Rumah Bens Leo korban musibah Situ Gintung

31 03 2009

Rumah pengamat musik, Bens Leo juga diterjang oleh aliran air dari tanggul Situ Gintung akan tetapi tidak menunjukkan kesedihan yang mendalam seperti korban-korban lainnya. Rumahnya Bens yang berada di Cirende Permai juga hancur akibat derasnya air yang mengalir dari Situ Gintung.

Sikap yang masih bisa menunjukkan senyumnya Bens Leo ini lantaran Bens Leo masih bersyukur karena hanya menjadi korban kehilangan harta yang menurutnya masih bisa dicari kembali.

Berbeda dengan korban Situ Gintung lainnya yang kehilangan nyawa keluarganya, karena hal inilah Bens Leo merasa bersyukur hanya rumahnya saja yang menjadi korban. Dan hal ini menurutnya dijadikan sebagai teguran dengan adanya musibah Situ Gintung yang seperti Tsunami kecil ini.

Ya, saya selalu menerapkan sikap profesionalisme. Meskipun musibah baru dua hari yang lalu, saya harus komit. Saya memang selalu ditanya kok masih bisa ketawa padahal baru kena musibah, sebenarnya masih banyak lagi yang lebih parah dari saya. Kalau kerugian materi masih bisa dicari, tapi kalau nyawa yang hilang itu susah,” katanya.

Bencana yang menurutnya mirip tsunami itu Bens Leo yang sekaligus menjadi korban berharap kepada presiden yang terpilih nanti lebih memperhatikan masyarakatnya dimanapun berada yang bisa mengancam nyawa orang banyak.

Memang, bencana ini mirip tsunami, padahal rumah saya ini jauhnya 1 kilometer dari Situ Gintung. Tapi buat saya ini suatu teguran dan saya juga berharap siapapun yang jadi presiden yang terpilih nanti harus lebih memperhatikan masyarakatnya, serta hal-hal yang mengancam nyawa masyarakatnya,” paparnya.

Akibat musibah tersebut juga banyak yang akan berpindah karena takut kejadian serupa terulang kembali. Sedangkan Bens Leo tetap mempertahankan rumahnya itu karena memiliki sejarah tersendiri.

Banyak yang mau pindah memang, tapi bagi saya tempat yang saya tinggali penuh dengan sejarah. Dan itu Tuhan yang sudah kasih buat saya. Kita nggak usah mengeluh, memang ini sudah jalannya Tuhan. Ya, kalau kita pikir ada yang lebih parah, seperti korban lumpur Lapindo bisa bertahun-tahun. Kalau ini kan hanya dua sampai 3 hari lah, sampai sebulan,” tukasnya.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: