WS Rendra meninggal dunia karena jantung koroner

7 08 2009

009[1]Belum lama dunia seni Indonesia kehilangan seniman, Mbah Surip malam ini tadi WS Rendra juga telah meninggal dunia akibat mengidap jantung koroner. WS Rendra sudah menjalani perawatan di rumah sakit semenjak hari Kamis 25 Juni 2009. WS Rendra meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga sekitar pukul 22.30 WIB malam ini tadi.

Sebelumnya WS Rendra sempat di rawat di RS Cinere karena kondisinya tidak membaik lantas dirujuk ke RS Harapan Kita kemudian dirujuk lagi ke RS Mitra Keluarga, Depok.

Meninggal di RS Mitra Keluarga Depok, pukul 22.00 WIB,” kata salah satu sahabat Rendra, Edi Haryono saat dihubungi detikcom, Kamis (6/8/2009).

Selain itu juga pihak para wartawan juga mendapatkan SMS dari Gugus Joko Wasito, kerabat Rendra yang menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Survei Nusantara sekitar pukul 22.35 WIB.

Innalillahi Wainnailahi Rajiun, telah meninggal (dunia) baru saja Mas W.S Rendra di RS. Mitra Keluarga Depok, mohon didoakan, trims,

WS Rendra yang kelahiran Solo, Jawa Tengah pada tanggal 7 November 1935 ini memiliki nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra yang merupakan seorang seniman, budayawan dan penyair ini akan dimakamkan dekat dengan makamnya Mbah Surip yaitu di Bengkel Teater Rendra, Citayam Depok.

Seniman yang dijuluki “Si Burung Merak Nusantara” ini akan dimakamkan pada hari Jumat (7/8). Jenazahnya akan disemayamkan di rumah duka di Kompleks Pesona Kayangan Depok Blok AV No. 5.

Saat ini tengah sedang dipersiapkan untuk menyambut jenazah sang penyair di Bengkel Teater, Citayam, Depok.

Karya-karyamu menjadi aset kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya, Indonesia berterima kasih banyak kepadamu….

Selamat jalan seniman sejati “Si Burung Merak Nusantara”


Aksi

Information

2 responses

7 08 2009
ading

Ingat maut.maut.maut. Buat yang masih hidup, kita akan meninggalkan dunia, atau ditinggalkan dunia.Salam kenal…pengurus.

9 05 2010
dr Anis

Tambahan Info:
Ada terapi kedokteran yang disebut Terapi khelasi guna pengobatan penyakit jantung koroner. Sembuh, tanpa operasi.

Komentar Dr. H. Soesilo Wibowo, Sp. Jantung, pada halaman 108 dan 109 di buku berjudul “Pengalamanku berhasil dengan pengobatan alternatif” dari Penerbit Majalah Nirmala, Jakarta, tahun 2001 :
“Kelebihan (terapi) khelasi dibandingkan dengan operasi, balon, dsb, (adalah) lebih murah karena tanpa operasi. Bahayanya hampir tidak ada bila ditangani dengan betul, baik dari dosis, waktu, maupun cara pemberiannya dan tidak boleh diberikan cepat-cepat.”

Semoga bermanfaat, salam.

dr Anis Sundari
Blog : http://dokteranissundari.wordpress.com
Twitter : http://www.twitter.com/dokteranis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: