Di mata Indonesia Manohara masih sebagai WNI

28 04 2009

manohara_tengku-0051Bagaimana menurut anda mengenai status kewarganegaraan Manohara Odelia Pinot saat ini ?

Rakyat Indonesia yang tidak peduli, jawabannya pasti
masa bodoh aah

Dan rakyat yang peduli dengan nasib bangsa jawabannya pasti
masih sebagai WNI

Setuju banget dengan jawaban rakyat Indonesia yang memiliki kepedulian dengan bangsanya sendiri.

Manohara ketika akan menikah harus meminta surat dari KUA Indonesia akan tetapi hal itu diabaikan oleh kerajaan Kelantan Malaysia dan langsung menikahkan Manohara dengan Tengku Temenggong Muhammad Fakhry, seorang putra raja Kelantan, Malaysia.

Satu poin bahwa Malaysia telah melancangi Indonesia sebagai negaranya Manohara” this blog owner said.

Kerajaan Kelantan mengatakan Manohara langsung menjadi warga negara Malaysia setelah menikah dengan putra raja Kelantan. Indonesia seharusnya menjawab

who care about that….. we still knowing that Manohara is a citizen of Indonesia, whatever about her status now she is still citizen of Indonesia ”  this blog owner said for Indonesia. (ingat!!!  jangan menuruti aturan mereka, ikuti kita punya aturan sendiri)

Kasus ini nampaknya mulai dilihat oleh anggota dewan DPR RI sebagai kasus yang telah melibatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Komisi I DPR RI bidang luar negeri yang diketahui oleh Theo L. Sambuaga akan segera mengagendakan rapat membahas tentang hal ini. Untuk itu DPR RI akan memanggil Deplu dan Dubes RI untuk Malaysia yaitu Teguh dan Da’i Bachtiar.

Salah anggota DPR RI Komisi I DPR RI, Anwar Nasution berpendapat bahwa kasus Manohara ini patut mendapat perhatian karena bagaimanapun sudah menyangkut nasib warga negara Indonesia.

Secuil apapun bagi DPR, hal itu wajib dilakukan,” tegasnya.

Anwar menduga Pak Da’i Bachtiar kemungkinan mengalami perasaan tidak enak karena Pak Da’i pernah mendapatkan penghargaan dari Diraja Malaysia.

Saya memang belum ketemu dengan Pak Da’i, mungkin ada sekat tertentu yang tidak bisa dilewati beliau. Makanya kita akan mempertanyakan hal itu dan memusyawarahkan. Kita sama sekali tidak menerima kalau harkat dan martabat bangsa kita dilecehkan,” tandasnya.

Saatnya Indonesia membela martabatnya sebagai negara di mata dunia internasional, bahwa jangan sekali-sekali menghina bangsa Indonesia dalam bentuk apapun apalagi melalui penghinaan yang telah diterima oleh rakyat Indonesia sendiri secara nyata-nyata.

Sudah banyak rakyat Indonesia yang dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa, cacat fisik, cacat mental.
Apa tindakan kita ?
Apa tindakan Negara Indonesia pada rakyatnya ?
Fungsi kita bernegara dan berbangsa adalah ……… ???

Mari saling peduli dengan nasib bangsa sendiri, musuh kita bukan dengan sesama rakyat Indonesia tapi dengan negara lain. Marilah tingkatkan ekonomi kerakyatan, jangan saling kanibal dengan sesama, musuhi ekonomi negara lain dengan meningkatkan ekonomi kita sendiri jangan memperkaya diri dengan mengkorupsi, segera ditindak jika ada negara lain yang mencuri dari negara kita, semoga aja nantinya ada perusahaan Indonesia yang bisa tersebar diseluruh dunia. Dengan adanya kasus ini semoga para petinggi negara tidak lagi saling menggulingkan dan mulai bersatu memerangi ekonomi kita yang telah menghimpit negeri ini.

Semoga ekonomi Indonesia kuat agar tidak diinjak-injak lagi oleh mereka.

Iklan

Aksi

Information

One response

28 04 2009
hpijogja

Prisip di Perancis, anak yang lahir di sana apalagi dari bapak orang Perancis langsung deh jadi warga negara Perancis, apalagi masih anak ingusan sehingga perlu dipelajari lebih lanjut, ada benarnya KUA.

Ya gara-gara seorang ibu nangis-nangis didepan TV, minta tolong tidak boleh bertemu anaknya di kerajaan Malaysia sampai DPR ikut bicara. Ibunya Mano apa tidak ingat dulu waktu dipinang kok boleh ? harusnya ingat siapa yang terima mahar, siapa yang, harus terima konsekweksinya, jangan membawa-bawa DPR masuk ke wilayah pribadi. Telalu di besar-besarkan untuk tingkat bangsa, itu urusan keluarga Manohara dan keluarga Sultan.
Kita milih wakil rakyat bukan ngurusi persoalan seperti itu, ada yang jauh lebih penting, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dll.

Flu babi , jauh lebih serius dari pada ngurusi masalah Manohara

Artistainer : seperti yang dikatakan Menteri pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta “jangan hanya fokus pada kasus Manohara saja tapi juga nasib para TKW (pahlawan devisa) kita yang juga berada di Malaysia”. Manohara hanya sebagai kasus pengantar saja yang berkaitan dengan martabat bangsa Indonesia di mata Malaysia yang selama ini telah di injak-injak oleh mereka. Jadi DPR sebenarnya mungkin memperjuangkan harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui kasusnya manohara ini karena juga mungkin berkaitan dengan kerabat kerajaan Malaysia. Kalau pangeran bisa takut dengan Indonesia berarti warga Malaysia bakal tidak semena-mena dengan rakyat Indonesia. Mengenai Flu Babi seharusnya pemerintah sudah bisa melakukan pencegahan dengan memberikan instruksi kepada jajaran departemen di bawahnya. Harus bisa bekerja multi fungsi sebagai sebuah negara.
Mengenai urusan keluarga dengan urusan negara, bagaimana dengan kasus TKW yang mati, cacat fisik, cacat mental dianiaya oleh majikannya, atlet karate Indonesia yang dihajar oleh polisi di Malaysia. Anda berwisata dengan keluarga di Malaysia kemudian mendapat perlakuan tidak baik(dianiaya) dari polisi Malaysia, anda mencari perlindungan kepada siapa lagi selain ke negara Indonesia ?
Apakah hal itu juga dijadikan sebagai urusan keluarga dan bukan sebagai urusan negara ? Apakah seperti ini yang harus dilakukan Indonesia agar rakyatnya merasa aman dimanapun dia berada diseluruh pelosok belahan dunia ini ? bernegara, itulah kita seperti kita mempunyai peraturan tentang kematian, kelahiran, KTP di kelurahan (negara kecil) tempat kita tinggal. Bukan begitu ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: