Rhoma Irama bangkitkan musik Dangdut modern

28 01 2009

Musisi dangdut yang dijuluki sebagai Raja Dangdut, Rhoma Irama ingin mengangkat lagi musik dangdut yang menurutnya perkembangan musik dangdut mulai lesu.

Rhoma Irama mengorbitkan putranya, Ridho Irama untuk melanjutkan perjuangannya untuk memperkenalkan dangdut di dunia internasional.

Saya sedang berusaha untuk merevolusi musik dangdut agar dangdut jadi primadona kembali,” ujar Rhoma.

Soneta yang sudah waktunya untuk digantikan oleh generasi muda, Rhoma Irama mengarahkan grup penerus soneta yaitu Soneta Two untuk menjadikan musik dangdut menjadi melodi yang universal.

Soneta sekarang digantikan oleh generasi muda. Karena siklus sekarang sedang mengarah ke pop band untuk itu dangdut akan saya jadikan melodi yang universal,” jelas Rhoma.

Memang benar, Rhoma Irama bisa lebih kreatif dan sudah bisa menerima perubahan/perkembangan musik di negeri ini. Jika Rhoma Irama bisa melakukan hal yang seperti itu patut diberi acungan jempol karena kreatifitasnya.

Tapi, kalo melihat omongan Rhoma Irama ketika mencekal Inul Daratista. Bukan bermaksud menjelekkan, tapi hal ini untuk pembelajaran kedepan untuk tidak sembarangan berbicara didepan publik.

Rhoma Irama yang pernah mencekal Inul Daratista, selain karena goyangannya dan juga dikarenakan musik dangdutnya Inul telah merusak pakem-pakem dari musik dangdut itu sendiri, pencekalan itu juga didukung oleh penyanyi-penyanyi dangdut senior lainnya.

Dan sekarang, Rhoma Irama telah melanggar aturannya sendiri yang telah merubah pakemnya musik dangdut, menjadi musik yang bermelodi universal. Hal ini menunjukkan bahwa musik dangdut tidak konsisten pada aturan bermusik dangdut. (jika menuruti kata egois)

Irama Musik dangdut yang sebenarnya adalah tak..tak .. gen… dang.. dut… (Rhoma irama juga pernah mendemokan ini)

Kemudian musik dangdut koplo di era jamannya Inul, irama musiknya sudah tidak beraturan seperti pakemnya.

Nah, irama dangdutnya Ridho Irama melalui kreatifnya Rhoma Irama bunyinya menjadi tera…tak..taaak.. tak.. tak. (dangdut tidak ada dan persis musik India)

Katanya Rhoma Irama, musik dangdut berasal dari musik India, musik pop berasal dari musik pop barat.

Tapi untuk musik dangdut khan tidak harus sama khaan dengan musik india ?

Kalau dangdut dengan musik India memiliki kesamaan, dimana perbedaannya jika dilihat dari mata internasional.

Jangan-jangan numpang tenar karena musik india sudah mulai masuk di hollywood dahulu ?

Namanya dangdut apa nih ? dangdut alternative ? dangdut universal ? dangdut modern ?

Kalo eranya inul namanya dangdut koplo.

Nah, sebaiknya memang harus diterima perubahan itu. Tidak harus dicekal dengan alasan telah merusak aturan dari musik dangdut.  Pada akhirnya, pagar makan tanaman khan……. (aturan sendiri dilanggar sendiri)

Iklan

Aksi

Information

12 responses

11 02 2009
djody

Ternyata ini blog yang tendensius. Tidak netral dan cenderung menghakimi rhoma yang dunia saja mengakuinya. Tapi sekelas anda yang menulis narasi ini, sangat tidak memahami history of muzik. Anda tidak kenal Led Zeppelin, Deep Purple, Oum Qoltsum dlll. Kelas anda itu peterpen dan kangen band. Kelas band kacang yang tidak bermutu dan hedonis. Jadi…. capek sayua menganalisa kebodohan anda!

11 02 2009
Artistainer

Mengenai band yang anda sebut saya tahu semuanya bahkan sampai punya koleksinya … anda sudah kenal sarah vaughn, BB King, Daniel Sahuleka (org maluku tp warga belanda yg go inter) dan masih banyak lagi pengetahuan musik lainnya, semua aku manfaatkan sbg wacana…
Kalau menghakimi iya, tapi itu ketika Rhoma Irama mengatakan dangdut yang dibawakan Inul dituduh telah merusak pakem keaslian musik dangdut. Tidak perlu khan (padahal alasan aja tuk cekal goyangan inul) ? namanya juga kreasi musik agar disenangi publik.

Tapi mengenai diakui oleh Amerika (karena Rhoma dipanggil kesana) patut diberi selamat/salut/acungan jempol untuk Rhoma. Yang ini tidak menghakimi khan?

Terus, Rhoma merubah format asli dangdut (klasik) untuk anaknya, Ridho disebut dangdut apa ? Rhoma Irama ikut “dangdut klasik”, Inul “dangdut Koplo”, Ridho “dangdut India/modern ?” dangdut alternatif belum ada tuh …

Nampaknya anda perlu menenangkan pikiran / tanpa emosi untuk mengerti tulisan itu …. dan juga anda tak perlu merendahkan Peterpan dan Kangen.
Seperti itukah pribadi anda yang mahal sekali untuk memberikan hal yang positif kepada orang lain ?

12 02 2009
wishmeluck99

hanya orang bodoh yang mengatakan orang lain bodoooooooh

10 03 2009
Saiful anwar

SAYA ADALAH SALAH SORANG FANS BERAT RHOMA IRAMA, SAYA TEBAWA MIMPI INGINBERTEMU BELIAU,INGIN SEKALI SHARING TENTANG MUSIK DAN AGAMA BAGAIMANA CARANYA, TOLONG KASIH JALAN KELUAR.
NAMA : saiful anwar
ALAMAT : JL. Madrsasah,RT 26/03 GANDUL PLN Kec. Limo.kota DEPOK
NO.HP : 02195302581
PEKERJAAN : GURU MADRASAH
MULAI TUGAS : 17 JULI 1991
TTL : Bogor,27- okt- 1970

10 03 2009
Saiful anwar

Saya bangga dengan beliau karena telah mengangkat citra musik dangdut Indonesia Nasional maupun internasional. Juga menjadikan dangdut bukan hanya hiburan semata tetapi sebagai media da’wah. Saya sangat prihatin dengan kondisi musik sekarang ini khususnya dangdut, banyak pelaku dangdut yg menyalah gunakan musik hanya sebagai sarana hiburan semata, bahkan yg lebih gila lagi musik dijadikan sebagai saran untuk eksploitasi seks atau yg berbau pornografi, satu pertanyaan buat saya,apakah ada generasi setelah RHOMA IRAMA? Hidup dangdut Indonesia. SUKSES BUAT BANG HAJI, SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MELINDUNGI BANG HAJI DAN KELUARGA.

14 04 2009
esteen

nada penulisan si penulis di artikel ini sangat-sangat tendensius, lebih terkesan ingin menjelekkan ketimbang sekedar buat informasi atau berita, semestinya anda bisa lebih netral dan menyimpan pandangan negatif anda daripada mencoba menyelipkannya kedalam artikel yang anda tulis ini, karena upaya penggiringan opini publik anda malah semakin terlihat dan malah membongkar karakter asli anda di sini, saya justru melihat si penulis malah berupaya untuk menjelek-jelekkan rhoma irama dengan ide revolusi dangdutnya dengan menyamakan upayanya itu dengan apa yang telah dilakukan inul daratista terhadap musik dangdut, kita semua tahu inul sudah merusak dangdut dengat imej seronok dan murahan, pakem yg dia langgar terletak pada nilai moral kesusilaan sedangkan rhoma irama sekedar berkompromi dengan musiknya itu sendiri, yg ia rubah hanyalah pakem cara membuat musik dangdut sehingga lebih modern dan tidak hanya berkutat dengan gendang jadi tidak sama dengan pelanggaran yg sudah dilakukan inul dkk yg jelas berkaitan dengan etika dan moral. SOOO… PERBANDINGAN YANG SUDAH DILAKUKAN OLEH SI PENULIS MENGENAI PERUBAHAN PAKEM MUSIK DANGDUT INI BENAR-BENAR TIDAK SESUAI KARENA MEMBANDINGKAN PELANGGARAN ASPEK MORAL DENGAN ASPEK PERUBAHAN ARANSEMEN DAN KOMPOSISI MUSIK YANG JUSTRU MALAH BAGUS…saya sarankan seharusnya anda belajar menulis dulu sebelum bergerak pada bidang jurnalisme seperti ini, karena kesannya anda terlihat dungu dan mengedepankan bias emosi anda terhadap tokoh yg anda tulis, saya paham jika anda mendukung inul daratista karena sepertinya moral anda sudah rusak sejak lahir, ingat anda itu bakalan mati kalo masih tidak mau tobat dan memperbaiki cara berfikir anda YG SEKULER LIBERAL,, siap-siap saja anda akan menjadi manusia hina di dunia dan akhirat, karena sekarang fenomena peningkatan religiusitas masyarakat sudah semakin membaik pertanda bahwa kemenangan ajaran TUHAN yang membenci erotisme dan keruisakan akhlak dan moral sudah semakin dekat, karenanya bersiap-siaplah menjadi orang yg tertinggal…

Artistainer : Ouww ternyata anda membawa musiknya Inul dengan menyertakan goyangan erotisnya, padahal tulisan itu lebih menekankan tentang musiknya bukan goyangannya Inul. “selain karena goyangannya dan juga dikarenakan “musik dangdutnya Inul telah merusak pakem-pakem dari musik dangdut itu sendiri” tuduhan Rhoma kepada Inul yang telah merusak pakem musik dangdut yang lebih ditekankan daripada goyangannya. Rhoma Irama beserta pedangdut lainnya mengkritisi musik dangdutnya Inul tidak sesuai dengan musik dangdut sebenarnya. Maksud dari tulisan itu adalah JANGAN SEMBARANGAN NGOMONG DI DEPAN MEDIA SEENAKNYA SENDIRI MUNGKIN KARENA SUDAH MERASA PALING SENIOR, PALING MENGUASAI MUSIK. Pesan itulah yang ingin disampaikan daripada memojokkan seseorang atau Rhoma Irama. Jadi untuk membaca tulisan itu jangan dengan negative thinkin’ dulu akhirnya emosi yang cenderung muncul dibenak anda.

14 04 2009
esteen

SEKALI LAGI BIAR JELAS…PENULIS……..ANDA HARUS BERSIKAP NETRAL DALAM MEMBUAT ARTIKEL BUKANNYA MALAH MENGGIRING OPINI PUBLIK DENGAN MEMBUAT ARTIKEL YG TENDENSIUS DAN TAK BERIMBANG,,HENTIKAN MEMASUKKAN OPINI PRIBADI KARNA JADINYA KARYA TULIS ANDA JADI TIDAK ORISINAL DALAM MENGANGKAT BERITA DAN MALAH MEMASUKKAN BIAS EMOSI ANDA TERHADAP TOKOH YG ANDA TULIS…SEKALI LAGI PERBAIKI MORAL ANDA SEHINGGA ANDA TIDAK AKAN MEMBENCI TOKOH PENOLAK EROTISME DAN KERUSAKAN MORAL MELAUI DANGDUT SEPERTI YG SUDAH DILANGGAR OLEH SI INUL DKK… MEMBUAT PERBANDINGAN SEBAIKNYA HARUS YG RELEVAN DAN SELARAS BUKANNYA MALAH MEMBANDINGKAN PELANGGARAN PAKEM NILAI ETIKA DAN KESUSILAAN DALAM MUSIK DANGDUT DENGAN PERUBAHAN PAKEM WARNA MUSIK DANGDUT SEPERTI YG SUDAH DILAKUKAN RHOMA IRAMA KARENA YG SATU BERNILAI BURUK DAN YG TERAKHIR MALAH JUSTRU BAGUS BUAT MUSIK DANGDUT ITU SENDIRI…DEMIKIAN SUPAYA ANDA PAHAM DAN TIDAK MEMBUAT ARTIKEL YG BERNILAI RENDAH YG MENCERMINKAN KERENDAHAN INTELIGENSI ANDA SEPERTI INI…

Artistainer : Mohon dibaca lagi tulisan tersebut lebih cerdas lagi, apakah tulisan tersebut lebih membahas goyangannya Inul atau musiknya ? Opini sebelah mana atau paragraf mana yang lebih mengunggulkan goyangan erotis. Ctrl+ F (Find) kata erotis di tulisan diatas …… tulisan tersebut lebih banyak membahas musiknya kata “goyangan” hanya digunakan untuk kalimat penyambung / pengantar / tambahan info aja bukan untuk menjadi inti bahasan, Betul ? anda salah baca atau gw salah tulis ? Kalo anda mencari berita yang netral silahkan anda membaca di KapanLagi.com, DetikHot.com atau OkeZone.com karena mereka sebuah media berita sedangkan blog tempatnya beropini. sangat setuju sangat menghargai sekali anda punya opini seperti itu karena yang namanya manusia pasti mempunyai opini yang berbeda-beda karena mereka memiliki sudut pandang sendiri-sendiri, seperti anda ini misalnya. Harap dibaca lagi yaaaah…… mohon untuk tetap mempunyai opini agar semuanya lebih hidup, lebih maju, hal itu menunjukkan ada kepedulian pada diri anda terhadap sesuatu hal

1 09 2009
godlob

membaca perdebatan antara pemilik blog dengan salah seorang pengunjung blog-nya, saya merasa geli sendiri.

kepada esteen, siapapun anda, setinggi apapun pendidikan anda, jika melihat sesuatu dengan mempergunakan emosi, pasti akan menutup paling tidak 50% pandangan objektif anda. di artikel awal, hanya disebutkan 1 kali kata ‘goyangan’, itupun tidak ada embel-embel ‘erotis’nya. tetapi bagai mendapat sebuah pedang mestika, anda menyerang pemilik blog dan menuduhnya tendensius dalam membicarakan musik pak haji dan putranya.

“BUKANNYA MALAH MEMBANDINGKAN PELANGGARAN PAKEM NILAI ETIKA DAN KESUSILAAN DALAM MUSIK DANGDUT DENGAN PERUBAHAN PAKEM WARNA MUSIK DANGDUT SEPERTI YG SUDAH DILAKUKAN RHOMA IRAMA KARENA YG SATU BERNILAI BURUK DAN YG TERAKHIR MALAH JUSTRU BAGUS BUAT MUSIK DANGDUT ITU SENDIRI…” setahu saya di halaman blog ini, hanya anda yang membawa topik ini ke permukaan, padahal di atas tidak ada argumentasi masalah ini…

mungkin sudah di-cetak tebal oleh penulis blog, bahwa dia menuliskan tentang perubahan bentuk IRAMA musik dangdut, bukan pada pergeseran nilai maksud dan tujuan musik dangdut itu sendiri.

kalau variabel yang digunakan adalah ridho roma dan inul daratista, bandingkan masing-masing lagu dari kedua artis tersebut dari versi audio, bukan visual. karena, sekali lagi, kita membicarakan tentang IRAMA, bukan PENAMPILAN atau AKSI PANGGUNG. itu sudah merupakan argumentasi yang berbeda.

ini saja komentar saya terhadap blog ini dan juga perdebatan yang terjadi karenanya. saya toh juga menikmati karya rhoma irama dan inul daratista…

Artistainer : siiip terima kasih, anda paham betul dengan maksud tulisan tersebut… terima kasih yaah.. hanya masalah hukum/pakem bermain musik dangdut yang benar. Ada dua perbedaan musik dangdut antara musik dangdut yang dibawakan inul dengan Ridho. Begitu saja kok maksudnya… adanya evolusi musik itu jangan buru-buru diprotes/disalahkan tapi diikuti saja dulu… *pesan untuk disampaikan kepada bang Rhoma Irama jangan sok dengan gelar Raja Dangdut-nya*

29 03 2010
Malik Al Khawarizmi

Anda salah besar roma irama negor inul itu pantes menurut saya ,
karena goyangan nya itu akan merusak citra dangdut ke masa depan.
Anda bilang musik dangdut roma melanggar aturan .Roma irama itu bukan melanggar tapi merenovasi gimana caranya dangdut bisa exis lagi.

anda jangan sembarangan nilai orang itu pesan saya, semoga anda sadar dan tidak menilai orang sembarangan

wassalamualaikum Wr.Wb

29 03 2010
Malik Al Khawarizmi

Situs apa an nich nilai orang
sembarangan .jangan sembarangan kalau nulis bung…………………

29 03 2010
Malik Al Khawarizmi

Ini blog sesat jangan di percaya……………………………….
orang nya nulis mungkin dalam keadaan idiot kumat kumatan

31 05 2010
Beno

Sudahlah…..jangan hanya menghakimi bang rhoma…
anda menulis narasi seperti itu, apakah anda sudah melihat langsung goyang inul dipanggung, atau pun VCD yang banyak beredar waktu inul masih dipanggung hiburan daerah??? waw…pasti laki2 normal bisa nafsu..wong kayak striptis++…
menurut saya itulah yang sebenarnya di cekal bang rhoma, tenar dengan goyang esek2…. bisa rusak generasi bangsa ini.
lebih baik penulis netral aza deh….gx usah main hakim….

Artistainer : dibaca dulu dengan teliti, tulisan ini bahas “MUSIK” atau “GOYANGAN” ? MASALAH KEASLIAN BERMUSIK DANGDUT BUKAN GOYANGAN!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: