Ekspresi seperti apa yang harus kita (Indonesia) tunjukkan ? jika Malaysia …..

29 04 2009

indonesia1Saat kasus Manohara Odelia Pinot ini mencuat menjadi kasus yang banyak mengundang perhatian masyarakat Indonesia akhirnya bermunculan juga orang-orang yang ingin meredam kasus ini dengan alasan masih banyak hal lain yang harus dipikirkan selain kasus Manohara ini. Memang alasan tersebut juga masih bisa dinalar juga akan tetapi kasus dibalik Manohara ini sebenarnya yang ingin dikejar adalah mengenai hubungan Malaysia-Indonesia yang sebenarnya Indonesia lebih sering menerima perlakuan yang tidak baik dari Malaysia. Padahal banyak sekali orang yang mengatakan kita masih saudara serumpun akan tetapi dari pihak Malaysia tidak ada inisiatif untuk merubah kelakuannya.

Indonesia sudah sering sekali mendapatkan perlakuan yang kurang baik dan tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Ada yang pro dan ada pula yang kontra mengenai hubungan antar dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia. Orang yang pro lebih banyak mengatakan kita masih saudara serumpun sedangkan rakyat Indonesia yang kontra kebanyakan telah mengungkapkan tidak terima dengan Malaysia karena rakyat Indonesia telah di perlakukan tidak baik dan sudah merendahkan derajat dan martabat bangsa Indonesia.

Selama ini orang Malaysia tidak ada yang diperlakukan tidak baik di Indonesia, kalaupun ada orang Malaysia di Indonesia juga dibiarkan seperti tidak apa-apa seperti turis luar negeri lainnya. Sedangkan orang Indonesia di Malaysia sudah banyak sekali cerita-cerita kisah nyata yang mendapatkan perlakuan tidak baik.

Yang menjadi pertanyaan besar untuk Indonesia ini adalah

Ekspresi seperti apa yang harus kita tunjukkan kepada negara lain yang telah menzalimi Indonesia ?

a. Diam saja / cuek
b. Diurus ala kadarnya.
c. Serius diusut.
d. Marah.
e. Mengamuk.
f. ada ekspresi yang lain..??????????

Indonesia sepertinya tidak memiliki pendirian tegas untuk mengambil sikapnya ketika ada suatu masalah mengenai kenegaraan. Semua masalah yang muncul hanya seperti bom meledak setelah itu tidak ada suaranya karena ada orang yang berusaha untuk meredam ataupun dialihkan dengan alasan-alasan lain.

Ada sekelompok orang yang sebenarnya ingin membendung suatu informasi berita dengan mencoba untuk mengalihkan ke pokok bahasan lain yang katanya lebih penting.

Seharusnya,

Semua informasi tidak boleh dibendung dan dialihkan ke bahasan lain, biarkan semuanya mengalir sesuai dengan jalurnya masing-masing dan masyarakat dibiarkan untuk memilih sendiri informasi mana yang ingin diketahuinya.

Semua informasi yang sudah muncul akan ditangani oleh negara sesuai dengan bidangnya masing-masing (banyak departemen, banyak menteri, banyak kepala daerah) dan dicarikan solusinya untuk kebaikan dikemudian harinya.

Contoh :

  1. Kasus Manohara biarkan berjalan terus hingga seperti apa berakhirnya cerita ini dan negara (Deplu) bertindak seperti apa ….
  2. Kasus kecurangan PEMILU biarkan semuanya mengalir dan ditangani oleh departemen yang berwenang dan yang salah seret ke pengadilan dan negara mencari solusinya untuk PEMILU berikutnya.
  3. Kasus Flu Babi biarkan informasi mengenai hal ini terus di kembangkan agar masyarakat mengetahui pencegahan dan pengobatannya dalam hal ini Departemen Kesehatan yang akan menangani kesehatan rakyat Indonesia.
  4. Peningkatan ekonomi negara diharapkan juga terus diberitakan kepada masyarakat agar mengetahui perkembangan negara ini melalui informasi ini.
  5. Dan masih banyak lagi informasi lainnya yang harus diketahui oleh semua masyarakat Indonesia dan biarkan masyarakat yang memilih sendiri mengenai informasi yang menurutnya patut diperhatikan.  Itu namanya masyarakat peduli jika semuanya bersuara dengan bermacam-macam topik bahasan. Rakyat Indonesia sudah pintar dan tidak usah diarahkan informasi mana yang diinginkannya mis. politik, kesehatan, selebriti, kriminal, hiburan, dll.

Selama ini setiap ada banyak kasus muncul selalu ada saja yang ingin mengarahkan/ mengalihkan perhatian masyarakat kepada salah satu kasus, padahal masyarakat belum tentu peduli juga dengan kasus lain (memaksakan kehendak agar masyarakat memperhatikan yang ini atau itu saja).

Yang namanya sebuah negara semua masalah harus ditangani secara tuntas secara tegas apapun itu pokok bahasannya, apapun itu masalahnya yang berkaitan dengan kenegaraan. Dan yang berkaitan dengan dalam negeri semuanya juga ditangani secara tuntas dan tegas tidak satupun kasus yang ditelantarkan.

Idealnya seperti itu, yang namanya sebuah negara yang peduli dengan segala sesuatunya

Iklan

Aksi

Information

3 responses

30 04 2009
ajib

spa c yg g bangga menjadi orang indonesia,jkalau engkau lahir d sni n amat bangga dengan MA’HAD AL ZAYTUN indramayu yg kesohor dengan SYAKH PANJI GUMILANG,emg negara lain punya

30 04 2009
ajib

malingsia yag ngaku lebih maju dari indonesia pun bnyk bljr dari ma’had al zaytun

6 05 2009
ariesbrekele

apa yg kita alami di Indonesia 10 tahun lalu adalah apa yg masih di derita rakyat Malay sekarang ini. kita pernah rasakan gimana gak enaknya hidup dlm pengekangan dan intimidasi,semuanya dikontrol pemerintah.yang bisa kita lakukan salah satunya adalah penyebaran kabar kepada para Malay adalah Betapa Nikmat dan Nyaman hidup di Negri yg menghargai Hak Individu Rakyatnya..
BAGAIMANA ? Apakah Saudara dan teman teman di MALAYSIA berani.ORANG INDON SIAP MEMBANTU ME’REFORMASI NEGRI ANDA,nanti akan kita ajarkan cara-tips-trik Lengkap dengan Instruktur dan Pasukan Rela dari Indon… semua percuma alias Gratis

Artistainer : betul sekali, nampaknya Malaysia emang sedang mendapatkan pembungkaman publik seperti di jaman Indonesia dulu. Publik dibohongi oleh penguasanya dengan pemberitaan yang baik-baik saja padahal bisa saja si penguasanya korup (mungkin khan ?). seperti Malaysiakini.com dan malaysiatoday.com sudah mendapat teguran dari pemerintah Malaysia mengenai pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: