Perpanjangan penahanan Marcella ada yang salah enggak?

12 02 2009

Memang saat ini status berkas kasusnya Marcella Zalianty sudah di P21 oleh Kejaksaan tinggal memeriksa untuk membuat dakwaan kepada tersangka.

Jadi hal yang akan dimaksudkan dari tulisan ini sudah lewat namun ada sesuatu yang janggal dengan kasus perpanjangan penahanan Marcella Zalianty.

Marcella ditahan pertama kali selama 20 hari untuk tahap penyidikan yang kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Setelah 40 hari ternyata berkas kembali dari Kejaksaan karena belum lengkap (p18).

Kemudian Kepolisian mengajukan perpanjangan penahanan selama 30 hari. Jadi kalau dihitung total masa penahanan yang diajukan oleh pihak kepolisian adalah

20 hari + 20 hari + 30 hari = 70 hari

Benar tidak totalnya segitu ?

Kalau dikaitkan dengan Undang-undang mengenai “PENAHANAN, PENGGELEDAHAN BADAN, PEMASUKAN RUMAH, PENYITAAN DAN PEMERIKSAAN SURAT

Menyebutkan pada pasal 24 ayat 1, tersangka ditahan 20 hari dan polisi boleh perpanjang lagi  menjadi 40 hari (ayat 2) setelah 60 hari (total masa penahanan)tersangka boleh keluar demi hukum.

Padahal masa penahanan Marcella yang diajukan totalnya 70 hari, betul tidak ?

Tapi untungnya Marcella hanya 40 hari lebih sedikit beberapa hari kemudian berkasnya sudah P21 oleh Kejaksaan untuk diperiksa maksimal 50 hari termasuk perpanjangan 30 hari yaitu 20 hari + 30 hari = 50 hari.

Terus untuk yang terakhir, jika kepentingan pemeriksaan sudah terpenuhi tidak menutup kemungkinan sebelum masa penahanan berakhir tersangka dan tahanan dikeluarkan sesuai dengan pasal 24 ayat 3. bener tidak ?

Lihat dibawah ini sebagai pedoman jika kurang akurat bisa membeli bukunya tentang Undang-undang ini atau pinjam sodaranya yang berprofesi sebagai polisi.

Pasal 24

(1) Perintah penahanan yang diberikan oleh penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua puluh hari.

(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh penuntut umum yang berwenang untuk paling lama empat puluh hari.

(3) Ketentuan sebagamana tersebut pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menutup kemungkinan dikeluarkannya tersangka dan tahanan sebelum berakhir waktu penahanan tersebut, jika kepentingan pemeriksaan sudah terpenuhi.

(4) Setelah waktu enam puluh hari tersebut, penyidik harus sudah mengeluarkan tersangka dan tahanan demi hukum.

Pasal 25

(1) Penintah penahanan yang dibenikan oleh penuntut umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua pulub hari.

(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan negeri yang berwenang untuk paling lama tiga puluh hari.

(3) Ketentuan sebagaimana tersebut pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menutup kemungkinan dikeluarkannya tersangka dan tahanan sebelum berakhir waktu penahanan tersebut, jika kepentingan pemeriksaan sudah terpenuhi.

(4) Setelah waktu lima puluh hari tersebut, penuntut umum harus sudah mengeluarkan tersangka dari tahanan demi hukum.

Pasal 30

Apabila tenggang waktu penahanan sebagaimana tersebut pada Pasal 24, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 27 dan Pasal 28 atau perpanjangan penahanan sebagaimana tersebut pada Pasal 29 ternyata tidak sah, tersangka atau terdakwa berhak minta ganti kerugian sesuai dengan ketentuan yang dimaksud dalam Pasal 95 dan Pasal 96.

Semoga anda dan termasuk saya bisa paham dan mengerti mengenai hal ini untuk pegangan hidup di negara Indonesia ini, karena selama ini yang tahu celah-celah hukum adalah pengacara, polisi, jaksa. Sedangkan kita warga biasa yang buta hukum biasanya nurut aja kepada siapa saja yang berkuasa dan siapa saja yang tahu hukum.

Jadi hasil akhirnya tetap aja hukum rimba yang diberlakukan, karena hukum rimba bersembunyi dibalik hukum kita yang resmi.

Prinsip dari hukum rimba adalah siapa yang kuat dia yang menang (kuat berargumen, kuat menggertak, kuat kekuasaannya, kuat mengintimidasi orang yang tak tahu hukum, kuat segalanya). Dan bagi orang yang tersinggung dengan tulisan ini, ubah pola kerja dan jadilah orang yang bijak termasuk kepada orang yang tak tahu hukum dan tidak perlu mencaci tulisan yang menegur anda  ini.

Iklan

Aksi

Information

One response

16 02 2009
semutimut

gak ngerti bro….
tapi gw sih lebih tertarik kasus penipuan agung karena gw kenal salah satu korbannya ( tapi tidak ikut ngelapor ke polisi maupun pengacara siapa itu… malas katanya habisi waktu). tapi gw salut sama Agung tuch,temanku sudah termasuk org yg berhati2 bgt saja bisa jebol juga , he he he he

gw juga salut sama lu bro..
soal tulisan sebelumnya.. kok cuma melihat tampang agung bisa memastikan 70% penipu pastinya lu juga kenal Agung yah…

ups.. sori dech..mestinya kasusnya sudah ditutup yah..

Artistainer : gpp bro gak ngerti soal UU tsb. soal 70% eloh jgn buka rahasia, nggak enak ma pengacaranya agung jadi biar seperti penerawangan aja, cieeeee… kasus belum divonis jadi belum selesai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: