Kakaknya Agung tolak jadi saksi karena teror bom

6 04 2009

Tim kuasa hukum pihak Agung Setiawan dikabarkan mendapat ancaman pembunuhan dan teror bom. Kuasa hukum Agung, Partahi Sihombing mengatakan pernah mendapat ancaman pembunuhan sedangkan Sahala Siahaan sering mendapat ancaman teror bom melalui SMS yang dikirim padanya.

Ancaman teror bom yang akan diletakkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini membuat salah satu saksi yang merupakan kakak kandung Agung Setiawan yang bernama Heru enggan untuk menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena merasa takut dengan ancaman bom tersebut.

Sahala Siahaan kemudian mencoba untuk menelusuri tentang ancaman tersebut yang kemudian berhasil mendapatkan informasi dari salah satu orang tuanya terdakwa. Kepada pihak Polda Metro Jaya, Sahala melaporkan tentang ancaman teror ini.

Bang aku dapat info off the record kalo ancaman pembunuhan terhadap Abang tidak main-main. Aku dengar akan ada ancaman bom yang akan meledak di ruang sidang. Aku ngeri dengarnya, mohon Abang dkk hati-hati. Sumpah demi Tuhan, ini gak main-main. Demi kebaikan bersama,”terang Sahala.

Selain ancaman ini ditujukan kepada Sahala, ancaman teror ini juga dikirim kepada Heru, kakak kandung Agung yang juga menjadi salah satu saksi yang akan diajukan ke pengadilan.

“Akibat ancaman itu, kakaknya Agung, Mas Heru, tidak bisa datang menjadi saksi karena dia takut ruang sidangnya akan diledakkan. Ya karena dia juga menerima ancaman SMS yang sama dengan yang diterima kita,” terang Sahala.

Modus seperti ini masih belum tahu tentang kebenarannya atau memang sebuah strategi khusus untuk tujuan tertentu masih bisa dipastikan.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa kakaknya Agung Setiawan ini yang bernama Heru, dulunya pernah dikabarkan sebagai orang yang memukul mata adiknya sendiri, Agung Setiawan hingga bengkak.(benar tidaknya masih belum diketahui)

Setelah berita ini mulai ramai dibicarakan, Heru sudah tidak ingin ikut campur tangan dengan urusan adiknya. Lain halnya dengan kakak perempuannya Agung, Lisa yang pernah ikut emosi atau ikut campur tangan untuk membela Agung Setiawan.

Jadi, Heru kemungkinan besar memang tidak bersedia menjadi saksi untuk adiknya karena ingin tetap konsisten dengan komitmennya sendiri. Jika hanya karena alasan adanya bom di pengadilan, pihak kepolisian sudah siap berangkat untuk melakukan penyisiran adanya bom dan melakukan pemeriksaan kepada pengunjung yang datang ke pengadilan. Alasan bom tersebut yang dijadikan alasan penolakan jadi saksi berarti hanya meragukan kredibilitas kepolisian dalam hal teror bom.

Kemungkinan lainnya adalah ini sebuah modus untuk membuat skenario konflik atau memang benar terjadi dilakukan oleh pihak lawannya…..

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: