Dimas Seto: banyak cara tanpa kekerasan soal klaim budaya

29 08 2009

Negara Malaysia sering mengklaim budaya Indonesia juga membuat sedih kekasihnya Dini Aminarti, Dimas Seto. Dimas mencermati kejadian ini sebagai sentilan yang harus diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Perasaan Dimas Seto yang sedih itu dikarenakan Malaysia  ini sudah bukan pertama kalinya melakukan tindakan yang kurang terhormat itu. Dan setelah itu pastinya semua orang akan saling menyalahkan. Dimas juga menyarankan kepada semua pihak untuk tetap tidak emosi karena masih banyak cara untuk menyelesaikan masalah selain menggunakan cara kekerasan.

Sedih banget, ini bukan pertama kalinya. Ini kesekian kalinya. Kalau udah seperti ini masing-masing saling menyalahkan. Seluruh masyarakat Indonesia tersentil, ini sentilan untuk kita juga,” ungkap Dimas.

Untuk bisa melestarikan budaya Indonesia sendiri, Dimas mengajak kepada semua orang untuk meningkatkan nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya sendiri.

Saatnya kita meningkatkan nasionalisme kita. Banyak kekayaan kita itu contoh kecil aja kok kalau kita gampang dilecehkan begitu saja. Mudah-mudahan dengan kejadian seperti ini kita lebih mencintai kebudayaan kita sendiri. Contoh pariwisata, ngapain ke luar negeri, kebudayaan kita banyak yang belum kita kunjungi,” katanya.

Menurut Dimas yang memiliki keyakinan jika semua lapisan masyarakat sudah mencintai budaya sendiri, Malaysia akan berpikir dua kali untuk mengklaim sebagai miliknya.

Dengan mencintai kebudayaan kita, mereka jadi dua kali berpikir untuk merebutnya,” tambah

Mengenai maraknya masyarakat Indonesia yang terpancing emosinya setelah mengetahui Malaysia yang tidak tahu malu dengan tindakannya, Dimas menyarankan untuk menunjukkan bahwa kita bangsa yang lebih pintar dan mau berpikir maju. Penyelesaian suatu masalah pastinya banyak cara untuk menyelesaikannya daripada menggunakan kekerasan.

Kalau gue sih nggak bisa komentar. Kebenarannya sejauh mana, kita jangan terpancing emosi kita. Kita harus gunakan dialog, kita tunjukin kita bangsa yang pintar yang mau berpikir maju. Banyak cara yang tidak menggunakan kekerasan,” pungkasnya.

Memang bener yang dikatakan oleh Dimas tentang ajakan untuk lebih mencintai budaya sendiri dan apapun yang baik-baik lainnya.

Semuanya itu dikembalikan lagi kepada orangnya, yang tak lain adalah Malaysia-nya itu sendiri. Kalau Malaysia mentalnya itu mental negaranya maling, tetap aja mereka akan maling.

Orang Malaysia merasa ini milikku yaa memang milikku, itu milikmu juga termasuk milikku.

Contoh kasus kecil dalam keseharian kita :
Tidak semuanya barang yang kita miliki dirumah akan kita gunakan setiap harinya. BETUL ?
Barang kita yang ada dirumah semuanya adalah milik kita karena barang tersebut berada dirumah kita. BETUL ?
Ketika ada seorang teman berkunjung kemudian melihat dan mengambil salah satu barang kita yang tergeletak karena si teman mengira mungkin sudah tidak berguna lagi. BETUL atau SALAH ?

Kita harus berlaku seperti apa terhadap barang-barang dirumah kita yang begitu banyaknya dan tidak bisa mengawasi satu per satu ?


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: