Dwiki Dharmawan: Malaysia bohongi publik dunia

3 09 2009

067[1]Masyarakat Indonesia saat ini sedang hangat membicarakan negara Malaysia yang sering melakukan klaim-klaim terhadap budaya Indonesia. Sebagai seorang seniman dan juga sebagai rakyat Indonesia, Dwiki Dharmawan memiliki penilaian tersendiri mengenai negara yang suka membuat klaim-klaim budaya Indonesia untuk keuntungan negara itu sendiri.

Dwiki Dharmawan menilai Malaysia telah membohongi masyarakat dunia dengan tindakannya mengklaim budaya negara lain sebagai budayanya.

Selain itu Dwiki Dharmawan juga menyarankan kepada pemerintah untuk terus melakukan upaya melestarikan budaya dengan beberapa hal untuk direalisasikan. Kegiatan promosi budaya termasuk salah satu cara untuk meminimalisir agar Malaysia tidak mengulangi tindakannya lagi.

Soal pengakuan negara lain yang mengklaim budaya Indonesia, sebenernya negara itu sudah membohongi publik dunia,” ujar musisi yang telah melanglang buana dari Cannes sampai Venezuela tersebut.

Malaysia yang memiliki slogan Malaysia Truly Asia sebenarnya sudah termasuk mengklaim budaya yang ada di asia yang didalamnya juga ada budaya Indonesia.

Budaya Indonesia merupakan identitas dari negara Indonesia yang tidak boleh diklaim oleh negara lain.Jika sudah melakukan klaim berarti Malaysia sudah berbohong kepada publik dunia.

Mereka mengklaim identitas negara Indonesia dengan mengakui budaya itu miliknya,” tambahnya menegaskan.

Dwiki Dharmawan yang seorang seniman musik ini juga sudah menemui dan berdialog di gedung MPR RI, Senayan, Jakarta untuk mengutarakan pemikirannya tentang upaya melakukan perlindungan budaya-budaya nasional Indonesia.

Agar budaya-budaya nasional ini dikenal oleh masyarakat secara luas, Dwiki menyarankan salah satu caranya bisa menggunakan media sebagai alat untuk mempromosikan budaya tersebut.

Banyak yang mempromosikan lewat media, pagelaran itu salah satu caranya,” ungkap keyboardist asal Bandung itu.

Selain melakukan mengangkat budaya lewat promosi, juga diperlukan adanya pusat-pusat budaya di tiap kabupaten dan pusat budaya Indonesia di luar negeri.

Pembangunan taman budaya itu kalau bisa ada di seluruh Kabupaten, kita juga harus bangun pusat-pusat budaya Indonesia di luar negeri, supaya mereka kenal apa aja yang dimiliki. Tapi sayangnya pemerintah itu masih menghitung cost dan income, padahal itu merupakan investasi yang besar untuk jangka panjang,” imbuhnya panjang.

Upaya perlindungan terhadap budaya-budaya bangsa merupakan investasi untuk jangka panjang dan seharus tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

Secara nasional tidak sulit, tapi menunggunya itu yang lama. Dari Dirjen HAKI itu SDM-nya gak banyak, seharusnya bisa diperluas setingkat Kementerian,” pungkasnya.

Setelah ada banyak saran-saran yang masuk dari kalangan bawah kepada pemerintah maupun wakil rakyat pastinya sekarang ini mereka-mereka yang dibayar dengan uang rakyat sedang mendiskusikan tentang perlindungan-perlindungan terhadap aset negara Indonesia.

Syukur alhamdulillah jika hal ini bisa diwujudkan secara nyata oileh pemerintah yang didukung oleh semua lapisan masyarakat.


Aksi

Information

One response

4 09 2009
cahpamulang

Setuju banget!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: