Suhaebi keberatan dengan kesaksian polantas, Pradito

8 09 2009

Pradito, seorang Polisi yang bertugas di bagian lalu lintas ini menjadi saksi dalam kasus kekerasan rumah tangganya Cici Paramida dan Ahmad Suhaebi. Kesaksian Pradito di persidangan ternyata tidak sesuai dengan harapan Ahmad Suhaebi lantaran Ahmad Suhaebi sebenarnya tidak melarikan diri dan justru lebih kooperatif dengan Pradito saat itu.

Dalam sidang tersebut Ahmad Suhaebi sangat menyayangkan kesaksiannya Pradito dan begitu juga persidangan tersebut juga merasa kecewa dengan kesaksian Ahmad Suhaebi yang mengatakan ada sekelompok orang yang membawa senjata api tetapi Ebi sendiri tidak bisa membuktikan atau kesaksiannya juga diragukan.

Dari situ sudah dapat diduga ada kejanggalan dalam kesaksian Ebi sendiri dalam persidangan tersebut. Bukan bermaksud untuk memojokkan atau maksud lain namun ingin mencari tahu siapa yang telah bermain-main dengan hukum dengan membuat alur cerita sendiri.

Saya keberatan dengan kesaksian Pradito karena justru saya yang mencari Polisi. Saya dari jauh sudah lihat ada Polisi. Polisi itu ada di belakang mobil. Tidak benar saya kabur, saya kooperatif,” kata Ebi.

Kekecewaan Ebi itu dikarenakan, petugas polisi itu tidak mengakui apapun yang terjadi ditempat kejadian.

Saya tidak menyangka. Harapan saya hari ini saya mendapatkan pembelaan dari petugas Kepolisian yang ternyata tidak mengakui apapun yang terjadi,” kata Ebi sambil menelan kekecewaan.

Sudah tahu Ebi merasa kecewa dengan kesaksian dari petugas polisi tersebut, Ebi menyerahkan segalanya kepada hakim agar bisa lebih peka kepada orang-orang yang berkata jujur dan yang dimaksud jujur itu adalah dirinya sendiri.
Ebi juga memberikan kesaksian bahwa polisi tersebut tidak mengetahui kalau ada orang yang membawa senjata api.

Tapi Polisi itu tidak mengetahui ada sekelompok orang yang membawa senjata api. Tapi saya yakin hakim akan jeli menangkap batin-batin yang jujur,” tambahnya.

Namun kesaksian Ebi yang mengatakan ada orang yang membawa senjata api itu masih diragukan karena Ebi tidak melihat sendiri senjata api itu.

Sudah tidak bisa membuktikan adanya senjata api, Ebi seperti ungkapkan perasaannya untuk pasrah dan ikhlas kepada lawyernya dan hakim mengenai apapun yang akan terjadi nantinya.

Saya bisa menerima apapun yang terjadi. Nikmat di mana-mana, di dalam syukur, di luar syukur. Apa yang terjadi nanti Insya Allah saya akan tetap bersyukur lillahi ta’ala. Saya serahkan pada lawyer sama hakim, saya belajar ikhlas. Saya cukup fresh dan sehat dan artinya saya sudah ikhlas,” pungkasnya.

Dari sini dapat diketahui adanya upaya Ebi untuk membela dirinya sendiri dengan cara mendramatisir kejadian seperti adanya senjata api dan diikuti dengan sikap pasrah setalahnya.

Sedangkan mengenai keterangan saksi petugas polisi juga sedikit bisa ditelusuri. Seorang polisi yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya pasti akan menganalisa dulu siapa-siapa yang menghampirinya saat dia sedang bertugas karena jangan sampai dirinya salah berasumsi pada saat kejadian.

Pradito pastinya tidak akan tahu siapa yang menjadi korban tabrak lari dan siapa pelaku yang menabrak.Dan dikarenakan mobil Alpard hitam dan mobil Grandis warna berwarna silver berada dibelakang mobil Land Rovernya Ebi maka dapat diduga yang melakukan tabrak lari adalah mobil Ebi.

Kalau sudah begitu, pastinya polisi akan menomer duakan Ebi dengan menghalang-halangi terlbih dahulu untuk mendengarkan keterangan dari orang yang diduga sebagai korban tabrak lari. Standar prosedur naluriah itu kalau ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya.

Secara bertahap kemudian Ebi nantinya akan ditanyai oleh polisi untuk melakukan pembelaan. Dan mungkin dikarenakan kejadian saat itu terlalu singkat dan terkesan tergesa-gesa akhirnya kejadian itu tidak ditemui kesepakatan bersama dan memiliki asumsi sendiri-sendiri.

Siapa salah dan siapa yang benar, pastinya semuanya bisa saja bener sesuai fakta dan sesuai dengan asumsi sendiri.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: