Pengacara Agung bela JPU tentang keterlambatan Marcella

31 03 2009

Marcell Zalianty disidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengalami sedikit penundaan dikarenakan Marcella datang terlambat di persidangan. Marcella yang penahanannya berada di Polda Metro Jaya memang seharusnya dijemput oleh Jaksa Penuntut Umum untuk hadir di persidangan.

Dengan adanya keterlambatan ketika menjemput Marcella di Polda Metro Jaya, pihak Marcella melakukan protes kepada hakim tentang keterlambatan  yang dilakukan Jaksa yang alasannya karena tidak ada kendaraan.

Kita protes keras karena kata jaksa alasan Marcella belum ke sini, tidak ada kendaraan. Keadilan Marcella benar-benar dilecehkan,”protes Firman Wijaya, kuasa hukum Marcella.

Protes kepada jaksa yang ditujukan kepada hakim ini , harapan Firman bisa menegur Jaksa yang tidak bisa tepat waktu menghadirkan kliennya dipersidangan.

Kami protes karena jaksa tidak mampu menghadirkan tepat waktu. Untuk itu kami memohon majelis hakim untuk menegur jaksa penuntut umum,” begitu kata Firman dalam sidang.

Alasan jaksa karena tidak ada kendaraan sudah menunjukkan adanya kesalahan dari pihak Jaksa untuk menjemput Marcella di Polda Metro Jaya. Kendaraan seharusnya sudah diagendakan untuk menjemput tersangka jam berapapun asalkan harus tepat waktu hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Nah, sifat karakter dari kuasa hukum Agung Setiawan yang terkenal bawel atau banyak omong secara lantang juga melakukan protes kepada pihak Marcella yang memprotes Jaksa dalam hal penjemputan yang ditujukan kepada hakim.  Pihak Agung Setiawan yang memprotes pihak Marcella dengan mengatakan itu merupakan kesalahan pihak Marcella sendiri yang memilih berada di Polda Metro Jaya.

Keterlambatan ini sebenarnya kesalahan dari mereka sendiri. Mereka yang mau tetap ditahan di Polda Metro Jaya,” ujar Sahala Siahaan.

Ketika tersangka ditahan di Polda Metro Jaya pastinya pihak kejaksaan juga sudah mengetahui hal itu. Jika sudah tau kemudian persiapkan kendaraannya dan persiapkan pukul berapa dilakukan penjemputan serta diberi waktu lebih untuk antisipasi kemacetan. Jadi alasan Sahala Siahaan jika berada di Rutan Pondok Bambu juga akan percuma jika tidak ada kendaraan untuk menjemput.

Protes tersebut dikarenakan Marcella sudah menjalani masa penahanan selama hampir 4 bulan atau lebih dari 100 hari. Namun dari pihak Agung Setiawan juga dikomentarinya dengan membesar-besarkan melalui statementnya.

100 hari ditahan tidak sebanding 1 hari Agung disiksa dan dilecehkan. 1 hari sama dengan 1 tahun bagi Agung,” tandas Sahala.

Jaksa yang melakukan kesalahan mendapat pembelaan dari pengacara korban ini bisa saja terjadi dikarenakan memang memiliki karakter seperti itu dan mungkin baru terjadi di Indonesia. Benar-benar kerjasama yang bagus antara Jaksa dengan kuasa hukum penggugat untuk melawan dalam segala hal yang berkaitan dengan persidangan.

Mungkin kedua belah pihak ini sudah menjadi sahabat karib yang hanya di persidangan kasus ini.

Hal ini menunjukkan hubungan yang tidak sehat jika selama sidang kasus ini masih terus berlanjut.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: