Rhoma Irama anggap wajar rakyat pilih golput

8 04 2009

Rhoma Irama masih belum menemukan sosok seseorang yang pantas menjadi presiden RI ini karena belum ada tokoh yang bisa seperti Rasulullah yang memiliki sifat Sidiq (cerdas), Fatonah (jujur), Tabliq (menyampaikan), dan Amanah (dipercaya).

Jika dirinya dicalonkan menjadi capres atau wapres, dirinya mengaku tidak akan siap dan akan menolak tawaran tersebut. Penolakan tawaran tersebut dikarenakan Rhoma Irama memiliki alasan yang mendasar sebab dirinya pernah memiliki pengalaman menjadi anggota legislatif. Sebagai seorang seniman yang pernah menjadi anggota legislatif, Rhoma Irama mengaku sudah tidak mau lagi duduk di kursi legislatif tersebut apalagi presiden atau wakil presiden.

Saya tidak mau, saya pernah jadi legislatif tahun 89. Ternyata saya merasa tidak pas di sana. Karena seorang Caleg itu terikat waktu sedangkan seorang seniman tidak bisa diikat,” tegasnya.

Mengenai krisis kepercayaan yang dialami rakyat untuk memilih golput sebagai pilihan rakyat. Hal ini menurutnya tidak menyalahkan sepenuhnya ke rakyat yang memilih golput.

Nggak bisa disalahin kalau ada orang mau Golput, itu hak mereka. Mungkin rakyat sudah mulai jenuh dengan janji-janji politik dan ada rasa ketidakpercayaan. Kalau secara hukum saya tidak tahu apa hukumnya. Tapi secara pribadi sangat disayangkan, karena hasil pemilu menentukan arah bangsa ini mau dibawa ke mana,” kata Rhoma Irama.

Memang kalau masyarakat lebih memilih golput tidak seharusnya murni disalahkan karena caleg maupun partai masih juga layak disalahkan karena tidak bisa dipercaya untuk bisa memajukan bangsa ini. Mereka cenderung berjuang untuk kepentingannya sendiri dan kelompoknya.

Kemudian faktor pendukung golput lainnya itu seperti tidak terdaftar namanya dalam DPT karena sudah pindah domisili (sudah memiliki KTP tapi tak terdaftar di tempat tinggal barunya). Karena hari liburnya tepat di hari H-nya mencontreng maka rakyat yang mencontreng dikampung halaman tidak bisa tepat waktu untuk berada ditempat mencontreng(golput dah).

Iklan

Aksi

Information

One response

16 04 2009
David

MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi
dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen Indonesia ini tentu berdasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan
mestinya berhak mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” dan menelanjangi kebusukan peradilan ini.
Siapa yang akan mulai??

David
HP. (0274)9345675

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: