Nadine: Tegakkan keadilan soal Prita Mulyasari

8 06 2009

Rumah Sakit International OMNI selama seminggu terakhir ini menjadi perhatian publik mengenai kasus Prita Mulyasari yang dipenjara karena mengirim email tentang keluh kesahnya mengenai pelayanan Rumah Sakit OMNI yang dialaminya kepada 10 temannya.

Masyarakat banyak yang menghujat rumah sakit tersebut akibat tindakannya yang arogan dengan membawa kasus Prita ini ke jalur hukum tanpa ada ajakan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu. Akibat tindakan Rumah Sakit tersebut Prita sebagai konsumen RS OMNI akhirnya ditahan hingga 3 minggu di lapas Tangerang.

RS OMNI Tangerang mengambil keputusan melaporkan Prita kepada pihak dikarenakan sudah mengalami kerugian akibat emailnya Prita yang telah beredar banyak di Internet.

Nadine Chandrawinata yang dimintai pendapatnya tentang kasusnya Prita ini hanya menginginkan keadilan harus bisa ditegakkan dan jangan sampai ada yang dirugikan.

Kalau saya sih yang penting keadilan harus ditegakkan jangan sampai ada yang dirugikan,” kata Nadine.

Jika Nadine mengalami gangguan kesehatan, dirinya mengaku cukup konsultasi dengan tante-tantenya.

Aku selalu konsultasi dulu sama sodara kalau emang sakit,” ujar perempuan penyuka olahraga menyelam itu.

Sebelum menulis lebih lanjut tentang kasus Prita ini perlu digaris bawahi bahwa tulisan ini adalah sebuah opini dari salah satu masyarakat.

Ibu Prita Mulyasari ini sebenarnya juga sudah memiliki strata yang lebih tinggi baik dari segi ekonomi, pendidikan dan lebih luas wawasannya tentang segala hal daripada rakyat jelata yang tidak tahu tentang sesuatu hal. Ibu Prita yang memiliki wawasan lebih saja menjadi korban dari hukum dan korban dari lembaga pelayanan masyarakat yang arogan, apalagi rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Apa yang terjadi pada rakyat jelata yang tidak tahu hukum, tidak tahu harus bersikap jika telah dirugikan oleh suatu lembaga layanan masyarakat seperti rumah sakit. Jawabannya adalah pasti DIAM saja dan MENURUT saja padahal telah dirugikan oleh suatu perusahaan. BENAR ?

Ibu Prita ini sebenarnya tidak tahu harus mengeluh kepada siapa lagi atau harus komplain kemana lagi tentang kerugian (non-materi) yang dialaminya karena dirinya sudah meminta rekap medisnya kepada yang bersangkutan (RS OMNI) akan tetapi tidak diberikan dengan alasan hasil analisanya mengalami kesalahan.

Kalaupun komplain ke RS OMNI tentang pelayanan RS OMNI jawabannya mungkin keputusannya hampir sama dengan yang sudah dilakukan Prita sebelumnya dan dengan alasan yang sama pula (siklus problem). Maka dari itu mungkin Prita menganggapnya sudah percuma komplain kepada lembaga yang pelayanannya salah kepada lembaga yang sama pula kemudian Prita berbagi pengalamannya ke 10 temannya  dengan mengirimkan via email.Eh.. malah dipenjara.

Kalau ingin diambil jalan tengahnya, seharusnya RS OMNI memanggil kembali Prita Mulyasari kembali setelah terdengar kabar bahwa ada email yang beredar dari Prita. Setelah Prita memenuhi panggilan dan datang ke RS OMNI kemudian ditanyakan kembali apakah benar email tersebut dari Prita ? Jika iya, RS OMNI paling tidak harus meminta maaf jika pelayanannya kurang memuaskan karena Prita adalah konsumen RS OMNI atau orang yang membutuhkan jasa dari RS OMNI atau pasiennya RS OMNI atau orang yang memberikan keuntungan bagi RS OMNI.

Setelah tindakan tersebut dilakukan kemudian menelusuri inti permasalahannya dimana dan berikan solusi yang bisa memuaskan konsumen tersebut. RS OMNI puas memberikan solusi dan konsumen puas mendapatkan solusi alternatif dari RS OMNI. Jika Prita sudah puas dengan solusi yang diberikan oleh RS OMNI kemungkinan besar secara otomatis nantinya Prita juga akan memberitahukan kepada teman-temannya jika permasalahannya sudah diselesaikan oleh pihak RS OMNI. Dan hal ini menjadi point plus bagi RS OMNI sendiri karena bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara yang bijaksana. BENAR ?

Jangan mengatasnamakan stakeholder yang membatalkan kontrak sehingga RS OMNI mengalami kerugian milyaran rupiah sebagai alasan menuntut Prita karena telah mengirim emailnya, itu namanya tindakan arogansi kepada konsumennya sendiri. Dan jangan hanya mementingkan materi saja sehingga gelap mata kemudian langsung memenjarakan konsumennya kedalam penjara agar si konsumen ini biar kapok telah melakukan tindakanya itu.

Email Prita mungkin dimaksudkan agar teman-temannya lebih berhati-hati jika mengalami hal yang sama seperti dirinya di RS tersebut dan Prita tidak menduga jika email tersebut kemudian tersebar ke beberapa orang lain yang dikirim oleh temannya Prita itu.  Dan tujuan temannya Prita memforward email tersebut mungkin juga bertujuan agar berhati-hati terhadap pelayanan RS OMNI. Tindakan ini masih wajar-wajar  sebagai perilaku manusia yang tidak puas dengan pelayanan publik.

PEACE !!!! MAKE A BETTER SOLUTION FOR NOW AND FOR THE FUTURE TO ME (services owner) AND YOU (customer)


Aksi

Information

3 responses

9 06 2009
Ono Gosip

BREAKING NEWS !!!
TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
“Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

9 06 2009
Ono Gosip

HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

14 06 2009
redaksi

MATINYA KEBEBASAN BERPENDAPAT

Biarkanlah ada tawa, kegirangan, berbagi duka, tangis, kecemasan dan kesenangan… sebab dari titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menghirup udara dan menemukan jati dirinya…

itulah kata-kata indah buat RS OMNI Internasional Alam Sutera sebelum menjerat Prita dengan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

………………………………………………………………………………………….

Bila kita berkaca lagi kebelakang, sebenarnya pasal 310 KUHP adalah pasal warisan kolonial Belanda. Dengan membungkam seluruh seguruh teriakan, sang rezim penguasa menghajar kalangan yang menyatakan pendapat. Dengan kejam penguasa kolonial merampok kebebasan. tuduhan sengaja menyerang kehormatan, nama baik, kredibilitas menjadi ancaman, sehingga menimbulkan ketakutan kebebasan berpendapat.

Menjaga nama baik ,reputasi, integritas merupakan suatu keharusan, tapi alangkah lebih bijaksana bila pihak-pihak yang merasa terganggu lebih memperhatikan hak-hak orang lain dalam menyatakan pendapat.

Dalam kasus Prita Mulyasari, Rumah sakit Omni Internasional berperan sebagai pelayan kepentingan umum. Ketika pasien datang mengeluhjan pelayanan buruk pihak rumah sakit, tidak selayaknya segala kritikan yang ada dibungkam dan dibawah keranah hukum.

Kasus Prita Mulyasari adalah presiden buruk dalam pembunuhan kebebasan menyatakan pendapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: