Pertolongan Fakhry itu rejekinya Shaliha menurut Ratna Sarumpaet

6 08 2009

ratna-sarumpaetPertentangan statemen antara Ratna Sarumpaet dengan Daisy Fajarina ini dua-duanya memang memiliki kebenaran sendiri-sendiri akan tetapi ada perbedaan arah mengenai yang ingin dimaksudkan.

Daisy Fajarina memiliki asumsi kalau pertolongan Fakhry kepada Shaliha adalah kerjaan orang Kelantan. Opini Daisy ini dibantah oleh Ratna Sarumpaet bahwa Shaliha hanya mendapatkan rejeki dari Kelantan. Selain itu Ratna juga memuji Tengku Fakhry yang katanya Fakhry itu orang cerdas.

Pernyataan Ratna Sarumpaet ini masih kurang kuat untuk menutupi kedoknya Kelantan dalam kasus Shaliha ini, begitu juga dengan pujiannya kepada Fakhry.

Kalau Kelantan menolong Shaliha itu sudah rezekinya Shaliha. Teuku Fakhry itu sangat cerdas karena dia melihat ada yang teraniaya. Jadi tidak ada maksud lain di balik itu semua,” kata Ratna didampingi Shaliha saat ditemui di Gedung Kejagung, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Kalau yang menolong Shaliha itu adalah orang tuanya sendiri pastinya tidak akan muncul dugaan-dugaan yang macam-macam. Tapi karena Fakhry memiliki tujuan yang sangat kuat bisa dipastikan memiliki tujuan tersendiri dibalik pertolongannya kepada Shaliha.

Ingat, Fakhry masih pengen Manohara kembali kepadanya agar kejahatannya pada Manohara tidak terkuak. Fakhry masih ingin mendapatkan nama baik sebagai anggota keluarga kerajaan dan nama baik kerajaan Kelantan  dimata rakyat Kelantan.

Mengenai pujian Ratna Sarumpaet kepada Tengku Fakhry masih kurang pantas diberikan karena Fakhry memiliki akal bulus yang sebenarnya bisa dibaca alias strategi bermainnya terlalu dangkal.

Kemudian Ratna Sarumpaet berkeinginan agar media ikut membantu kinerjanya untuk mengontrol aparat pemerintah.

Kasus Shaliha memang tak sebesar bom marriott. Makanya saya minta bantuannya agar media mampu mengontrol aparat negara,” ujar Ratna.

Ajakannya seperti Ratna Sarumpaet ini pastinya sudah diperkirakan oleh para media-media di Indonesia. Akan tetapi hal ini dikembalikan lagi kepada medianya sendiri yang telah diberi kebebasan untuk memutuskan tidak mau ditunggangi oleh orang luar dengan maksud-maksud tertentu. Media mungkin juga berhak menolak Ratna Sarumpaet yang kemungkinan menjadi korban telah diperalat oleh Fakhry.

Intinya adalah media netral dan publik yang pintar bebas beropini sesuai dengan UU yang berlaku.

Ratna Sarumpaet merasa kinerjanya selama ini sebagai aktivis perempuan tidak pernah diekspose oleh media.

Sejak dulu saya sudah membantu banyak wanita dan tidak semuanya diekspos media. Saya nggak mungkin menjual harga diri saya untuk masalah ini,” ujarnya.

Hehehe … tidak pernah diekspose ?

Tanya diri sendiri aja, ada apa dengan diri anda sendiri dan jangan salahkan orang lain.

Hal-hal seperti ini tidak akan terjadi jika anda mengikuti jejak seperti yang dilakukan oleh O.C. Kaligis. Sudah tidak suka dengan Daisy karena kurang merespon O.C. Kaligis, dirinya juga langsung melepaskan diri dengan kasus ini sehingga publik juga menganggap O.C. Kaligis lebih satria daripada Ratna Sarumpaet yang terkesan lebih memiliki perasaan dendam dengan Daisy Fajarina. Memang dendam atau tidak publik memiliki kesan seperti itu apalagi dibelakangnya ada Fakhry yang juga musuh bebuyutannya Daisy Fajarina.

Memang anda orang dibidang hukum yang pandai berbicara akan tetapi jangan sesekali menunjukkan sifat-sifat yang kurang disukai oleh orang Indonesia yaitu ambisius, emosi, dendam, nafsu, angkuh, sombong, merasa kuat dan sifat-sifat buruk lainnya walaupun anda diposisi yang benar.

Masyarakat Indonesia tidak akan menaruh simpati sama sekali walaupun anda berjuang mati-matian. Berpendapat bebas-bebas aja kan ? statemen ini bukan bermaksud ditujukan kepada Ratna Sarumpaet tapi untuk membentuk karakter orang Indonesia agar lebih baik di masa yang akan datang.

Contoh kepribadian Mbah Surip  ajaaa dah….


Aksi

Information

13 responses

10 08 2009
rendra

ini media atau blog pribadi sih??? kalo media sebaiknya introspeksi diri, blg sendiri media tdk ditunggangi org luar, koq anda mau2nya ditunggangi daisy fajarina. maaf sy sgt tdk respek pd tulisan anda yg jelas2 memiliki tujuan pribadi.
Artistainer : ini blog yang berisi opini mengkritisi dunia entertainment yang seenaknya sendiri bertingkah laku. Tidak ada yang menunggangi kok. Tujuannya hanya mengkritisi aja. Maaf aja kalo opini ini tidak sejalan dengan anda, beda pendapat sah-sah saja khan ?

10 08 2009
rendra

o begitu ya, syukur deh kalo bukan media. kemaren sempet heran aja kalo media kok bisa sampai separah ini statemennya, menyudutkan salah satu pihak yg belon divonis scr hukum. yah klo blog pribadi, jelas anda berhak untuk berpendapat apa aja. tapi maaf ya bos, kalo saya tidak bisa dipengaruhi oleh statemen2 anda dan bukan hak asasi anda utk membentuk karakter saya sebagai salah satu orang indonesia supaya sesuai dengan kriteria anda tentang orang indonesia yg baik. sah-sah juga dong kalo saya mempunyai opini sendiri dan memiliki karakter pribadi berdasar pada nilai2 kehidupan yg telah saya anut selama hidup …

Artistainer : Silahkan untuk beropini, memang semuanya di ajak berpikir. Dengan ikut memikirkan tentang suatu hal berarti ada kepedulian terhadap kebaikan negeri ini yang dimulai dari yg sekecil apapun. Tulisan tetap tidak mempengaruhi apapun, hal ini tetap semuanya diserahkan orangnya sendiri karena setiap orang juga bisa berpikir sendiri

11 08 2009
rendra

o iye bos aye lupa kasitau bos, kan bos komen ttg si ratna “sifat-sifat yang kurang disukai oleh orang Indonesia yaitu ambisius, emosi, dendam, nafsu, angkuh, sombong, merasa kuat dan sifat-sifat buruk lainnya”. buat menetralisir nih ya bos, semua sifat itu juga sudah ditunjukkan ratu anda yang demen tuntut menuntut n sesumbar kebal hukum di indonesia. wah wah wah … bakalan panjang nih urusan kalo 2 orang sifatnya sama saling berhadapan… btw daripada sinetron manohara or film prahara cinta sang pangeran yg lebay2, lebih seru kisah nyata ratu daisy aja yg difilmkan, bagusnya dikasi judul ‘indonesian crime’, sadisnya nyaingin film ‘american crime’ (kisah nyata seorang ibu sadis nyiksa anak semangnya). nih bung, aye bagi skrip film ‘indonesian crime’ dng pemeran utama ratu daisy
http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg86335.html
kalo ending film yg di amerika seh pelakunya dipenjara, kalo ending film yg di indonesia … ??? tunggu aja … he he he
sekali lagi bos, semua ini cuma saran dan opini saya loh, diterima silakan tidak ya silakan … salam demokrasi …

Artistainer: just Wait ‘n See aja … siapa yang salah dan siapa yang benar di tunggu aja dan diharapkan media selalu terus meng-ekspose mengikuti perkembangan kasus ini. Semua hasil akhir harus disetujui bersama tanpa ada perasaan dendam. Silahkan orang yang terlibat berjuang untuk membela diri dalam kasusnya sendiri. Ciptakan karakter orang Indonesia yang bisa menerima kekalahan dan sikapi dengan bijak ketika menerima kemenangan. Kebencian anda dengan Manohara mungkin ada alasannya… sedangkan tulisan ini tidak ada unsur untuk mengidolakan Manohara tapi hanya sekedar karena dia orang Indonesia. Ibaratnya senakal-nakalnya anak kita, sebisa mungkin anak-anak kita dibela oleh orang tuanya.

12 08 2009
rendra

wah maaf bos, aye gak seambisi bos untuk mau bela habis2an salah satu pihak, so jadi ngapain dendam. aye di sini cuma sebagai penonton, yah kayak aye nonton kisah nyata di film “an american crime” aja gitu loh … nyantai2 ajalah nunggu endingnya … mau kek gimana endingnya ya terserah para pelakunya aja … he he he …

Artistainer: yaah silahkan aja hanya menonton aja without doing something, dibebaskan kok untuk tidak peduli pada suatu hal bahkan hanya sekedar untuk ikut berpikir saja tentang suatu hal yang terjadi. Ikut berpikir aja sudah menunjukkan kepedulian terhadap apa yang terjadi walaupun nantinya tidak ada efeknya untuk mereka-mereka yang terlibat.

13 08 2009
rendra

iye iye bos, tapi asli sbg penonton kisah nyata “an american crime” aye bener2 gemes banget ame pelakunya si gertrude yg super sadis n ajaibnya kejahatannya didukung n diikuti juga ame anak2 kandungnya yg dah kayak kerbau dicocok idungnye ame si gertrude … gemes pisan euy … coba kalo penyiksaan itu kejadiannya di depan mata aye, tentu endingnya bisa beda .. minimal saya pasti laporin tuh si ibu sadis ke polisi so gak bakal tu si anak semang disiksa sampe sekian lama sampe tewas gak bisa kabur gak ada satupun orang bangsanya sendiri yang mau nolongin, tragis banget … yang lebih tragis lagi, tetangga2 si ibu sadis itu yang sesama orang amerika cuek bebek semua, padahal jelas mereka sering denger teriakan2 kesakitan si anak semang disiksa dari dalem rumah si nenek sihir gertrude … gak heran film tragis ini dikasi judul “an american crime”, dah pelaku2nya satu keluarga amerika, korbannya orang amerika, eh pendukung2 yang cuek bebek itu juga orang amerika semua … tragis … tragis … nah kan bos, dari situ aja memang benar kata anda, sebagai warga indonesia sudah sepatutnya peduli pada lingkungan … cuma bos, kalo di “an indonesian crime”nya ratu daisy, posisi aye lagi2 cuma bisa jadi penonton, karena penyiksaan anak angkatnya gak terjadi di depan aye n aye juga bukan pengacara or jaksa, jadi gak ada wewenang buat bela or tuntut sapa2 … tapi penonton juga bisa gemes loh he he he …..

Artistainer : sebagai penonton film, anda gemes. That is just a film …anda bisa gemes… berarti anda masih punya naluri di hati anda. Bagaimana jika itu kisah nyata? kemudian orang sekitar anda tidak ada yg peduli sama sekali apalagi orang-orang tersebut berpikir tentang masalah anda alias hidup sendiri-sendiri…. kemana lagi anda akan mencari bantuan. Ini sudah tipe masyarakat yang sangat parah sekali. Kita sering melihat masyarakat membicarakan tetangganya sendiri (ngegosip), hal ini sudah menunjukkan adanya perhatian / kepedulian antar sesama walaupun isi yg digosipkan itu ada positif dan negatifnya. Terlepas dari norma sopan santun lho… fitnah dan bla-blanya akan tetapi hal ini mengenai komunikasi. Bayangkan antar manusia tidak ada komunikasi baik negatif maupun positif sama sekali ? pastinya mirip di film yg anda tonton itu… makanya kita perlu juga bernegatif dan berpositif dalam hidup ini tapi aturan yang baik tetap dipegang jangan sampai melenceng. That is games of live.

13 08 2009
rendra

nah itulah bos yg aye ambil hikmahnya dari tragisnya film “an american crime”, bangsanya sendiri aja cuek bebek denger ada anak bangsanya disiksa, cuma karena korban hy seorang anak semang yang miskin. untung korban di film “an indonesian crime” gak sampe tewas lantaran akhirnya ada yg nolong, padahal korban bukan bangsanya sendiri. makanya aye salut ama orang2 prancis yang mau nolongin shaliha ampe nyembunyiin, antar ke dokter, lapor polisi, bahkan sampe skrg suami istri penolongnya angkat dia jadi anak n memperlakukan anak indonesia dng baik. orang2 bangsa shaliha sendiri aja belum tentu mau sepeduli itu ame korban yg cuma pembantu dari kampung. o iye, bicara tentang pembantu, menurut saya indonesia itu kyknya perlu reformasi pembantu, biar bisa belajar menghargai pembantu yg sering dipandang rendah bangsanya sendiri. nah, kalo indonesia sudah bisa menghargai profesi pembantu di negaranya sendiri, otomatis kan penghasilan/taraf hidup pembantu meningkat jadi gak perlu lagi tkw2 cari peningkatan taraf hidup di negara lain sampe disiksa abis2an kayak siti hajar dll … di negara maju aja pembantu yg notabene sesama bangsanya sendiri dibayar per jam n mahal loh, makanya enak banget majikan2 di indonesia, cukup keluar uang dikit pembantunyanya ikut 24 jam, majikannya bisa main perintah ini itu, dari kerjaan berat ampe kerjaan sepele yg gak mau dilakukan sendiri. iseng saya nanya gaji pembantu2nya tetangga2, bayarannya rata2 cuma 300ribu rupiah/bulan (ukuran kota jakarta bisa apa dng uang cuma segitu masih harus kirim uang ke anaknya di kampung). mana kerjanya seabreg2 dr masak, cuci, gosok, bersih2 rumah plus disuruh ini itu n beli ini itu oleh satu keluarga yg anggotanya ada 7 orang (suami istri plus 5 anak2). terus terang rumah saya seh gak pernah pake pembantu, sekedar didikan ortu agar mandiri n gak sedikit2 perintah2 orang. yah moga2 aja pemerintah indonesia bisa mengeluarkan undang2 upah minimum pembantu agar taraf hidup pembantu2 di negaranya sendiri bisa meningkat jadi rakyat indonesia gak usah lagi jadi pembantu di negara orang .. begitu aja deh opini aye untuk solusi tkw2 disiksa di luar negri …

Artistainer: kalo saran anda seperti itu yang harus melibatkan pemerintah. Sebaiknya pemerintah segera menambahkan UU ketenaga kerjaan agar rumah tangga yang menggunakan jasa pembantu agar mengurus ijin agar terdaftar di Depnaker. Agar sama dengan seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan. Agar seorang pembatu RT setara / diperlakukan seperti seorang buruh pabrik

12 08 2009
rendra

thanks atas demokrasinya bos … memang sudah seharusnya begitu kan … jangan sampai rezim orde baru kembali membungkam/menghakimi opini berbeda …

12 08 2009
rendra

ha ha ha … bos … bos … anda bilang sah2 aja memiliki pendapat berbeda. maaf ya bos kalo bos tersinggung ama opini aye, sebenarnya maksud aye cuma buat lucu2an aja di blog anda n spy anda gak terlalu tegang membela ratu anda. tapi sekarang koq anda kebakaran jenggot gak terima kalo ada opini lain dari opini anda … soal ratu anda n keluarganya saya tidak memiliki alasan apapun untuk membenci atau menyukai. janganlah berburuk sangka pada orang sebelum introspeksi diri dulu. saya selalu melihat kasus hukum siapapun secara obyektif dan tdk mau terpengaruh oleh laporan sepihak atau provokasi siapapun. masa setiap orang gak sepaham dengan anda n berusaha netral anda tuduh membenci pihak yang anda bela. Berpikir luaslah bos, dunia gak selebar daun kelor tuh …biar rame gitu loh blog anda kayak blog kompasiana yg demokratis. apa anda mau blog anda sepi2 terus gara2 anda tiap pendapat yg gak setuju dengan anda langsung anda hakimi … saya di sini justru ingin menetralisir kebencian anda pada bangsa malaysia or pangeran kelantan. boleh2 aja anda memiliki alasan untuk membenci malaysia or pangeran kelantan, tapi orang yang smart n bijak gak akan memandang kasus kasus hukum bangsa siapapun secara subyektif n prejudice. Orang sebijak anda tentunya tau kan arti prejudice dan arti asas praduga tak bersalah untuk seseorang yang belum divonis di pengadilan? Tapi itu hak asasi anda seh untuk memiliki opini apapun. tentunya hak asasi saya juga dong untuk memiliki opini apapun. masa cuma anda saja yang punya hak asasi … o iye bos, aye gak tertarik bahas manohara or kasus2nya or apa2nya, so anda bahas aja dengan orang yang berminat, nonton sinetron judul apapun aja aye gak doyan apalagi disuruh bahas para pemeran2nya … ogah la yaw … kan aye dah bilang aye pinginnya cuma nonton kisah nyata or kasus hukum ratu anda “an indonesian crime”, terus terang aye penggemar berat film thriller psikologis n menurut saya an indonesian crimenya ratu daisy seruuuuuuuuu abisssssssssssssss …..

13 08 2009
rendra

o iye bos, kalo anda begitu getolnya bela orang indonesia, terus gimana tuh nasib shaliha yg malah lebih asli indonesia tp gak anda peduliin … duuhh si bos koq pilih kasih seh … yg imbang dong bos kalo bela orang indonesia … masa dibeda2 ini gitu atuh bos he he he … ini dari kacamata aye yg netral liat kasus2 hukum or kasus 2 bangsa ye bos … makanye bos, kalo anda sudah bisa memisahkan masalah domestik dengan masalah negara n kalo anda sudah bisa ngobati sentimen or prejudice anda, baru deh anda bisa berpikir netral n jernih menilai tiap kasus hukum … kalo aye seh pegang prinsip aja dari presiden RI, pak sby: “untuk masalah yang melibatkan 2 bangsa, harus dipisahkan masalah domestik dengan masalah negara … ” he he he … boleh dong bos kalo aye pegang pesan dari presiden negara sendiri …

Artistainer : betul itu kata SBY… jika Shaliha memakai UU Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana (UU No.1 tahun 2006) maka Shaliha telah melibatkan 2 pejabat negara (french dan indonesia). Silahkan baca UU tersebut secara menyeluruh mengenai prosedur yg harus dilakukan 2 negara. Disitu harus ada persetujuan antar menteri di kedua belah negara. Baca disini : http://www.antikorupsi.org/docs/uuno1tahun2006.pdf

13 08 2009
rendra

ah, bos ajalah yg baca, aye cuma mau jadi penonton aje, toh pak sby juga kagak urusan siapa2 di sini he he he …

Artistainer: pengennya masyarakat tidak hanya sekedar menjadi penonton aja tapi juga melek hukum, biar semua orang tahu tentang hukum. Memintarkan masyarakat tentang hukum juga berpahala kok hehehehe…. thx lho opininya sekali lagi thx

13 08 2009
rendra

iye iye bos, abis otak aye kagak nyampe tuh belajar hukum yg ngejelimet itu, jadi aye pasrahin aja kepada yang pinter2 kyk anda n pakar2 hukum laen di indoneisa, thx juga bos boleh sharing opini di blog anda he he he … asyik banget neh ngobrolnya he he he …

16 08 2009
uthman

saliha cuma babu!!ini lah di katakan double standard!!artistainer,mau bela orang miskin,SORRY yau!!MANOHARA!! di hati nya!
Artistainer: Masak sih… ? Coba aja kalo dibelakangnya Saliha bukan Fakhry mungkin lain ceritanya wakakakaka ….

26 08 2009
cahpamulang

Wah, saya sih setuju banget sama isi blog ini.
Ratna Sarumpaet nampak benar ada dendam pribadi sama Daisy.

eh nampaknya ada yang ngefans berat sama Ratna ya..

Artistainer : Kalo Ratna tidak berhubungan lagi dgn Daisy pasti tidak akan ada dugaan dendam dgn Daisy karena sblmnya Ratna pernah sakit hati dgn Daisy yg jg tdk lama ini. Gak papa dong ngefan-ngefan gitu… itu khan juga opini… kita belajar terbuka,transparan dan juga mendengarkan opini orang lain yg beda sudut pandang dgn opini kita… thx Cah Pamulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: