Pengennya selebriti dan yang tidak dipengeni selebriti

8 01 2009

Selebriti pengennya disanjung-sanjung dan tidak pengen apabila dirinya mendapatkan hujatan ataupun mendapatkan kata-kata yang kurang berkenan. Jadi Selebriti pengen semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diinginkannya dan tidak menerima hal yang menimbulkan sakit hatinya dan mendapatkan citra buruk pada dirinya. Hampir semua selebriti berlaku seperti dan kebanyakan beralasan karena selebriti juga seorang manusia.

Selebriti dan non selebriti memang diakui kebenarannya mengenai sama-sama manusianya. Tidak bisa diganggu gugat.

Namun dua tipe itu memiliki perbedaan yang sangat mencolok dan keduanya memiliki hubungan yang membawa keuntungan bagi selebritinya daripada yang non selebriti.

Untuk yang non selebriti tidak akan mendatangkan keuntungan ketika menghujat maupun memuji selebriti yang disukainya. Non Selebriti hanya mendapatkan kepuasan batin saja. PASTI itu, kecuali dari pribadi si selebriti ingin bermaksud menolong non selebriti.

Bukannya bermaksud untuk memojokkan selebriti, hal ini muncul karena selebriti kita tidak bisa menerima kritikan pedas, hujatan, caci maki walaupun semua itu bisa saja ada kebenarannya dari pihak non selebriti.

Perlu diketahui, bahwa karir selebriti sangat tergantung oleh keberadaan non selebriti(suka maupun yang tidak suka). Ada selebriti yang mengatakan karirnya tidak tergantung  pada publik, hal ini menunjukkan kesombongan yang merasa dirinya tidak membutuhkan orang lain.

Kalau ditelusuri lebih lanjut seorang selebriti akan menjadi perhatian ketika ada orang non selebriti memperhatikan selebriti tersebut. Dan hal ini bisa dirasakan seberapa banyak orang memperhatikan selebriti ini. Semakin selebriti ini menjadi perhatian karir akan terus menanjak dengan adanya kontrak-kontrak kerja yang mendatangkan penghasilan yang nilainya tidak sedikit.

Silahkan lihat saja selebriti yang sudah tidak mendapatkan perhatian sama sekali dari non selebriti. Apakah penghasilannya sama dengan ketika masih menjadi perhatian non selebriti ?

Hal itu menunjukkan selebriti tersebut sudah tidak laku lagi karena non selebriti sudah lupa dengan selebriti itu. Tidak pernah dipuji, tidak pernah dihujat, tidak pernah dilihat, tidak pernah apapun pastinya profesi dia sebagai selebriti telah hilang.

Nah, profesi sebagai selebriti mendapatkan penghasilan yang bisa menghidupi dirinya yang nilainya mungkin lebih besar daripada karyawan atau pegawai negeri yang memiliki jabatan ini kok milih-milih atau mengatur non selebriti untuk selalu terus memuji, menghormati dirinya, memberikan yang terbaik untuk dirinya yang secara tidak langsung untuk menunjang karirnya.

Selebriti selalu mengajak orang yang kontra/tidak menyukai dirinya untuk tidak melakukan apapun yang menyakiti dirinya, hal ini berarti juga upaya untuk memperbaiki imagenya yang akhirnya juga mendatangkan keuntungan.

Non selebriti tidak akan menghujat, mengkritik kalau tidak ada sesuatu yang telah terjadi. Dan kalau kejadian yang dilakukan oleh selebriti itu akhirnya menimbulkan interpretasi dari non selebriti yang tidak sesuai harapan selebriti, seharusnya selebriti sendiri juga memaklumi interpretasi dari non selebriti apapun itu hasilnya(baik atau buruk).

Ketika orang non selebriti melangkahkan karirnya di selebriti seharusnya sudah siap untuk menerima kondisi apapun sesuai dengan apapun yang dilakukan oleh orang-orang yang non selebriti. Kalau tidak sesuai dengan kondisi yang dialami oleh selebritinya, yang bersangkutan juga harus bisa untuk melakukan antisipasinya atau lebih hati-hati ketika menjalani kehidupannya. Itu konsekuensinya sebagai selebriti, kalau tidak mau dengan konsekuensinya jangan jadi selebriti.

Banyak orang pengen jadi selebriti hingga menjadikan profesi ini sebagai profesi impian untuk bisa menjadi idola banyak orang tapi tidak mau menerima orang yang tidak menyukai dirinya. Ironis sekali sebuah profesi yang pengen enaknya sendiri padahal telah diuntungkan secara tidak langsung  dengan adanya pro kontra dari publik.

Selebriti sebuah profesi yang sama dengan profesi sebagai karyawan kantoran yang juga ada pro dan kontra dilingkungan kantornya. Mau tidak mau, karyawan itu harus menerima itu. Seharusnya selebriti juga menerima hal itu, kalau tidak mau silahkan ganti profesi. Tapi kalau predikat sebagai selebriti sudah melekat sulit untuk dihilangkan.

Iklan

Aksi

Information

One response

12 01 2009
omiyan

sensasi itu yang lebih terjadi saat ini buat profesi artis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: