Kuasa hukum Agung yang ember ingin semuanya jadi tersangka

19 12 2008

Rentetan orang-orang yang terlibat oleh kuasa hukum Agung Setiawan pengen agar mereka menjadi tersangka semuanya. Padahal mereka masih dijadikan saksi saja para kuasa hukumnya Agung ingin mereka dijadikan sebagai tersangka.

Profesi mereka sebagai kuasa hukum/pengacara yang berkecimpung dalam hal soal hukum yang seharusnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan, justru para pengacara ini ikut perang untuk mendapatkan simpati dan memasukkan persepsi pribadi  atau persepsi profesi.

Persepsi dari pribadi ini karena ingin uneg-unegnya keluar agar didengar oleh banyak, sedangkan persepsi profesi posisinya sebagai pengacara agar lebih kuat dengan didengar oleh publik, otomatis sangat menunjang sekali mengenai karirnya sebagai kuasa hukum.

Sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa jasa hukum mereka gratis alias tidak dibayar untuk masalah Agung ini. Hal ini termasuk tehnik-tehnik pemasaran untuk mendatang simpati kepada publik atau jika nantinya ada orang yang memiliki masalah akan mendatangi kantor mereka.

Itu semua dugaan mengenai mereka melakukan hal-hal yang dirasakan telah melakukan kegiatan marketing. Selain itu untuk mendukung kasus yang ditanganinya adalah dengan menjebloskan semua orang yang mencoba bertingkah macam-macam dengan kasus yang ditanganinya. Jika ada orang yang berani mengutak-atik agar untuk melemahkan posisinya, mereka akan menuntut kesana kemari.

Pengennya, semua orang mencari kesalahan pihak lawan (Marcella) tapi kalau mencari kelemahan-kelemahan Agung, maka para pengacara ini akan menuntut.

Lihat saja semua yang pernah terjadi dari awal.

  1. Moreno Soeprapto yang dilepas oleh polisi, karena hanya berstatus sebagai saksi saja. Hal ini membuat tidak terima pengennya menjadi Moreno dijadikan sebagai tersangka. Katanya polisi yang berhak menguak?
  2. Adiknya Marcella Zalianty, Sergio juga pengen agar dia jadi tersangka.
  3. Ayahnya Marcella, Ghazali Amran juga pengen dia dijadikan tersangka.
  4. Ibunya Marcella Zalianty, Tetty Liz kemungkinan kuasa hukum Agung juga menginginkan dia dijadikan tersangka.

Orang luar yang sudah pasti nyata-nyata tidak terlibat secara langsung yang hanya sekedar berkomentar juga dituntunt oleh kuasa hukum Agung Setiawan

  1. Jane Shalimar.
  2. Olivia Zalianty.
  3. Alex Asmasoebrata.

Padahal mereka sendiri sering sekali berbicara didepan kamera dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang seharusnya tidak boleh dikeluarkan karena yang dikeluarkan adalah kesaksian korban yang ditulis didalam Berita Acara Perkara (BAP). Kemudian kesaksian korban juga belum tentu akan kebenarannya, bisa jadi korban memiliki cerita tersendiri sehingga pengacara merasa terpengaruh.

Jadi kalau ingin berdebat, pengacara (pemain hukum)  selayaknya didalam persidangan JANGAN DI MEDIA dengan mengeluarkan banyak pernyataan yang macam-macam.

Jadi ETIS tidak ?

jika HAKIM BICARA KRONOLOGI KASUS DI MEDIA, JAKSA BICARA KRONOLOGI KASUS DI MEDIA, PENGACARA BICARA KRONOLOGI apalagi memvonis tersangka (baru disangka, bukan dihukum) telah melakukan hal-hal yang sadis.

Bagaimana ? kalo kita/masyarakat yang berbicara khan gak ngefek gitu loh …..

Kemudian dari pihak Marcella Zalianty pengacara lebih sedikit berbicara tapi tetap ada tuntutan ke orang lain yaitu hanya satu yaitu Roy Suryo,  karena Roy Suryo banyak berbicara soal data digital yang dijadikan bukti.

Jadi,mengenai kuasa hukum yang ember(banyak omong) banyakan pihaknya Agung Setiawan.

Kenapa pernyataan Pengacara tidak bisa dituntut/ saling tuntut ?
Hal ini agar si pengacara juga melakukan perang sendiri karena telah banyak omong di depan publik.

Apa karena sama-sama menjadi pengacara mereka tidak saling tuntut ?

Kayaknya ada yang perlu dicurigai nih ketika Agung harus minta bantuan dengan Ghazali Amran.

Pernah lihat film “SAW” ? seri I, II, III

Tapi Agung tak sepandai  yang ada difilm tersebut.

Kunci-kunci yang telah  dilakukan oleh Agung seperti ingin menemui Ghazali(agar terlibat), pinjam HP (agar ******) dan HP-nya Agung sendiri dimana ?

Kenapa mereka mengijinkan atau memenuhi pemintaan Agung itu, padahal Agung meminta itu kepada Hari (yang juga menjadi tersangka).

Kalau mereka-mereka sadis kenapa masih memenuhi permintaan Agung yang kemungkinan membawa resiko ?

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: