Indro Warkop : hukum negara dilecehkan oleh Kejaksaan

15 04 2009

indro_warkop_2_mai1Sebagai warga negara Indonesia, Indro Warkop menginginkan adanya penegakan supremasi hukum di negeri ini. Indro bersama dengan GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) mendatangi Kejaksaan Agung  yang menuntut supremasi hukum kepada Kejaksaan Agung perihal oknum jaksa yang sengaja menjual barang bukti narkotika.

Indro yang juga sebagai anggota GRANAT mengatakan bahwa narkoba ini merupakan musuh yang jahat, tidak nampak dan bisa menghancurkan bangsa Indonesia. Maka dari itu, Indro ingin mempertanyakan keseiriusan dan komitmen Kejaksaan untuk menegakkan hukum terutama kasus narkoba ini.

Kejaksaan adalah benteng negara penegakan hukum. Nah, kita sama-sama ketahui kemarin ada 2 orang jaksa yang dilepaskan, dan ini kita pertanyakan. Sekali lagi yang kita pertanyakan, saya sebagai anggota masyarakat biasa yang kita berharap penegakan hukum ini bisa membela kita dari musuh-musuhnya, tapi kenyataannya ada sesuatu hal yang tidak kita lihat, bahkan seolah-olah ada pelecehan dari penegakan hukum khususnya untuk narkoba ini. Dan kalau bisa kita memohon kepada kejaksaan dalam hal ini jaksa agung untuk melihat ini secara jernih,” kata Indro.

Perlindungan Kejaksaan Agung terhadap dua orang jaksa ini, Indro bersama GRANAT akan terus memperjuangkan penegakan hukum selama tidak melakukan tindakan anarkis.

Kita akan terus berjuang sampai kapanpun selama tidak anarkis, kita akan akan melakukan apapun. Kalau perlu kita akan ke DPR,” kata Indro.

Baru ingat, jaksa yang menjual barang bukti narkotika tersebut kalau tidak salah berjenis kelamin perempuan itu yaaa….

Oknum jaksa ini mungkin anaknya orang yang berpengaruh di lingkungan Kejaksaan kaleee …

Iklan

Aksi

Information

2 responses

15 04 2009
Janten

Jaksa terlibat narkoba, seharusnya dihukum mati aje

Artistainer : Kasihan kalo mati, jaksanya tuh cewek lho ….hahahaha. Aparatur negara yang melanggar hukum seharusnya hukumannya lebih berat atau tidak sama dengan hukuman yang diterima oleh rakyat biasa yang melanggar hukum juga. Aparatur negara = rakyat biasa + rakyat yang memiliki hubungan dengan sistem kenegaraan, jadi hukumannya harus double. Sedangkan rakyat = rakyat biasa/jelata tidak berpengaruh dengan sistem kenegaraan, rakyat jelata taunya hanya kerja untuk cari makan dan pekerjaannya tidak berpengaruh dengan negatifnya suatu negara.

16 04 2009
redaksi

KEJAKSAAN KAMPUNG NARKOBA

Sudah… aku tak usah berpanjang kalam. Jelas sudah bahwa kejaksaan adalah kampung narkoba.

Faktanya, dua jaksa Esther Thanak dan Dara Veranita menjual barang bukti dalam kasus yang ditanganinya. Busuk memang…!!!

Sebelumnya…

Kejaksaan… engakau kupandang sebagai pembuka jalan dalam memahami keadilan dunia. Bagai sebatang lilin pemancar api penerangan. Engkau pembuka asa ku yang telah lama membeku.

Namun keadaan berbalik arah, engakau menampakkan gejala ketidakjujuran, menjual barang bukti narkoba kemudian berpura-pura suci. Aku sungguh kecewa padamu. Kau adalah ular bermuka dua.

Aku ragu… ragu… ragu… dimanakah aku mencari keadilan??!!

Sumpah serapahku buatmu!!!

Aku berdo’a : semoga Tuhan menamparmu dan membakar hangus tubuhmu!!!

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Artistainer : asyik juga puisinya buat Kejaksaan yang berisi sebuah kekecewaan ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: