Musik modern Indonesia diboikot Malaysia, tari Pendet diambil

25 08 2009

armand_nop_02[1]Malaysia yang sering berulah terhadap Indonesia kini mulai memanas lagi walaupun sebenernya Malaysia terus melakukan hal sama berulang-ulang. Malaysia yang mengaku-ngaku serumpun ini terus merasa yakin bahwa yang dilakukan seperti sama sekali tidak merasa bersalah.

Memanasnya hubungan kedua negara ini juga dirasakan oleh Armand Maulana, vokalis grup band Gigi. Saat ini kedua negara sedang ramai membicarakan seni tari budaya dari Bali, tari Pendet. Armand menilai pihak Malaysia-lah yang memang suka memancing emosi Indonesia dengan perilakunya yang sering mengakui sesuatu hal yang sebenarnya milik Indonesia. Armand juga mengaku tak masalah ketika pemerintah Malaysia yang memboikot musik dari Indonesia, akan tetapi Malaysia selalu mengaku-ngakui budayanya Indonesia untuk keuntungan Malaysia sendiri.

Menurut gue, Malaysia yang memancing Indonesia. Awalnya Ambalat, jadi terus aja,” katanya saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Senin (24/08) kemarin.

Perasaan Armand saat mengetahui perilaku Malaysia seperti itu, dirinya hanya bisa ungkapakan perasaannya yang menyedihkan.

Sedih ya,” ungkap Armand.

Kesedihan itu juga dibarengi sikap pemerintah yang kurang memperhatikan kejadian-kejadian seperti ini. Dan pemerintah Indonesia kurang bersikap tegas dengan perilaku Malaysia yang sering seperti itu.

Pemerintah dari dulu nggak keras, terkesan kayak menutup telinga dan nggak digubris.”

Sedangkan pemerintah Malaysia bisa bersikap tegas dengan memboikot musik modern Indonesia untuk tidak masuk di negeri jiran tersebut. Akan tetapi Armand mengaku tidak masalah dengan kebijakan pemerintah Malaysia yang seperti itu. Hal itu terbukti dengan tawaran show lebih banyak dari Indonesia daripada di Malaysia.

Opini Armand mengenai tari Pendet, Armand menilai Malaysia terlalu konyol jika Malaysia memiliki tari Pendet karena negara Malaysia merupakan negara Islam sedangkan tari pendet tarian dari budaya Hindu.

Tari Pendet kan pakai kemben, auratnya ke mana-mana,” tukasnya.

Malaysia memang terlalu bodoh mengakui tari Pendet sebagai budayanya.

Ada yang bodoh lagi adalah ada seseorang yang mengkomentari disebuah website entertainment yaitu di Kapanlagi.com tentang Armand yang ikut mengkomentari soal tarian Pendet ini dan orang ini menyuruh Armand agar cuek aja dengan kejadian seperti ini dan tetap fokus menyanyi saja. Dia menyarankan kepada Armand untuk membiarkan permasalahan mengenai Malaysia ini dan orang ini menyalahkan pemerintahan Indonesia yang dinilainya kurang perhatian tentang hal ini.

Yang perlu di perhatikan oleh semua lapisan masyarakat adalah bahwa Indonesia ini tidak hanya dijalankan oleh pemerintah saja akan tetapi oleh semua lapisan masyarakat Indonesia juga harus ikut berpartisipasi. Armand selain artis penyanyi juga salah satu warga Indonesia sehingga dia juga berhak untuk ikut peduli dengan kejadian seperti ini selain menyanyi. Jangan-jangan orang yang mengkomentari Armand ini tidak mau tahu dengan kondisi Indonesia mau jadi apa nantinya ke depan dan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah padahal orang ini belum tentu telah membayar pajak untuk negara.

Tipe-tipe rakyat Indonesia yang cuek.


Aksi

Information

2 responses

26 08 2009
cahpamulang

Kalau orang indonesia budeg dengan hal beginian ya pasti bakalan diobrak-abrik sama bangsa lain.
Coba lihat link berikut, berpa banyak yang sudah diaku sama orang luar :(
http://www.maubaca.com/serba-serbi/502-32-daftar-artefak-budaya-indonesia-yang-di-klaim-negara-lain.html

8 10 2009
satria

Orng indonesia jgn mau kalah dgn ngara lain,klo perlu PERANG
kwkwkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: