan adanya komunis, sehingga seperti ketakutan yang berlebihan (paranoid) apapun bentuknya tidak boleh muncul.
Kok bentuknya… masih baunya saja sudah tidak boleh kok kemunculannya.

Kalau sebagai perbandingan mungkin tidak sedetail film sejarah G 30 S/PKI yang memang benar-benar menceritakan tentang yang dilarang itu dibandingkan dengan film “Lastri”. Film G 30 S/PkI sudah tidak diputar lagi karena diduga ada penyelewengan dengan cerita sejarahnya. Dan film lastri tidak menceritakan detail mengenai partai yang dilarang tapi hanya mengambil waktunya dijaman tersebut.

Iklan

Aksi

Information

6 responses

23 11 2008
henzhou

setuju aja dihentikan ,ngapain cari perkara, marcela juga gak oke blas

24 11 2008
Vandoe

Sekarang ini para pekerja seni di indonesia sudah banyak yang kebelinger, mereka mangatasnamakan seni sebagai wujud kebebasan apresiasi, meraka pekerja seni taunya buat sesuatu yang di anggap seni tapi tidak peduli dengan dampak dan respon masyarakat, sebagai contoh artis artis yang ramai ramai bertelanjang memamerkan aurat mereka dukung mati matian dengan mengatasnamakan seni dan masih banyak lagi penyimpangan2 berekspresi dari kaum seniman dan artis yang bebal tersebut, khusus untuk Film Lastri penomena pembelaan terhadap Film “LASTRI” beralasan bahwa film tersebut hanya berkisah percintaan anak manusia pada masa itu, sesungguhnya film tersebut berusaha untuk mengangkat penghapusan pencitraan history yang salah dari rezim orde lama yang sarat dengan unsur komunis, film ini berusaha untuk membentuk pencitraan yang berlawanan dari pencitraan yang dibanggun selama ini oleh rezim orde baru, tujuanya untuk mengiring penonton menghapus memory2 negatif terhadap rezim orde baru tersebut melalui kisah percintaan di film ini, itulah agenda sebenarnya di balik film LASTRi tersebut atau dengan kata lain secara tidak langsung film LASTRI adalah bentuk STRATEGI PROPAGANDA untuk membenarkan aksi-aksi PKI di masa lalu. Untuk para muslim perlu di ketahui Komunis /PKI merupakan salah satu faham “isme-isme” bentukan kaum yahudi di samping faham-faham isme lainya seperti “kapitalisme, liberalisme,demokrasi ” dimana tujuan dari pengagas faham faham tersebut sebagai salah satu jalan untuk menkecoh dan mengobok-obok akidah dan syariah umat terutama umat ISLAM, kita tau pendiri faham faham tersebut adalah orang orang yahudi yang tergabung dalam rekayasa tatanan dunia dimana mereka memiliki organisasi rekayasa pekerja yang sangat hebat, mereka ada dalam beberapa tingkatan level ordo organisasi mereka bertujuan mewujudkan tatana dunia baru di bawah satu kendali “YAHUDI”, oleh karena itu untuk kaum muslim patutlah bersandar pada AL Quran dimana dalam Alquran mereka YAHUDI digolongkan sebagai kaum yang di laknat ALLAH SWT, Tuhan telah melabelkan mereka dengan label tersebut karena kejahatan, ketamakan dan kerakusan mereka maka patutlah kita untuk membenarkan perkataan ALLAH tersebut melalui kitabnya (ALQURAN).

Kembali ke Film LASTRI, kita tentunya tau siapa sebenarnya PKI tersebut, mereka memiliki faham anti tuhan, oleh karena itu bagi anda yang masih merasa memiliki TUHAN, apapun agama anda.., maka sudah sepatutnya untuk tidak lagi bersentuhan dengan komunis karena itu sudah mengingkari syariah dan akidah anda, apapun alasan anda terhadap FILM LASTRI tersebut , taukah saudara PKI sudah banyak mengkianati perjuangan bangsa kita masih ingatkah kita di tahun 1948 pembrontakan PKI madiun mereka menghujamkan tikaman pisau mereka dari belakang sementara kita sedang berjuang melawan belanda saat itu, taukah anda pembrontakan PKI 1965 yang dengan tega mengkianati konstitusi negara kita dengan upaya cup, taukah anda bagaimana PKI membenci dan mebunuh ULAMA dan santri pada saat itu dengan fitna sebagai tuan tanah taukah anda PKI telah merampas tanah tanah yang sah dari pemiliknya dengan mengatasnamakan demi pemerataan rakyat dengan cara merampok tanah yang mana hal tersebut terlarang dalam agama, taukah saudara PKI saat ini berafiliasi kedalam barisan NASIONALIS semata mata untuk membenturkan kaum nasionalis sejati dengan Umat Islam karena untuk di indonesia ISLAM adalah salah satu pagar beton yang kokoh yang perlu mereka robohkan untuk mencapai tujuan mereka, tentunya kita juga tau siapa sutradara dibalik film ini “Eros Jarot” tokoh nasionalis yang katanya pancasilais pengagum sukarno dengan PNBKnya sepertinya lupa dengan hal2 yang telah di jelaskan diatas dimana pada saat itu kaum Nasionalis sejati pun menjadi korban PKI, mereka dikejar-kejar oleh PKI bahkan dibunuh, maka perlu dipertanyakan NASIONALIS MACAM APA EROS JAROT ITU apa lagi bila di tinjau dari akidah keislamanya sungguh sangat dipertanyakan???

Untuk generasi muda penerus bangsa mari terus kaji sejarah bangsa dan mari terus tingkatkan iman dan takqwa kita kepada Allah SWT sebagai sandaran terhebat dan terdasyat umat manusia

Pesan : waspadai infiltrasi faham faham ciptaan YAHUDI dalam seluruh denyut kehidupan bangsa kita, semoga Allah SWT selalu melindungi dan merahmati bangsa kita…..Amin..!

27 11 2008
Hyuuga Neji

ngapain dilarang??

lha wong cuma settingannya aja di tahun 65..

gak ngebahas “hammer and sickle” kan?

nyantai aja kali

27 11 2008
awan

Kenapa harus di larang. Biarkan cerita berbicara. Jika “Lastri” adalah sebuah cerita “fiksi” orang akan menganggap film itu hanya khayalan semata. Jika “Lastri” merupakan “True story”, kita biarkan kebebasan untuk berbicara. Karena kadang-kadang ada orang yang tidak kita kenal memiliki history yang luar biasa. Saya yakin orang-orang Indonesia sudah pintar untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Saya pernah membaca sebuah karya kisah nyata yang berjudul “tangisan penyesalan di ujung malam”, menceritakan tentang seorang perempuan yang pernah menjadi ketua aktivis gerwani, bahkan sempat ke Moskow bersama suaminya, berpaling dari Tuhannya. Namun kemudian disadarkan oleh lingkungannnya sendiri. Hingga ia kembali pada Allah dan selalu menumpahkan airmatanya setiap malam di sela-sela Tahajud. Karya ini pernah di muat di majalah Al-Kisah. “Lastri” memang bertemakan era-65 dan bertemakan komunis. Tapi kita perlu melihat isi di dalamnya. Siapa tahu film ini justru menumbuhkan sikap nasionalis.

27 11 2008
Artistainer

Terkadang masyarakat kita itu terlalu takut ibaratnya seperti orang tua yang tidak ingin anaknya terjatuh.

Kita masih dianggap sebagai anak kecil yang belum mengerti apa-apa/dituntun terus menerus sampe tua.

Padahal akan lebih baik jika orang tua memberi petunjuk/pengertian daripada larangan.
Misal ada lantai yang basah yang akan menyebabkan si anak terpeleset. Orang tua yang takut pasti akan melarang si anak agar tidak terpeleset. Lain jika orang tuanya lebih arif dan bijak, si anak akan diberi pengertian jika lantai basah bisa menyebabkan jatuh si anak akan berpikir sendiri.

Kalau langsung dilarang anak kita akan menjadi anak yang bodoh karena otaknya tidak pernah dipakai untuk mikir

28 11 2008
Vidicadhy

Wah ni sama aja dgn org belum ngomong tp udah dblg omongannya salah. Makin parah aja bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: