Diduga sidang Marcella Zalianty ada rekayasa

19 03 2009

Kedua kubu berjuang untuk mencari kemenangan di persidangan yang disaksikan oleh hukum tapi dalam persidangan tersebut nampak terlihat ada rekayasa yang sebenarnya tidak dilakukan sama sekali oleh pihak terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membantah jika ada rekayasa saat sidang tersebut, akan tetapi yang terjadi adalah kesalahan ketika mengutip Berita Acara Perkara (BAP).

Menurut JPU, pernyataan “Marcella menendang Agung” diralat menjadi “Ananda menendang Agung” dan semuanya itu tidak mengada-ada akan tetapi memang atas keterangan dari saksi. (saksinya Agung yang plin-plan terhadap identitas diri sendirinya itu ?)

Sedangkan menurut kuasa hukum Marcella, Firman Wijaya mengatakan hal merupakan suatu kekonyolan karena hal ini membawa nasib seseorang di mata hukum.

Kita melihat ada kekonyolan dari surat dakwaan. Karena berbeda dengan BAP. Ini sudah menyangkut hal yang serius terhadap nasib seseorang. Di mana seseorang harus berhadapan dengan hukum, makanya dakwaan ini harus dibatalkan demi hukum. JPU juga telah berbohong, yaitu melakukan perubahan, yang mana hal itu tidak pernah disampaikan atau diberikan kuasa hukum. Harusnya jika ada perubahan itu diberitahu satu minggu sebelum dibacakan di sidang,” jelas Firman Wijaya, kuasa hukum Marcella Zalianty.

Sidang yang akan dilanjutkan pada hari selasa depan ini, menurut Firman sidang ini harus dipercepat dan dibatalkan demi hukum.

Makanya itu harus dibatalkan demi hukum. Pokoknya fakta yang disampaikan ini tidak bener,

  1. adalah Marcella menendang;
  2. Marcella menunggu di mobil,

karena itu sebenarnya tidak ada, kita mohon persidangan dipercepat dan dibatalkan demi hukum. Seminggu ke depan seharusnya sudah diputuskan atau sidang diberhentikan,” tambahnya.
Unsur rekayasa mungkin akan sangat terlihat sekali jika dua hal yang sebenarnya tidak dilakukan oleh terdakwa yang ditulis didalam surat dakwaan.

Salah kutipan masih bisa ditolerir jika hanya sebuah kesalahan tulis dalam mengeja tapi kalau sudah kesalahan tulis  menyebut nama yang berbeda atau isi yang memutarbalikkan fakta hal itu seharusnya sudah tidak bisa ditolerir.

Pihak Kejaksaan Agung diharapkan menurunkan penyidikan untuk memeriksa pelanggaran tersebut dan kejadian seperti ini sudah merupakan pelanggaran profesi sebagai jaksa yang seharusnya bekerja sesuai fakta.

Kalau bernegatif thinking tentang hal ini, bisa saja ada seseorang yang disuruh untuk merubah ketika mengutip surat dakwaan yang tidak sesuai dengan Berita Acara Perkara. Mohon intelejen dari Kejagung untuk memeriksa hal ini karena telah mencoreng nama baik Kejaksaan. Pemeriksaan ini agar tidak ada kesan menyepelekan suatu perkara yang melibatkan hukum.

Upaya membuat isu rekayasa yang dilontarkan pihak Agung Setiawan sudah sering dilakukan namun hanya sekedar isu saja seperti pihak Marcella menemui hakim padahal yang pernah menemui hakim adalah dari pihak Agung setiawan sendiri dengan alasan ingin memastikan persidangan nanti berjalan sesuai dengan prosedur. (who knows what he talking about with the judge, rite ?)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: