Kasus Manohara sudah disampaikan ke PBB (United Nation)

12 05 2009

Kasus Manohara Odelia Pinot ini ternyata tidak mendapatkan tanggapan dari Malaysia agar segera ditindak lanjuti untuk penyelesaiannya. Tanpa pantang menyerah Daisy Fajarina sebagai ibu kandung Manohara Odelia Pinot, istri yang dianggap sebagai properti Tengku Temenggong Muhammad Fakhry terus berjuang walaupun hujan lebat mengguyur Jakarta untuk menuju ke kantor DPP Hanura dan perwakilan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau UN (United Nation) di Jakarta.

Daisy Fajarina bersama Laskar Merah Putih berbondong-bondong  untuk menyampaikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh penguasa Malaysia yang tak lain terjadi  pada putri kandungnya Daisy, Manohara Odelia Pinot. Kasus tersebut belum bisa terselesaikan secara tuntas dan Daisy melaporkan pelanggaran kemanusiaan tersebut kepada PBB.

Kenapa kita ke kantor perwakilan PBB, biar PBB melihat bahwa ada hak azasi manusia yang dilanggar dan Alhamdulillah kita ditemui oleh pihak perwakilan dengan baik dan surat resmi yang kita masukkan akan mereka teruskan kepada pihak yang terkait di Lembaga PBB,” ujar Daisy.

Rombongan dari Laskar Merah Putih ini diterima untuk berdialog dengan memasuki kantor perwakilan PBB tersebut yang didampingi oleh Erwin Mangun, Sekjen Laskar Merah Putih dan Monang SH, kuasa hukum Laskar Merah Putih.

Sebelumnya Laskar Merah Putih juga sempat berorasi di depan kantor perwakilan PBB dengan meneriakkan “Ganyang Malaysia“. Yel-yel tersebut dilontarkan karena perasaan marah terhadap pemerintah Malaysia yang tidak menghargai bangsa Indonesia.

Pemerintah Malaysia telah merenggut Pulau Ambalat, banyak kasu TKI tidak terselesaikan, budaya Indonesia yang di adopsi oleh mereka seperti Reog (silahkan lihat di heritage.gov.my dengan nama Tarian Barong) mereka mengatakan cerita legendanya mengenai nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan hewan, kemudian burung merak yang berada diatasnya harimau melindungi putri raja dari serangan musuh(mereka mengarang sendiri). Link “ketahui lagi” sekarang sudah di non aktifkan. Kalo Malaysia ingin berdebat mengenai akuisisi budaya reog ini juga diperbolehkan di blog ini.

Sekarang kasus Manohara yang dijadikan properti penguasa Kelantan, Malaysia tidak ada penyelesaian yang berarti dari pihak Fakhry.

Yang penting semua milik Indonesia jangan sampai di tangan Malaysia, kalau mereka ingin menggunakan sesuatu dari milik Indonesia harus membayar royalti kepada negara Indonesia.

Mereka beralasan karena serumpun agar bisa ikut menikmati semua milik Indonesia. Bayangkan jika hal itu sudah berlangsung selama 50 tahun ke depan mereka akan mengaku itu memang budaya mereka dan mereka bisa menjual budaya kita ke dunia internasional dengan mengatasnamakan Malaysia dan bukan berasal dari Indonesia.
Contoh : reog baru masuk ke Malaysia sekitar 80 tahun lalu atau sekitar tahun 1920-an karena ada penduduk Jawa yang pergi ke Johor, Malaysia. Mereka sudah berani mengatakan itu budaya dari Johor dan ramainya demo di Indonesia sangat disayangkan oleh mereka karena tarian ini sebenarnya untuk mempererat hubungan karena kita serumpun.

Kita menggunakan budaya Barongsai tetap menceritakan legenda asli dari China(ini penghormatan Indonesia kepada budaya China), Malaysia sudah memiliki cerita legenda sendiri mengenai Reog/Tarian barong (ini namanya pencurian).

Siapa yang akan di untungkan ?
Sikap seperti apa yang harus kita tunjukkan kepada Malaysia ?

Memang topiknya udah melenceng dari judul tapi masih berhubungan dan menceritakan tentang perilaku Malaysia terhadap bangsa Indonesia.

Iklan

Aksi

Information

6 responses

13 05 2009
othman

@artistainment!
Usah api2 kan!kamu memang cemburu dengan kejayaan MALAYSIA! dahulu semasa pra kemerdekaan kami akui banyAk yang NEGARA MALAYASIA belajar dari negara AGUNG INDONESIA,ramai pelaJar2 malaysia belaJar di INDONESIA ,ilmu yang di perolehi itu di pratikan untuk memajukan negara MALAYSIA,terlalu besar Jasa negara INDONESIA kepada MALAYSIA,
contoh DAHULU PERTAMINA MENGAJAR PETRONAS(PETROLIUM MALAYSIA)
CARA UNTUK MENGALI MINYAK;SEKARANG PETRONAS TELAH BERJAYA MENEROKA DI 30 BUAH NEGARA UNTUK MENGALI MINYAK,PETRONAS MEMPUNYAI BERIBU2 POM MINYAK TERMASUK DI INDONESIA,DENGAN HASIL YANG DI DAPAT DI PULANG KAN KEPADA RAAYAT DENGAN MEMBERI PENDIDIKAN PERCUMA ,PERUBATAN PECRUMA DAN BERMACAM2 LAGI ,TENGOK APA YANG TEJRADI DENGAN PERTAMINA KOMPLEK PERTAMINA MASEH SAPERTI DAHULU SEDANG KAN PETRONAS MEMPUNYAI TWIN TOWER YANG TERTING DI DUNIA,BISA MENAJA LUMBA MOTO F1 DI MALAYSIA,PERTAMINA TAK BISA MENGADA KAN POM2 MINYAK WALAU SATU PUN,INI SEMUA ADA LAH SALAH PEHGURUSAN, YANG BAIK JADIKAN PELAJARAN ,JANGAN MALU!!!!DENGAN PEMBANGUNAN YANG PESAT INI NEGARA INDONESIA DAPAT MERASAKAN JUGA TEMPIAS NYA ,DENGAN KEMASUKAN HAMPIR 3 JUTA ORANG TKI,MENCARI REZEKI DI MALAYSIA KITA HARUS SALING BANTU MEMBANTU ANTARA SATU DENGAN LAIN BUKAN NYA MENCARI MUSUH.
@artistainment,
gunakan bloog kamu untuk memaju kan negara bangsa bukan untuk mengapi2 MALAYSIA dan INDONESIA,

Artistainer: Bagaimana dengan TKI yang pulang tanpa nyawa, cacat fisik, cacat mental akibat dari ulah warga Malaysia ? Pulau Ambalat ? perbatasan yang bergeser ? Sudah tahu Indonesia berjasa dengan Malaysia, seperti itukah balasanmu ? Kami tidak akan mengungkit jasa baik kita (Indonesia) kepada Malaysia jika Malaysia tidak melakukan tindakan bodoh kepada Indonesia (penolong Malaysia).
Anda menyebut Indonesia sebagai negara Agung (terima kasih tapi kita tidak butuh itu), bagaimana dengan munculnya sebutan Indon yg berkonotosi negative ?

Sudah ditolong kok justru memukul si penolong.

15 05 2009
othman

@ Artistainer!!!! Opera Pernikahan Manohara Sang Dara Cantik Jelita Dengan Pangeran Kelantan, Mari Hormati Privacy Mereka & Jangan Semakin Dinistakan !

Artistainer : entah Opera, hormati privacy, pernikahan, Manohara, Daisy, Fakhry semua tetap akan ditembus dan yang terpenting dari pihak fakhry harus segera menanggapi dengan cara yang satria layaknya seorang pendekar yang bertarung bersama untuk mencari kebenaran yang sejati, bukan hanya diam dan tidak melibatkan diri yang hanya mengirim orang lain. Kalo anda menyebut menistakan jawabannya adalah TIDAK, karena semuanya ini hanya ingin memperoleh KEBENARAN SEJATI dari kedua belah pihak kalo cuman sepihak berarti kebenaran itu masih berjalan pincang. Daisy siap bertarung maju di garis depan kemudian Fakhry tidak siap bertarung dengan bersembunyi dibalik istana emasnya, siapa yang kalah dan siapa yang menang tidak menjadi masalah yang penting ingin tahu KEBENARAN SEJATI. Jika Fakhry dan Manohara tidak turun sendiri menuntaskan masalah ini, kebenaran masih belum ada/masih pincang. Boleh anda menuduh kami yang mencari KEBENARAN ini dengan tuduhan telah menistakan pihak Fakhry tapi kalo boleh menuduh juga sih anda ini orangnya cuek, dan maunya tidak ada keributan/tidak ada gangguan dan tidak mau diganggu…..Cooling down aja bro…

Jakarta 10 Mei 2009 (KATAKAMI) Sudah sebulan terakhir ini, nama Malaysia menjadi buah bibir yang tak terelakkan lagi di Indonesia. Sayang, pergunjingannya justru seputar kehidupan pribadi dari Manohara dengan Putera Mahkota Kerajaan Malaysia.

Jujur saja, ribut-ribut yang sangat ribut dari Ibunda Manohara (Daisy Fajarina, Red) tentang rumah tangga sang putri MANOHARA ODELIA PINOT yang sangat amat cantik jelita ini rasanya sudah terlalu berlebihan dan tidak disadarinya membuka aib diri sendiri yang patut dapat diduga telah gagal menjalankan kodratnya sebagai seorang ibu yang baik. Jika ia seorang ibu yang baik, sejak awal tentu tak akan mengizinkan Manohara menikah di usia yang relatif muda.

Manohara dinikahi Pangeran Kerajaan Kelantan Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry.

Kurang bijaksana jika bola liar pemberitaan seputar rumah tangga Putera Mahkota Kerajaan Malaysia dibiarkan terlempar kesana kemari.

Semua media massa juga harus bisa dengan cerdas menahan diri untuk tidak memuntahkan aib rumah tangga Putera Mahkota Malaysia ini secara berlebihan. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Jangan karena Ibunda Manohara adalah warga negara Indonesia maka semua media massa di Indonesia ramai-ramai menyerang Malaysia. Mari kita lebih berimbang dalam memberitakan hal yang dampaknya bisa mempengaruhi hubungan diplomatik dan persahabatan antar kedua negara.

Kami justru samasekali tidak ingin menyentuh isu seputar Manohara dalam konteks “gedebak-gedebuk” rumah tangga Manohara – Fachry. Alangkah bodohnya seorang Manohara jika pura-pura tersenyum manis tampil bersama sang suami dan Keluarga Besar Istana Kelantan Malaysia, sementara media massa di Indonesia habis-habisan mencaci-maki Sang Pengeran.

Jika ia disiksa, bicaralah disana dan keluarkan isi hati secara terbuka.

Jangan sok bersandiwara dan penuh kamuflase.

Jika pemberitaan dibuat menjadi sangat “horor”, maka patut dapat diduga senyum Manohara adalah senyum yang memuakkan penuh sandiwara. Tak tertutup kemungkinan, akan ada yang menganggap bahwa senyum Manohara adalah senyum dari seorang menantu yang mencoreng muka dan martabat Keluarga Kerajaan.

Padahal Manohara, sebenarnya membuat kita di Indonesia ikut bangga dan senang bahwa ada seorang anak bangsa yang berparas begitu cantik jelita. Luar biasa cantiknya. Walau papanya berdarah Perancis, tetapi darah Indonesia sangat kental terlihat dalam diri Manohara.

Tapi ada satu hal yang Manohara harus sadari bahwa kekerasan dalam rumah tangga siapapun dimuka bumi ini bisa dipersoalkan dan diperkarakan di muka hukum.

Jangankan di Malaysia, di Indonesia ini saja semua kejahatan seputar “kekerasan dalam rumah tangga” sudah dijadikan agenda penting bagi semua isteri dimanapun mereka berada. Laporkan pada Aparat Keamanan disana.

Bukan malah sok senyum sana senyum sini !

Bodoh sekali jadi perempuan (siapapun mereka) yang diam saja jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dan malah sok tenang seakan tak terjadi apa-apa.

Jika kami yang jadi Keluarga Kerajaan, maka kami akan tersinggung karena hanya ulah seorang perempuan dibawah umur yang ibunya ngoceh kebanyakan kesana-kemari.

Tentu tersinggung karena negara sahabat yang menjadi tetangga terdekat jadi ramai-ramai menghujat hanya karena masalah pribadi.

Pakai dong otak dan hati nurani yang jernih dalam menyelesaikan permasalahan pribadi yang sangat sensitif.

Tidakkah dipertimbangkan bahwa hancurnya martabat Keluarga Kerajaan akibat dihina sebegitu rendah di negeri tetangga justru akan merepotkan dan merugikan Manohara.

Lama-lama ia bisa diceraikan dan disingkirkan dari Keluarga Kerajaan. Tetapi kalau memang niatnya ingin diceraikan oleh Sang Putra Mahkota, ya monggo saja.

Apa memang perceraian yang diinginkan ? Atau apa ?

Ibunda dari Manohara harus lebih bijaksana dan menahan dirilah sedikit. Jangan manfaatkan media massa untuk ramai-ramai menghujat Keluarga Kerajaan Malaysia. Anda seorang ibu dan kodrat dari seorang ibu adalah menjadi perempuan yang dengan sangat mengagumkan akan melindungi dan mendukung anak-anaknya.

Melindungikah namanya, jika menantu anda yang notabene seorang Putra Mahkota Kerajaan anda permalukan sebegitu nista ?

Melindungikah namanya, jika akhirnya nanti provokasi di media massa akan membuat Manohara menjadi janda kembang di usia yang relatif muda ?

Dan perlu diketahui bahwa gunjang-ganjing soal aib rumah tangga Manohara justru membuat gendang telinga sebagian masyarakat Indonesia juga menjadi sakit dan gerah untuk terus mendengarkan hal semacam ini.

Shut up !

Tutup mulut jika seluruh isi pembicaraan hanya berisi hujatan dan kalimat-kalimat memojokkan. Permasalahan yang seberat apapun, pasti akan bisa diselesaikan dengan solusi yang sangat manusiawi.

Tetapi, akan sulit menemui solusi yang “happy ending” jika cara menyelesaikannya mental kesana-kemari bagaikan bola liar tak terkendali.

Jangan salahkan POLRI yang seakan tak mau menangani masalah ini.

Tentu POLRI akan menjalankan tugas mereka dengan profesional. Apalagi ini skup-nya internasional, dan menyangkut Keluarga Kerajaan Malaysia.

Ada etika profesi yang harus dipatuhi dan dilaksanakan POLRI dalam menjalin koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

Begitu juga Departemen Luar Negeri yang berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri Malaysia.

Tolonglah, bijaksana sedikit. Hargai rumah tangga anak. Dan hormati martabat dari Keluarga Kerajaan Malaysia. Kita ini bisa dianggap sebagai bangsa penghujat yang tidak bijaksana.

Semua cerita seputar Manohara, mayoritas berisi dengan kata awal “Katanya Katanya Katanya”.

Semua orangtua, hendaklah merenungkan kalimat maha indah dari Puisi Khalil Gibran ini :

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)

Ibu Daisy Fajarina, dalam bahasa yang lebih sederhana adalah sebagai orangtua yang harus dipegang dalam mendidik dan mendampingi perjalanan hidup anak adalah, “Tut Wuri Handayani”.

Biarkan anak menentukan jalan hidupnya dan ketika ia memang menghadapi masalah maka si anak yang akan memutuskan apakah ia meman membutuhkan pertolongan anda sebagai orangtua. Bukan anda yang harus berteriak-teriak sehisteris mungkin bahwa seolah-olah anda yang lebih tahu tentang isi rumah tangga si anak yang tinggal di negeri seberang.

Dalam budaya Tapanuli, dikenal istilah “Anak on i, do hamoraon di ahu”. Artinya, Anak saya adalah kekayaan saya yang paling utama didalam hidup. Semua manusia di muka bumi ini, pasti akan sangat mencintai anak-anak mereka dengan sepenuh hati dan dengan sepenuh jiwa. Tetapi anak bukanlah barang jajahan kita.

Percayakan segala sesuatunya pada proses dialog dengan pendekatan kuktur yang menyentuh hati.

Sekali lagi, seperti yang dikatakan dalam puisi Khalil Gibran, “Anak kita bukanlah kita, anak adalah titipan yang diberikan kepada kita”. Jika memang Pemerintah Indonesia, diminta untuk membantu penyelesaian yang terbaik maka Ibu Daisy Fajarina juga harus mengendalikan dirinya (terutama mengendalikan semua perkataan di media massa).

Putri anda menikah dengan anak bangsawan yang sangat dihormati, sehingga jangan menganggap pihak besan saja setara dengan seonggok sampah. Jagalah perasaan mereka dengan tidak membeberkan lebih banyak lagi aib atau kritikan-kritikan yang sangat tajam menusuk hati.

Dan untuk Manohara, tersenyumlah selalu dengan manis. Dihadapan mertua, suami dan rakyat di Kerajaan Kelantan Malaysia. Agar mereka tahu bahwa seorang dara asal Indonesia adalah pesona nan abadi sepanjang masa sehingga tak ada lagi derita atau siksa pada dirimu.

Keep smiling, Dear !

Keep smiling, Our Sweet Little Sister !

Keep Smiling, Princess Mano !

(MS)

Filed under: Uncategorized , manohara
BLOG KATAKAMI YANG BISA DI AKSES & DIBACA :
ANTARA NEWS
KOMPAS ONLINE
MABES POLRI
REPUBLIKA
VOICE OF AMERICA (VOA)
WHITE HOUSE
http://WWW.KATAKAMI.COM
http://WWW.REDAKSIKATAKAMI2.WORDPRESS.COM
http://WWW.THEBLOGKATAKAMI.WORDPRESS.COM
ASKIMET
1
komentar spam
diblokir oleh
AkismetTULISAN UTAMA DI KATAKAMI
Ke Dalam Penjara Aung San Suu Kyi Ternyata Kembali & Jenderal Than Swe Yang Pongah Seakan “Menang”
Ampun Gusti, Satpamnya Kandidat Cawapres SBY (Boediono) Menabok Kepala Wartawan SCTV Sampai Bocor Berdarah-Darah. Sadis Sekali, Merasa Paling Jago Ya ?”
Mengapa Jabatan Kapolri & Wakapolri Hanya Dikuasai Oleh Angkatan 1974 Saja ? Demi Terwujudnya Regenerasi, Posisi Wakapolri Perlu Diganti !
Opera Pernikahan Manohara Sang Dara Cantik Jelita Dengan Pangeran Kelantan, Mari Hormati Privacy Mereka & Jangan Semakin Dinistakan !
Kabinet Obama Lalui 100 Hari Pertama Dengan Rapor Biru “Excelent”, MANTAP Barry !
Terkenang Saat Antasari Nyanyi Juwita Malam Tapi Kini Dipenjara, Selamat Polda Metro Jaya , Periksa Gories Mere, Lalu SBY Didesak Copot Kapolri BHD
Ya Ampun, Patut Dapat Diduga Ada Oknum Bak “MONSTER MAFIA” Yang Jadi Makelar Pembunuhan Nasrudin Hendak Merusak Nama Baik INSTITUSI POLRI
Dunia Bagai Panggung Sandiwara Dibalik Kasus Nasrudin, Antasari & “Neng Geulis” Rani Julianti, Lalu Mengapa POLRI Belum Tangkap Bekas Caddy Itu ?
Sungguh Tragis Jika Patut Dapat Diduga Karier Antasari Azhar Berujung Pada Kasus Pembunuhan Ala Mafia Yang Sadis
Kami Akan Laporkan Pada Presiden Obama, Dewan Keamanan & Komisi HAM PBB, UNODC & Mahkamah Internasional, Patut Dapat Diduga POLRI & BIN Melanggar HAM
Dalam Rangka Peringatan 100 Hari Pertama, Gedung Putih Publikasikan Pidato & Foto-Foto Presiden Barack Obama
Kepada Komjen GM, Patut Dapat Diduga ANDA Yang Masih Terus KALAP Merusak KATAKAMI, Tahu Diri Dong. Kami Perlu Bekerja, Kayak Jagoan Saja Anda Itu
Kabinet Obama Lalui 100 Hari Pertama Dengan Rapor Biru “Execelent”, Mantap Barry !
Jika Patut Dapat Diduga BHD Biang Kerok Utama Yang Memaksa POLRI Tidak Netral Demi SBY, Rakyat Indonesia Minta BHD Dicopot Agar Tidak Merusak POLRI !
Hentikan Pembungkaman Dan Brutalisme Pengrusakan Media Massa, Stop The Violence !
VodPodPod
Kutiman-Thru-you – 01 – Mother of All Funk Chords 259 views13 May 0901 Mega Shark vs Giant Octopus trailer 394 views12 May 0902 Timberlake and Samberg: “Motherlover” 1608 views10 May 0903 Mom Jeans — SNL 2790 views08 May 0904 Michael Bay’s “My Little Pony” 870 views08 May 0905
see all 615 videos > I collect with vodpod
Previous 5
Next 5
Top Clicks
images.goo…
images.goo…
kompas.com
antara.co.…
images.goo…
republika.…

Frontpage
Return home Browse
By topic

17 05 2009
sita

Ibu Daisy..sikap anda yg demikian tdk membuat permasalahan malah jadi clear tapi malah semakin membuat anda sulit buat bertemu Mano, jangan lupa anak ibu di Kelantan mendapat gelar kehormatan..bukan sebagai selir, ibu dengan sadar menikahkan Mano yg masih dibawah umur itu saja sdh membuat point ibu minus..bagaimana Pemerintah mau ikut campur? ini masalah keluarga bu…anda bilang anak ibu tertindas? mengalami KDRT ..kalau mmg iya ibu tunjukkan bukti2nya di depan publik spt yg sudah2 ibu lakukan..semakin lama ibu semakin membuka bobrok ibu sendiri, saya prihatin dengan apa yg terjadi pada ibu sekarang, tapi percayalah bu..apa yg sudah ibu tanam akan ibu tuai sendiri.

17 05 2009
nina

iya, lama kelamaan saya melihat ada yg salah dalam kasus manuhara ini..ibu daisy terlalu banyak bicara dan sungguh bahaya kl membawa masalah ini kedalam konteks hubungan berbangsa dan bernegara karena didalamnya ada sistem yang harus dipatuhi tidak semudah apa yg ibu daisy pikirkan. Mari kita berpikir jernih dan meletakkan segala sesuatu pada konteksnya, bukan hanya ikut-ikutan dalam berpikir dan bertindak apalagi ini menyangkut hubungan antara dua negara lepas dari segala kelemahan yang pernah terjadi dalam hubungan itu kita harus menilai secara proporsional. Kita tidak ingin terjadi perang troya kan,..hanya gara-gara seorang manohara, kl ada penyelesaian yang lebih bijak. Secara pribadi meskipun saya juga tidak senang dengan kasus-kasus tragis yang dialami TKI kita di malaysia, tapi baiklah itu sebagai bahan untuk introspeksi diri agar kita menyadari apa kesalahan dan kelemahan kita kenapa dengan kekayaan alam yg melimpah ruah ini kita kalah jauh dari mereka…mungkin kita bisa belajar dari mereka untuk hal2 yang positif..yang jelek kita buang jauh, tapi yang baik kita pegang sebagai pedoman. GOD BLESS…

25 05 2009
asrol

sila lihat kebenaran di blog ini,
manohara hidup baik-baik saja di malaysia.

http://rakyatkelantan.blogspot.com/
Artistainer: yaah hanya seperti ini yang bisa dilakukan oleh orang kelantan dengan hanya pamer-pamer foto saja. silaturahim sudah tidak ada antara anak dan ibu kandung. Sesibuk apakah perempuan kecil bodoh yang katanya dimuliakan ini di Kelantan ?

5 06 2009
geulist133

Lagak gede, mau bawa ke PBB segala
VISUM dulu lah.
diperiksa dokter aja belom, udah koar koar segala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: