Soberi berbelit-belit, Hotman emosi di TV One

10 06 2009

Acara televisi “Apa Kabar Indonesia” episode tadi pagi tanggal 10 Juni 2009 pukul 06:30 – 08:30 WIB di TV One yang membahas mengenai kasus Manohara yang mengalami penganiayaan di Kelantan, Malaysia.  Setelah Manohara Odelia Pinot melakukan visum di RSCM telah ditemukan bekas luka sayatan dan bekas suntikan yang totalnya sejumlah 11 titik di tubuh Manohara.

Dalam program TV tersebut, TV one mengundang Roy Suryo yang telah ditunjuk oleh Manohara dan keluarganya untuk memeriksa foto-foto setelah dianiaya yang diambil menggunakan Blackberry-nya untuk dijadikan bukti sekunder. TV One juga mendatang dokter forensik yang berpengalaman selama 37 tahun dibidangnya, Mun’in Idris yang memeriksa dan mencari luka bekas penganiayaan di tubuh Manohara dan yang terakhir TV One mengundang salah satu pengacara/ lawyer Manohara yaitu Hotman Paris Hutapea.

Roy Suryo rupanya sebelum berbicara panjang lebar sudah merasa bahwa dirinya khawatir nantinya akan ada pihak-pihak yang keberatan dengan pernyataannya, padahal sebenarnya dalam kasus Manohara ini dirinya ditunjuk oleh keluarga Mano untuk memeriksa foto-foto yang ada di Blackbery-nya Mano.

Roy Suryo membeberkan foto-fotonya Manohara saat mengalami penderitaan berupa sayatan dari suaminya sejumlah 10 gambar yang beberapa gambarnya sudah di crop/disensor karena agar publik tidak melihat foto tersebut secara vulgar.  Foto-foto tersebut menunjukkan beberapa luka sayatan yang masih fresh terlihat warnanya masih seperti luka sayatan baru kemudian oleh Manohara difoto tanpa sepengetahuan Fakhry, begitu juga dengan luka memar di lengan tangannya Manohara yang terlihat warna menghitam dikulitnya Manohara yang putih itu.

Posisi bekas luka penganiayaan itu berdasarkan foto tersebut berupa bekas sayatan yang berada di atas putingnya payudara Manohara, sayataannya ada vertikal dan ada yang zig-zag dan ada pula yang berada dibawah puting payudara namun foto tersebut tidak ditunjukkan di televisi karena terlalu vulgar. Kemudian juga ada foto bekas suntikan yang terletak di punggung sebelah atas.  Foto lainnya menunjukkan luka memar yang posisinya di lengannya Manohara, luka bekas sudutan rokok di jidat dan bekas kulit yang melepuh akibat benda panas.

Kemudian selanjutnya TV One mengundang dokter forensik, Mun’in Idris yang memeriksa kulit Manohara yang seperti penjelasan dari foto-foto tersebut karena hasil pemeriksaan secara fisik hampir sama dengan gambar di foto-foto tersebut. Hanya saja karena faktor waktu dan perawatan penyembuhan luka sehingga secara kasat mata hampir tidak terlihat namun setelah dilihat menggunakan kaca pembesar nampak perbedaan kulit asli dengan kulit bekas disiksa.

Setelah menghadirkan Mun’in Idris, TV One menghadirkan Hotman Paris Hutapea sebagai lawyernya Manohara membawa bukti-bukti dokumen mulai dari insiden di Jeddah yang menunjukkan daftar penumpang namun ada 2 penumpang yang ditandai tidak ikut dalam pesawat tersebut. Kemudian bukti-bukti pencekalan dari Malaysia atas permintan Kelantan, kemudian laporan penganiayaan juga sudah disampaikan ke KBRI namun tidak ada hasil yang pasti untuk menuntaskan permasalahan dan pada akhirnya Manohara bisa bebas setelah berada di Singapura.

Hotman Paris saat hadir disitu mengeluarkan sentilan yang mencerminkan ketidaksukaan kepada Malaysia yang selalu bertindak cari gara-gara dengan Indonesia.

“Ayo perang yuk”, kata Hotman sambil senyum-senyum.

TV One  kemudian menghubungi Da’ Bachtiar sebagai Kepala Kedutaan RI di Malaysia yang ikut terlibat selama kasus Manohara ini berlangsung, kemudian mempersilahkan Hotman Paris untuk bertanya kepada Da’i Bachtiar. Da’i Bachtiar menjelaskan bahwa dirinya sudah mengupayakan untuk membantu Daisy Fajarina mulai dari awal seperti upaya pencabutan cekal dari Malaysia kepada Daisy Fajarina kemudian juga sudah menghubungi pihak Kelantan mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya.

Dubes RI sudah mendapatkan tanggapan dari Kelantan kalau Manohara baik-baik saja dan membantah tuduhan adanya penganiayaan terhadap Manohara dan Dubes RI tidak bisa melakukan lebih lanjut karena Manohara itu istrinya Fakhry. Hotman Paris hanya senyum-senyum saja kemudian bertanya lagi kepada Dai Bachtiar.

Hotman :”Kenapa bapak tidak melaporkan kepada polisi diraja Malaysia ?”

Dai Bachtiar :”Kami tidak bisa melaporkan hal ini karena hanya berdasarkan dugaan adanya penganiayaan kepada Manohara. Dan kami waktu itu masih menunggu tanggapan dari pihak Kelantan dan mereka membantah tuduhan penganiayaan itu, mereka itu kan suami istri.”

Hotman: ” Walaupun suami istri, kalo ada penganiayaan tetap saja sebagai tindak pidana itu pak. Kekerasaan orang tua kepada anak itu juga sebagai tindak pidana itu”

Artistainer opini: Dari sini sudah tidak jelas lagi arah jawaban Dai Bachtiar, sebagai rakyat yang mendengarkan hal itu saya sudah tidak puas dengan jawaban Dai Bachtiar sebagai orang yang ditunjuk untuk menjadi pelindung rakyat RI dinegeri orang.

Hotman : “Kalo begitu dilaporkan saja sekarang pak, ke Polisi diraja Malaysia.”

Dai Bachtiar :”Tidak bisa, setelah berkas dari Mabes polri disampaikan ke KBRI baru bisa melaporkan kepada polisi Malaysia.”

Rupanya Hotman Paris sudah mulai geram dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh Dai Bachtiar karena tidak bisa melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan Pangeran Kelantan ini kepada Kepolisian Diraja Malaysia. Hotman Paris hanya bisa berbicara bisik-bisik untuk menujukkan kekecewaannya karena Dai Bachtiar yang sebelumnya juga seorang pimpinan kepolisian ini tidak bisa berupaya secara maksimal tentang adanya dugaan penganiayaan yang menimpa rakyat Indonesia di Malaysia.

Artistainer opini :  Kebanyakan yang telah terjadi, KBRI tidak bisa melindungi rakyat Indonesia yang berada di Malaysia atau rakyat Indonesia tidak mendapatkan perlindungan.  Yang terjadi adalah rakyat Indonesia sudah dalam keadaan mati, rakyat Indonesia sudah mengalami luka berat fisik atau mental baru diangkat oleh media di Indonesia. KBRI seharusnya mencegah terjadinya penganiayaan kalaupun sudah ada dugaan seharusnya KBRI juga sudah bisa bertindak tanpa harus menunggu, menunggu dan menunggu. Keburu MATI pak…… setelah mati juga tidak ada tindak lanjutnya. Rakyat punya telinga ingin mendengar kasus tersebut, siapapun korbannya. Rakyat Indonesia membayar PAJAK untuk mendapatkan sesuatu dari negara ini tapi mana kinerja pejabat yang katanya bekerja untuk rakyat Indonesia ? Mungkin ada benernya juga omongan Fakhry yang mengatakan bahwa “ORANG INDONESIA BISA DIBELI

Hotman Paris Hutapea kemudian disambungkan oleh TV One dengan sahabat Fakhry yang bernama Soberi.

Hotman Paris hanya menanyakan keberadaan Soberi saat di Jeddah.

Hotman : Good Morning mister Sobri” Apakah saat di jeddah anda juga di pesawat itu ?”

Sobri berbelit-belit untuk tidak menjawab ya atau tidak, hal ini membuat Hotman mengulang pertanyaan tersebut hingga terbawa emosi dengan menyebut Tuhanmu. Soberi mengaku biasa-biasa saja karena termasuk menjadi orang yang terlibat dalam pelanggaran hukum. (disepelekan niih)

Hotman :”Dengan atas nama Tuhanmu…!!! apakah kamu juga berada di Jeddah ?” (dengan lantang penuh emosi)

Soberi : “Yaa…”

Dengan sangat terpaksa menjawab yaa kemudian Soberi balik menanyakan kepada Hotman.

Soberi : “Kamu ini siapa ?” (dengan lantang penuh emosi)

Hotman :”saya ini lawyer, saya ini lawyernya Manohara. Apakah kamu berani datang ke Jakarta?”

Soberi : “Kamu yang harus datang ke Malaysia”

Hotman : “You coward… !!! You  coward…!!! You coward!!!!

Kemudian pembicaraan di lerai oleh TV One dengan senyum-senyum dan mengucapkan terima kasih kepada Soberi.

Walaupun sudah ada bukti foto-foto yang diambil sendiri oleh korban penganiayaan, Mannohara yang menggunakan Blackberry yang dipakai selama di Kelantan, pihak Kelantan masih tetap saja berkelit kalau semuanya ini merupakan fitnah yang ditujukan kepada Fakhry.

Sebenarnya masih banyak yang belum disampaikan dalam tulisan ini, diharapkan TV One mau mengupload episode tersebut di Youtube agar bisa dilihat bersama-sama oleh rakyat Indonesia dan rakyat Malaysia.

Jika anda juga melihat acara tersebut, silahkan anda tambahkan statement yang belum tertulis….


Aksi

Information

4 responses

11 06 2009
Rian

bukannya hotman juga bilang,” Ah, lu ngomong kayak tukang obat lu!”

Artistainer : iya… hahaha abis soberi juga rajanya ngeyel dengan alasan harus melalui hukum bukan lewat media/akbar. Padahal sebelumnya ketika manohara masih ditangan Fakhry, Soberi dan fakhry juga tidak berusaha kerjasama hanya membuat pameran/ expo foto-foto mesra manohara

11 06 2009
Artistainer

Pengen liat komentar di kaskus
http://kaskus.us/showthread.php?t=2046586
thanks buat kaskus….

11 06 2009
danishmom

Dialog yg luar biasaaa!!! Salut buat Bang Hotman!

12 06 2009
omiyan

jika sudah erbukti kebenarannya semoga suaminya mano bisa diseret ke pengadilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: