Kedubes Malaysia tidak berani berbicara

6 05 2009

Kedutaan Besar Malaysia yang berada di Jakarta, Indonesia bisa dikatakan tidak berani memberi tanggapan mengenai unjuk rasa atau demonstrasi yang kemaren berlangsung di depan Kedutaan Malaysia. Para demonstran melempari Kedutaan Malaysia dengan telur karena selama ini pihak pemerintah Malaysia tidak menanggapi kasus Manohara ini dengan tanggap.

Dengan adanya demonstrasi yang tergabung dalam Barisan Merah Putih, pihak Malaysia menjadi lebih hati-hati dalam menanggapi kegiatan tersebut yang menuntut untuk turut ikut serta dalam menuntaskan kasus Manohara Odelia Pinot.

Duta Besar Malaysia juga tidak berani langsung memberikan tanggapan tentang demo tersebut dengan alasan sedang tidak berada di tempat. Melalui first secretary-nyna, Mohd Norhisyam Yusof menjelaskan tentang Bapak Duta Besarnya tidak berada di tempat.

Bapak duta besar tidak ada lagi di sini. Lagi kerja di luar,” jelas Mohd Norhisyam.

Secretary-nya juga tidak bisa memberikan statement karena yang berhak memberikan statement tersebut adalah Bapak Duta Besar.

Tapi yang layak memberikan statement adalah Dubes,” sambungnya.

Rupanya Barisan Merah Putih yang di pimpin oleh Silvester Matutina ini membuat gusar pemerintah Malaysia untuk bertindak hati-hati. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak juga mendapatkan kecaman karena pemerintahnya mencekal Daisy Fajarina tanpa dasar hukum yang kuat justru membantu untuk memisahkan hubungan darah antara ibu dan anaknya.

Kasus Manohara Odelia Pinot ini jangan sampai juga dialami oleh WNI yang berada di Malaysia dengan sikap pemerintah Malaysia yang kurang proaktif menangani WNI yang berada di Malaysia.

Dan lebih dari itu jangan sampai Malaysia melakukan hal yang sama terhadap warga negara Indonesia lainnya,” kata pimpinan Barisan Merah Putih – Silvester Matutina.

Aneh memang seorang Duta Besar yang fungsing untuk duduk di kantor kedutaanya justru keluyuran meninggalkan tugasnya untuk menempati kedutaannya.

Sikap Duta Besar tersebut mengundang munculnya dugaan bahwa Bapak Duta Besar Malaysia itu juga tidak memiliki hak untuk menjawab tentang kasus Manohara ini begitu juga dengan Perdana Menterinya karena semuanya tergantung kepada kerajaan Kelantan.

Jadi pemerintah Malaysia sebenarnya lebih tunduk pada kerajaannya daripada pemerintahnya sendiri. Hal itu terjadi karena negara mereka berbentuk kerajaan kalii yaaa … seperti pemerintah yang tidak mempunyai pendirian sendiri.

Kerabat kerajaan duduk manis berfoya-foya, pemerintahnya kerepotan mengurus negara Malaysia yang begitu rumitnya dengan batasan-batasan tertentu. Negara yang capek…

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: