Manohara diminta Dai Bachtiar minta maaf di media

13 06 2009

Manohara Odelia Pinot setelah bisa lepas dari cengkeraman suaminya, Fakhry putra raja Kelantan kemudian mengekspresikan kegembiraannya di depan publik melalui media. Kegembiraan itu secara tak sengaja melontarkan beberapa statemen yang mengarah ke Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Malaysia dan statemen itu diduga telah menyinggung KBRI.

Ketika berbicara di depan media Manohara menyebutkan KBRI telah disuap oleh Kesultanan Kelantan akan tetapi hal itu diucapkan dengan niat menuduh atau hanya sebagai dugaan saja, belum tahu secara persis.

Manohara berbicara seperti itu mungkin dikarenakan KBRI telah mengatakan Manohara baik-baik saja selama di Malaysia bersama suaminya tanpa berusaha mencari tahu secara langsung atau bertemu langsung menanyakan hal itu kepada Manohara. Akibatnya Manohara menduga KBRI kemungkinan telah disuap oleh Kesultanan Kelantan.

Dan sekarang Dai Bachtiar sebagai kepala KBRI meminta kepada Manohara untuk minta maaf kepada lembaga yang dipimpin, KBRI lewat media.

Banyak permintaan, termasuk dari Manohara dan ibunya via keluarga saya untuk bertemu dan minta maaf. Ada juga pengacaranya telepon langsung ke saya untuk bertemu di Jakarta, namun saya tolak semuanya,” kata Dai seusai jumpa pers dengan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, di Kuala Lumpur, Kamis (11/6).

Dai Bachtiar melihat kasus yang dialami oleh Manohara dengan Fakhry ini merupakan masalah yang sederhana. Manohara yang sudah menuduh KBRI telah disuap melalui media, Dai tidak ingin menemui Manohara secara pribadi karena tuduhan tersebut tertuju pada institusi yang dipimpinnya.

Saya katakan ini masalah yang sederhana. Karena sudah menuduh KBRI Kuala Lumpur melalui media massa, ya minta maaf juga via media massa. Jangan minta bertemu kemudian memohon maaf kepada saya pribadi karena tuduhannya adalah kepada institusi KBRI bukan pribadi,” katanya.

Dai Bachtiar hanya mau menemui Manohara untuk berurusan mengenai upaya hukum dengan Kelantan bukan menerima permintaan maaf.

Saya hanya ingin bertemu dengan Manohara dan Ibu Daisy untuk menanyakan apa yang bisa KBRI Kuala Lumpur bantu terhadap upaya hukum yang mereka ambil,” katanya.

Pernyataan Manohara saat menuduh KBRI melalui media diketahui Dai saat melihat dan mendengar sendiri di TV.

Saya sendiri melihat dan mendengar di TV dan banyak teman-teman wartawan menanyakan hal itu. Apakah tuduhan itu bohong,” katanya.

Upaya hukum yang sudah dilakukan Manohara ditanggapi positif oleh Dai Bachtiar dengan membuat laporan BAP dan visum merupakan langkah bagus dan dirinya siap membantu membicarakan upaya hukum mereka.

Itu langkah bagus dan tepat, kami berharap dapat bertemu Manohara dan ibunya untuk membicarakan bantuan KBRI atas upaya hukum mereka, bukan untuk menerima permohonan maaf,” katanya menegaskan lagi.

Kemungkinan semua orang yang melihat kasus yang dialami oleh Manohara ini PASTI menganggap masalah sepele atau sederhana seperti yang diungkapkan oleh Dai Bachtiar tadi. Kenapa begitu ?

Karena masalah ini hanyalah sebuah masalah keluarga.

Otomatis hal ini sama juga dengan kasus yang dialami salah satu TKI kita. Kenapa ?

Karena penganiayaan menimpa TKI itu hanyalah kasus kriminal semata.

Akan tetapi jika dilihat secara keseluruhan masalah yang terjadi di Malaysia mengenai warga Indonesia yang tertimpa musibah di Malaysia seharusnya menjadi masalahnya negara Indonesia.

Apakah pemerintah hanya mengurusi kedaulatan negara seperti perbatasan wilayah negara saja sebagai masalah yang bukan sederhana ?

Seharusnya semua perkara-perkara yang sudah lintas negara sudah menjadi urusan kenegaraan. SETUJU ?


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: