Menciptakan pribadi-pribadi Indonesia yang cuek

12 12 2008

Setelah membaca semua komentar-komentar yang dilontarkan oleh mereka-mereka membaca berita atau mengetahui masalah-masalah yang muncul di media televisi, berbagai tipe orang bermunculan mulai yang netral (sekedar tahu pokok permasalahan dan membaca pendapat orang lain), netral ikut berkomentar namun isinya hanya kalimat iseng), netral (mencoba mencari hal-hal yang perlu diketahui) pro dan kontra kepada pihak-pihak/orang yang terlibat pada permasalahan tersebut.

Semua tipe orang yang memilih pada posisi manapun baik netral, pro dan kontra adalah semua warga negara Indonesia yang memiliki pemikiran untuk yang terbaik bagi perkembangan cara berpikir bangsa ini kedepan. Semua orang diharapkan bisa menjadi orang ikut memberikan sumbangsih untuk negeri Indonesia walaupun hanya sebatas pemikiran yang mungkin masih dangkal akan tetapi akan mengalami peningkatan pemikiran jika terus dilakukan pengasahan otak.

Indonesia membutuhkan pemikiran dari semua orang mulai dari yang tidak tahu sama sekali hingga orang yang sudah tahu banyak tentang sesuatu hal apapun itu masalah yang muncul di negeri ini.

Orang yang tidak tahu apa-apa tapi mau ikut turut serta dalam pembahasan suatu permasalahan diharapkan menjadi orang yang tahu akan pola pikir orang-orang yang tahu tentang banyak hal tapi mencoba mengakali orang yang tidak tahu tadi. Intinya adalah transparansi kepada semua rakyat Indonesia agar semua orang ikut berpartisipasi dalam menyikapi suatu permasalahan di negeri ini.

Mungkin akan terasa sangat miring ketika suatu permasalahan disikapi hanya dengan sebuah komentar yang mewakili pemikiran/suara satu per satu orang Indonesia. Beberapa orang menyikapi cara ini dengan kalimat miring tentang hal ini, beberapa orang berpendapat tentang menyuruh orang yang pro maupun kontra dalam pembahasan suatu permasalahan untuk bekerja yang terbaik untuk dirinya masing-masing hal ini juga sudah termasuk opini yang menciptakan pribadi-pribadi yang cuek terhadap suatu permasalahan atau menciptakan kehidupan penganut individualisme. Jangan menyarankan seperti itu karena kemungkinan saja orang yang anda suruh sudah bekerja dengan baik namun karena memiliki kepribadian yang ikut peduli akhirnya ikut memberikan pendapatnya untuk dikonsumsi oleh orang banyak. Jika semua orang memiliki kepedulian terhadap permasalahan yang muncul disekitar kita berarti akan semakin terlihat dan mencuat bahwa Indonesia bisa bersuara, Indonesia ternyata bisa berpikir.

Seperti kalimat “Jangan banyak omong”, jangan banyak komentar”, kalimat-kalimat seperti itu adalah upaya pembungkaman suara rakyat/orang banyak sehingga tidak bisa didengar oleh orang-orang membutuhkan dan memiliki peranan penting dalam menangani masalah-masalah itu.

Coba bandingkan dengan jaman sebelum-sebelumnya yang masih sangat minim sekali adanya teknologi informasi. Suara orang Indonesia pada jaman dulu sama sekali tidak terdengar secara serempak di negeri ini dalam menyikapi suatu permasalahan. Sekarang semua bisa ikut berpartisipasi dalam menyikapi suatu permasalah yang muncul dinegeri ini, diharapkan semua orang dari segala umur juga bisa berapartisi untuk ikut menyumbangkan pemikirannya dan internet sebagai media untuk menyuarakannya. Satu orang bisa menjadi 100, 100 bisa menjadi 1000, 1000 bisa mewakili yang namanya suara rakyat. Jadi orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu tidak bisa mencoba untuk berbuat nakal dan mengatakan “suara rakyat yang mana ?” “Suara orang banyak, orang banyak yang mana ?”
Walaupun mungkin orang yang menuangkan pemikirannya itu masih menyembunyikan identitas paling tidak itu sudah mewakili bahwa itu adalah pendapat orang Indonesia.

Hebat deh …Maju bersama untuk Indonesia

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: