Satu bukti lagi bahwa Manohara dikekang oleh Kelantan

27 05 2009

klik gambar diatas jika ingin baca surat tersebut

Sebelum membaca kalimat-kalimat dibawah ini perlu dimengerti bahwa semuanya ini adalah proses menyelidiki mencari kebenarannya dengan memberikan kalimat berupa sentilan-sentilan agar mereka yang terlibat bisa saling bekerjasama, saling mendukung menyelesaikan masalah ini dengan sangat relevan. Bukan bermaksud memfitnah tetapi agar tergugah hatinya untuk mempercepat proses penyelesaian.  Kalau sekedar pamer foto-foto sih… anak kecil bisa melakukan hal itu …. Benar tidak ?

Masyarakat kelantan ataupun dari orang-orang terdekat kesultanan Kelantan yang telah menyebar foto-foto munafiknya memang tidak tahu isi hati Manohara Odelia Pinot sesungguhnya seperti apa. Mereka hanya ingin memperkuat alibinya agar Manohara tetap duduk disamping kursi sebagai istrinya sang pangeran dan namanya tetap harum mewangi. Kalau ternyata terbukti memiliki perilaku buruk, apakah akan tetap diharum-harumkan dan dipuja-puja. Yang namanya sebaik-baiknya manusia (rajapun juga manusia) bisa saja berperilaku buruk.

Pepatah mafia mengatakan begini : “Kita memang berperilaku buruk atau kotor untuk kepentingan dan keuntungan kita sendiri. Akan tetapi  jika terlihat atau ketahuan kotor oleh mereka, buatlah seakan-akan bersih dan bagus untuk mereka yang tahu perilaku kita sebenarnya.”   Sebagian proses pembersihan, beberapa kasus ada yang dengan cara pembunuhan untuk membersihkan noda yang bandel, kalau sekarang perlu hati-hati untuk melakukan yang satu ini.

Memang patut atau layak diduga bahwa Fakhry telah mengekang Manohara Odelia Pinot sebagai seorang manusia, bukan Manohara sebagai Cik Puan Temenggong (gelar yang tak ada gunanya jika ingin menjadi manusia yang seperti manusia sebenarnya).

Manohara dengan diberi gelar CPT justru menjadi Manohara yang menjadi pribadi lain yaitu menjadi artisnya kerajaan untuk berperan sebagai istri pangeran.

Semua perkiraan ini atas dasar suara Manohara dalam keadaan isak tangisnya ketika di telepon oleh Daisy Fajarina di depan Datuk Kadar Shah dan media infotainment di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Telepon pertama Daisy tidak diangkat oleh Manohara kemudian yang kedua diangkat oleh Manohara dalam bahasa Perancis (artistainer:mungkin takut diketahui Fakhry).

Manohara minta tolong. Dia mengaku sakit, dalam artian secara fisik,” ungkap Daisy.

Hatinya Datuk Kadar Shah sebagai seorang bapak merasa tergugah dengan kejadian yang dilihatnya dengan matanya sendiri dan memberikan tanggapannya tentang apa yang dilihat dan apa didengarnya itu.

Very emotional,” kata Dato Kadar Shah menanggapi kejadian tersebut.

Saya saja sebagai Bapak tidak bisa bicara dua hari saja dengan anak saya sudah bingung. Apalagi ini ibu Daisy yang sudah sekian lama tidak bisa berbicara dan bertemu dengan anaknya.” tambahnya.

Permohonan Daisy kepada pemerintah untuk ikut membantu diungkapkan lagi setelah mendengar tangisan Manohara melalui telepon yang kemudian terputus karena diambil oleh Tengku Fakhry.

Saya berharap pemerintah juga bisa ikut membantu dalam hal ini,” harapnya.

Sebelum telepon terputus karena diambil Tengku Fakhry (artistainer: Fakhry masih diduga telah merebut telepon Manohara karena semua tahunya hanya terputus saja), Daisy masih ingin menyampaikan support kepada putrinya agar tetap kuat menjalani hidup.

Dan yang saya sesalkan tadi saya tidak sempat memberikan dukungan untuk dia kuat, karena sudah keburu telepon diambil oleh Tengku dan sekarang sudah tidak bisa dihubungi lagi,” pungkasnya.

Bukti otentik kedua yaitu kejadian yang dialami oleh Datuk Kadar Shah setelah dari Jakarta pergi ke Kelantan, Malaysia untuk menemui Manohara. Akan tetapi Datuk Kadar Shah telah dikecewakan oleh Fakhry karena sebelumnya Fakhry berjanji Datuk Kadar Shah bisa menemui Manohara. Datuk Kadar Shah berkesimpulan memang ada kesan Manohara memang dikekang atau dibatasi.

Waktu itu, Tengku beralasan Manohara tidak sehat,” kata Dato Kadar Shah di Hotel Grand Hyatt, Selasa (26/5).

Biasanya Fakhry menggunakan strategi berpiknik ria untuk menghindari kejaran-kejaran tentang masalah ini. Namun sekarang berbeda dan munculah pertanyaan jika Fakhry berperilaku seperti orang Indonesia jika tertimpa masalah langsung mengatakan alasan “sakit” (hanya dijadikan tebeng).

Sakit apa ?
Apakah dengan kondisi sakit kemudian tidak bisa ditemui ?
Apakah dengan kondisi sakit tidak bisa berpikir dan berbicara ?

Datuk Kadar Shah tetap berpikiran positif dan tetap ingin bertemu dengan Manohara.

Bagi peluang untuk berbuat baik, tidak boleh tak kasih peluang,” ujar Datuk Kadar Shah.

Jika Datuk Kadar Shah sudah bertemu dengan Manohara dalam kondisi tanpa adanya tekanan darimanapun, Datuk ingin memberikan satu pertanyaan inti.

Hanya satu yang akan saya katakan kepada dia, ‘Are you happy?’ Saya akan tanya tanpa orang lain,” tandasnya.

Pernyataan Datuk Kadar Shah ini yang patut dicermati, dimengerti, dipahami oleh semua orang yang memperhatikan kasus Manohara ini. Terutama orang yang telah menyebarkan foto-foto mesra atau foto yang tidak kejadian apapun terhadap Manohara. Manohara dalam keadaan baik-baik saja atau tidak, yang berhak berbicara harus Manohara sendiri.

Pesan dari Artistainer (pemilik blog ini) kepada Manohara jika dirinya bisa mengakses internet.

Ketika kamu sudah diberi kesempatan berbicara jujur kepada publik, saat itulah penentuan nasib dari hidupmu selanjutnya dan saat itu juga publik jadi tahu jalan cerita sebenarnya dari kasus ini. Jika Manohara berbicara bohong demi kepentingan kehormatan kesultanan Kelantan didepan publik, resiko ditanggung sendiri dan publik tidak akan ikut campur

Datuk Kadar Shah juga mengatakan hal yang sama untuk mau menyelesaikan masalah ini dengan baik, dengan mempertaruhkan nama sultan dan kerajaan menjadi tercemar gara-gara satu orang.

Ini masalah keluarga. Kita tidak tahu perasaan mereka. Kita belum bertanya kepada Manohara untuk lepas bicara. Jelas ini mau menyelesaikan masalah dengan baik. Jangan sampai nama baik Sultan dan kerajaan cemar oleh satu orang,” tambah Datuk Kadar .

Siapakah satu orang yang dimaksudkan Datuk Kadar Shah ini ? Manohara atau Fakhry ?

Perlu diketahui juga bahwa Datuk Kadar Shah ini memang secara resmi telah ditunjuk oleh keluarga kesultanan Kelantan untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian cerita mengenai wakil Kelantan sebelumnya, Ichsan status selanjutnya seperti apa ? Kesultanan Kelantan sedang mengobral penunjukkan wakil-wakilnya dan tidak mau menyelesaikan sendiri masalah ini.

Saya sudah ketemu dengan Ibu Tumenggong (pimpinan, ketua atau godfather-nya Kelantan), dan saya telah menasehatkan perkara ini untuk diselesaikan, dan diterima secara baik oleh Ibu Temenggong. Jadi tidak ada masalah ibu Daisy untuk bicara dengan Manohara,” ujarnya.

Keinginan untuk bisa mempertemukan Daisy dengan Manohara merupakan harapan Datuk Kadar Shah selanjutnya.

Ini first step, tanggung jawab saya untuk menyelesaikan secara baik, jadi saya mesti ketemu dengan Manohara karena saya sudah diberi kepercayaan dari keluarga. Kalau ini tidak berjaya, kalian tahu siapa yang benar dan salah,” pungkasnya.

Pada hari Jumat mendatang (28 maret 2009), Datuk Kadar Shah akan bertemu dengan Fakhry lagi.

Nanti kita akan coba untuk mempertemukan Tumenggong di Singapura atau di mana saja yang patut,” imbuh Dato.

Yang saya mau sekarang adalah pertemukan ibu Daisy dengan anaknya. Itu yang terpenting bagi saya,” tandasnya.

Kejadian yang terakhir ini membuktikan BAHWA disinyalir memang sangat kuat sekali ada sesuatu yang disembunyikan oleh Fakhry mengenai Manohara ini.

Apakah Kelantan akan ingkar janji lagi dengan berbagai alasannya ?

Kapankah Manohara muncul dan berbicara tentang perasaan hatinya ?

Apakah nantinya Manohara akan mengorbankan perasaannya demi kepentingan Kerajaan Kelantan selamanya?


Aksi

Information

2 responses

28 05 2009
othman

@artistainer,
usah perjuangkankan nasib Mano yang hidup nya agak senang!
PERJUANGKAN NASIB ANAK BANGSA YANG HIDUP MELARAT!MENGEMIS DI BUMI BERTUAH!!JANGAN JADI DOUBLE STANDARD!!!!

artistainer : Semua ini hanyalah memperjuangkan rasa kepedulian. Kepedulian yg anda mau itu sudah diterapkan di blog lainnya(mungkin ini yg anda mau). Mano hanya salah satu kasus saja (kasus yang dijadikan jembatan untuk memperbaiki perilaku orang Malaysia terhadap orang Indonesia) . Baru saja (kemarin hari) mayat orang Indonesia (MATI) tepatnya orang Tegal, Jawa Tengah yang bernama Katini (20 tahun) dikirim dari Malaysia ke Indonesia. Report dari perusahaan jasa TKI mengatakan dia mati karena kecelakaan akan tetapi ada dugaan dibunuh oleh majikannya (KBRI di Malaysia). Majikannya sudah ditahan polisi Malaysia. APAKAH nantinya kasus seperti ini juga akan dimasukkan peti bertuliskan “CASE CLOSED” atau dibekukan seperti kasus-kasus TKI yang mati sebelum-sebelumnya ?

1 06 2009
Upi

Kl yg kelihatan nyata tidak diperjuangkan haknya..bagaimana dgn yg tidak kelihatan..kl kasus manohara tidak dipedulikan,selayak indonesia diam saja diludahi mentah2 oleh malaysia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: